Banyak ponsel baterai besar masih datang dengan bodi yang tebal dan terasa berat saat digenggam. iQOO Z11 mencoba mematahkan kebiasaan itu lewat baterai 9.020 mAh yang tetap dibawa dalam bodi ramping, dengan ketebalan di bawah 9 mm.
Kombinasi ini membuat iQOO Z11 menonjol di pasar smartphone Indonesia. Bukan hanya karena kapasitas baterainya disebut sebagai yang terbesar saat ini di Tanah Air, tetapi juga karena bentuk fisiknya tetap dijaga agar tidak terlalu bongsor.
Pendekatan itu dimungkinkan oleh penggunaan material Silikon Karbon. Lewat material ini, iQOO berupaya menjaga perangkat tetap tipis, bahkan diklaim hampir 1 mm lebih ramping dibanding kompetitor sekelasnya.
Daya tahan baterai menjadi nilai paling mencolok dari perangkat ini. Dalam pengujian pemakaian harian yang berlangsung lebih dari dua hari tanpa isi ulang, iQOO Z11 baru benar-benar mati setelah 54 jam lebih, tepatnya 2 hari, 6 jam, 8 menit.
Skenario pengujian dibuat mendekati pemakaian nyata. Selama proses itu, SIM 5G tetap aktif, koneksi WiFi rumah digunakan, dan aktivitas harian mencakup WhatsApp, Spotify, Instagram, Threads, Email, hingga YouTube.
Hasil hari pertama menunjukkan efisiensi yang cukup kuat. Saat dilepas dari charger dalam kondisi penuh, baterai hanya turun menjadi 98 persen setelah dipakai tiga jam untuk olahraga paddle sambil merekam video dan memotret.
Pemakaian kemudian berlanjut untuk navigasi, komunikasi yang intens, dan unggahan IG Story dengan 5G aktif. Setelah 13 jam aktif dengan screen on time 2,5 jam, baterai masih berada di 74 persen dan dibiarkan menyala semalaman tanpa diisi ulang.
Pada hari berikutnya, aktivitas dipakai lagi untuk olahraga subuh dan perekaman video. Setelah itu, perangkat tetap digunakan untuk meliput acara peluncuran Vivo X300 Ultra, sementara baterainya baru turun ke 24 persen setelah lebih dari 36 jam.
Menjelang akhir pengujian, iQOO Z11 masih sempat dipakai memotret di treadmill ketika baterai tersisa 18 persen. Perangkat lalu dipakai lagi untuk membuat konten review sampai akhirnya benar-benar padam di angka 4 persen.
Di sisi pengisian, iQOO tetap menyiapkan 90W Flash Charge. Dengan dukungan ini, baterai 9.020 mAh diklaim bisa terisi penuh dari 0 ke 100 persen dalam waktu kurang dari 70 menit.
Karakter tahan lama ini juga ditopang oleh komponen lain yang dipasang untuk penggunaan harian panjang. iQOO Z11 memakai Snapdragon 7S Gen 4 dan 7K VC Cooling System untuk membantu menjaga suhu tetap stabil sekaligus mendukung efisiensi daya.
Layarnya pun dirancang serius dengan panel AMOLED 1.5K, refresh rate 144Hz, dan bezel super tipis. Untuk kebutuhan kerja lintas perangkat, perangkat ini menjalankan OriginOS 6 dan membawa fitur Office Kit untuk transfer file instan ke Windows maupun Mac.
iQOO Z11 juga mendukung reverse charging. Fitur ini membuat ponsel dapat dipakai untuk mengisi daya smartphone lain saat dibutuhkan, sehingga fungsinya meluas sebagai cadangan daya portabel.
Dengan bekal seperti itu, iQOO Z11 terasa cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat. Perangkat ini juga relevan bagi pekerja lapangan, karyawan yang harus selalu standby, dan pengguna yang ingin baterai bertahan lama tanpa harus sering mencari colokan.