Kinerja ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mendapat dorongan kuat dari aktivitas belanja masyarakat dan derasnya investasi. Dua mesin itu membuat pertumbuhan daerah ini tetap bertahan di level 5,89 persen secara tahunan meski kondisi global masih penuh ketidakpastian.
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menilai penguatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih solid. Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho menyampaikan angka pertumbuhan itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Mei 2026.
Konsumsi rumah tangga masih dominan
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga kembali menjadi penopang terbesar dengan pangsa 60,01 persen terhadap produk domestik regional bruto. Komponen ini tumbuh 5,08 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,44 persen.
Bank Indonesia melihat peningkatan itu sejalan dengan naiknya mobilitas masyarakat Jawa Tengah. Momentum mudik Lebaran atau Idul Fitri 2026 ikut mendorong aktivitas belanja dan pergerakan warga di berbagai daerah.
Kuatnya daya beli masyarakat juga tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen Jawa Tengah naik dari 117,56 pada triwulan IV 2025 menjadi 123,82 pada triwulan I 2026.
Investasi dan belanja pemerintah ikut menguat
Selain konsumsi, pembentukan modal tetap bruto atau investasi juga memberi dorongan besar pada ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan I 2026, investasi tumbuh 9,61 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan 6,24 persen pada triwulan IV 2025.
Akselerasi tersebut didukung pembangunan pabrik di kawasan industri serta proyek strategis yang masih berjalan. Bank Indonesia menilai dua faktor itu menjaga momentum penanaman modal di Jawa Tengah tetap terpelihara.
Kontribusi lain datang dari konsumsi pemerintah yang ikut naik pada periode yang sama. Pertumbuhannya mencapai 19,36 persen secara tahunan, jauh di atas 9,11 persen pada triwulan IV 2025.
Peningkatan belanja pemerintah terutama dipicu percepatan perbaikan jalan raya di berbagai kabupaten dan kota. Perbaikan infrastruktur pariwisata untuk menyambut mudik Lebaran 2026 juga menambah penguatan aktivitas ekonomi daerah.
Lebih tinggi dari rata-rata Jawa dan nasional
Capaian Jawa Tengah pada triwulan I 2026 juga tercatat melampaui rata-rata Pulau Jawa dan nasional. Pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa berada di level 5,79 persen, sedangkan pertumbuhan nasional tercatat 5,61 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan dan konstruksi. Dua sektor itu menjadi penopang penting di tengah kondisi global yang masih belum pasti.
Bank Indonesia menilai kombinasi konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah membuat perekonomian Jawa Tengah tetap solid. Dengan dukungan sektor-sektor utama tersebut, aktivitas ekonomi daerah masih memperlihatkan penguatan pada awal tahun ini.
Source: jateng.antaranews.com