Status terjual pada Hyundai Ioniq 5 bekas rampasan negara langsung membuat unit ini jadi sorotan, meski harga akhirnya tidak diumumkan. Yang lebih menarik, mobil listrik putih produksi 2023 itu sempat dibuka dengan nilai limit hanya Rp 152,7 juta.
Di tengah daftar aset lain yang dilepas Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung, angka tersebut terasa sangat rendah untuk sebuah mobil listrik modern. Selisihnya dengan harga baru di Indonesia membuat Ioniq 5 ini menonjol sejak awal proses lelang.
Lelang aset di BPA Fair 2026
Hyundai Ioniq 5 itu muncul dalam gelaran BPA Fair 2026 yang berlangsung pada 18-21 Mei 2026 di Kantor BPA Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Total ada 308 aset yang dilelang dan dibagi ke dalam 245 lot.
Jenis aset yang ditawarkan juga beragam, mulai dari properti hingga barang elektronik. Di antara seluruh daftar itu, kendaraan menjadi salah satu kategori yang ikut menarik perhatian, dan Ioniq 5 termasuk yang paling disorot.
Harga limit jauh di bawah harga baru
Mobil yang dilelang tercatat sebagai Hyundai Ioniq 5 warna putih produksi 2023. Namun, daftar lelang tidak menjelaskan tipe dan varian secara spesifik, sehingga publik tidak bisa memastikan apakah unit tersebut varian standar atau tipe lebih tinggi.
Jika merujuk harga Hyundai Ioniq 5 di Indonesia pada 2023, banderol barunya berada di rentang Rp 684,2 juta hingga Rp 895 juta. Rentang ini menunjukkan jarak yang sangat lebar dibanding nilai limit lelang Rp 152,7 juta.
Untuk pembanding, tipe Prime Standard Range tercatat seharga Rp 684,2 juta pada Oktober 2023. Harga itu naik dari Rp 673,2 juta sebelumnya.
Sementara itu, Ioniq 5 Bluelink Signature Long Range berada di level Rp 784,1 juta. Banderol tersebut juga naik dari harga sebelumnya yang tercatat Rp 773,1 juta.
Selisihnya mencapai ratusan juta rupiah
Bila nilai limit Rp 152,7 juta dibandingkan dengan harga Prime Standard Range Rp 684,2 juta, selisihnya mencapai sekitar Rp 531,2 juta. Artinya, harga pembuka lelang hanya sekitar 22,3 persen dari harga barunya.
Dalam perhitungan lain, jika memakai pembanding Ioniq 5 Bluelink Signature Long Range seharga Rp 784,1 juta, selisihnya mencapai Rp 631,1 juta. Dengan gambaran itu, harga limit lelang berada hampir 77,7 persen lebih rendah dari harga baru.
Perbedaan sebesar ini menjadi alasan utama kenapa unit tersebut cepat mencuri perhatian. Apalagi, usia kendaraannya baru sekitar tiga tahun saat dilelang.
Ada catatan penting soal dokumen kendaraan
Meski harga pembuka terlihat sangat menarik, ada detail administratif yang tidak bisa diabaikan. Di situs resmi BPA Fair, keterangan kepemilikan unit itu hanya mencantumkan bukti kepemilikan tanpa BPKB dan STNK.
Kondisi tersebut penting diperhatikan calon peserta lelang sebelum ikut menawar. Harga limit memang memberi kesan murah, tetapi status dokumen tetap menjadi faktor penentu dalam menilai sebuah kendaraan lelang.
Untuk mengikuti proses penawaran, peserta juga diwajibkan menyiapkan uang jaminan sebesar Rp 75 juta. Meski begitu, nominal itu tidak menjelaskan hasil akhir yang harus dibayar pemenang karena harga final lelang tidak diungkap dalam informasi yang tersedia.
Sudah laku, tapi harga akhirnya belum dibuka
Yang pasti, Hyundai Ioniq 5 tersebut kini berstatus sudah terjual. Informasi yang tampil hanya menunjukkan bahwa unit itu laku, tanpa rincian nominal penawaran pemenang.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana mobil listrik modern mulai masuk ke daftar aset rampasan negara yang dilepas melalui lelang resmi. Kombinasi antara model yang populer, usia relatif muda, dan harga limit rendah membuat Ioniq 5 putih ini menjadi salah satu lot yang paling diperhatikan di BPA Fair 2026.
Source: otomotif.kompas.com