Daftar performa AnTuTu April memperlihatkan pembagian kekuatan yang cukup tegas antara Qualcomm dan MediaTek. Di sisi atas, Qualcomm kembali menekan lewat dominasi chip Snapdragon 8 Elite Gen 5, sementara kelas menengah justru sepenuhnya dikuasai keluarga Dimensity 8-series dari MediaTek.
Yang paling menonjol dari peta ini adalah nama iQOO. Merek tersebut berhasil mengisi dua puncak sekaligus, masing-masing lewat iQOO 15 Ultra di kelas flagship dan iQOO Z11 di kelas menengah.
Cara AnTuTu menyusun peringkat ini juga penting untuk dibaca. Skor yang dipakai bukan hasil tertinggi sesaat, melainkan rata-rata benchmark, dan semua unit yang masuk daftar adalah perangkat yang selesai diuji di China.
Dominasi iQOO di dua kelas
Di segmen flagship, iQOO 15 Ultra berdiri di posisi pertama dan iQOO 15 menempel di posisi kedua. RedMagic 11 Pro+ berada di urutan ketiga, sehingga tiga besar langsung diisi perangkat-perangkat Android premium dengan skor yang sangat rapat.
Setelah itu, deretan flagship tetap dipenuhi nama besar. Realme GT 8 Pro, Oppo Find X9 Ultra, OnePlus Ace 6 Ultra, Honor Magic8 Pro, Honor Magic8, vivo X300 Ultra, dan OnePlus 15T melengkapi sepuluh besar.
Pola serupa muncul di kelas menengah, meski persaingannya terasa lebih merata. iQOO Z11 memimpin daftar, disusul Honor Power2 dan Oppo K15 Pro di posisi berikutnya.
Peta chipset flagship makin condong ke Qualcomm
Jika melihat komposisi chipset di kelas flagship, keunggulan Qualcomm tampak sangat jelas. Dari sepuluh perangkat teratas, sembilan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Satu-satunya pengecualian adalah OnePlus Ace 6 Ultra yang memakai Dimensity 9500. Kondisi itu membuat hampir seluruh perangkat papan atas di daftar flagship bergantung pada chip Qualcomm.
Dengan komposisi seperti ini, Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi fondasi utama di kelas premium. Data April ini menunjukkan bahwa performa flagship masih sangat banyak bertumpu pada platform Qualcomm.
Kelas menengah justru jadi wilayah MediaTek
Situasinya berbalik total di segmen menengah. Tidak ada satu pun perangkat berbasis Qualcomm yang berhasil masuk 10 besar, dan seluruh daftar diisi perangkat dengan chip MediaTek.
Keluarga Dimensity 8-series tampil dominan di sana. Dimensity 8500 muncul empat kali, Dimensity 8450 digunakan dua kali, dan Dimensity 8400 dipakai di empat perangkat lainnya.
Komposisi itu menegaskan kuatnya cengkeraman MediaTek di kelas menengah. Kehadiran iQOO Z11 di posisi teratas tidak mengubah fakta bahwa seluruh daftar mid-range April diisi perangkat bertenaga Dimensity.
Daftar mid-range yang saling berdekatan
Di belakang tiga besar kelas menengah, susunan perangkat tetap rapat. Reno15 Pro, Reno15, Redmi Turbo 5, Realme Neo7 SE, Oppo K13 Turbo, iQOO Z10 Turbo, dan Oppo Reno14 Pro mengisi sisa daftar sepuluh besar.
Susunan tersebut memperlihatkan bahwa selisih performa antarmodel di kelas menengah tidak terlalu jauh. Namun, iQOO tetap mampu menarik perhatian karena berhasil merebut posisi paling atas di tengah kompetisi yang padat.
Tablet ikut menunjukkan dominasi Snapdragon
AnTuTu juga merilis daftar tablet dengan rata-rata skor terbaik untuk April. Posisi pertama ditempati vivo Pad6 Pro, lalu Lenovo Legion Tab Y700 (Gen 5) dan Oppo Pad 5 Pro berada di urutan berikutnya.
Tiga besar tablet itu sama-sama memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Kehadiran chip yang sama di puncak smartphone flagship dan tablet premium memperlihatkan bahwa Qualcomm tetap sangat kompetitif di dua kategori sekaligus.
Di bawahnya ada Redmi K Pad 2 dan Honor MagicPad3 Pro 13.3. Oppo Pad 4 Pro, H3C MegaBook dengan prosesor Intel, OnePlus Pad 2 Pro, RedMagic Astra, dan Xiaomi Pad 8 Pro melengkapi daftar sepuluh besar.
Komposisi chipset tablet juga cukup beragam. Empat perangkat memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, empat lainnya menggunakan Snapdragon 8 Elite, dan satu perangkat hadir dengan Dimensity 9500.
Kehadiran H3C MegaBook dengan CPU Intel membuat daftar tablet terasa lebih variatif dibanding kategori smartphone. Hal itu menunjukkan bahwa pasar tablet masih membuka ruang untuk lebih banyak pilihan platform.
Karena AnTuTu memakai skor rata-rata, daftar April ini lebih cocok untuk membaca konsistensi performa daripada sekadar lonjakan angka sesaat. Dengan cakupan pengujian yang terbatas pada perangkat yang selesai diuji di China, peta ini paling tepat dibaca sebagai gambaran persaingan di pasar tersebut.
Source: www.gsmarena.com