Kabar pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan sempat ramai di media sosial, tetapi Istana menegaskan isu itu tidak benar. Presiden Prabowo Subianto disebut belum memiliki rencana untuk mengganti Purbaya, sehingga narasi yang beredar pada Kamis, 4 Juni 2026, perlu diluruskan.
Isu tersebut muncul di tengah pelemahan rupiah dan suasana pasar yang sedang sensitif. Situasi itu membuat unggahan bernada provokatif di Facebook cepat menyebar dan memancing spekulasi soal nasib pejabat ekonomi.
Salah satu unggahan yang beredar menampilkan foto Prabowo dan Purbaya. Dalam takarirnya, unggahan itu menyebut Purbaya bakal dicopot dan mengaitkannya dengan kondisi ekonomi yang disebut tidak stabil.
Judul yang dipakai juga dibuat dramatis, seperti “Rupiah dan IHSG Hancur Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Purbaya Dikabarkan Dicopot Hari Ini.” Narasi semacam ini memanfaatkan perhatian publik terhadap rupiah yang melemah dan IHSG yang sempat anjlok.
Meski begitu, isi unggahan itu tidak menyertakan penegasan resmi bahwa Purbaya benar-benar sudah dicopot. Justru, keterangan dari Istana menunjukkan hal sebaliknya dan menepis kabar pergantian menkeu.
Penelusuran dengan kata kunci terkait mengarah ke pemberitaan KompasTV berjudul “Istana Tegaskan Purbaya Tetap Menjabat Menkeu, Tidak Ada Isu Pengunduran Diri” pada hari yang sama. Dalam pemberitaan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan Prabowo belum memiliki rencana mengganti Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Prasetyo juga menegaskan Presiden belum memiliki agenda untuk membahas pergantian menkeu. Pernyataan itu memperkuat bahwa kabar pencopotan pada 4 Juni 2026 tidak sesuai dengan penjelasan resmi dari Istana.
Di saat isu itu beredar, Kementerian Keuangan sebelumnya melaporkan APBN hingga Maret 2026 mengalami defisit Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap PDB. Namun, kondisi tersebut disebut masih terkendali dalam keterangan foto yang menyertai laporan itu.
Latar fiskal dan pelemahan rupiah ikut membuat narasi pergantian pejabat ekonomi mudah menyebar cepat. Karena itu, klarifikasi Istana menjadi penting untuk memisahkan informasi yang terverifikasi dari unggahan yang hanya membangun kesan seolah ada keputusan besar yang sudah diambil.
Source: www.kompas.com




