Bagi banyak pelaku usaha kecil dan menengah di Jakarta, masalah internet sering baru terasa saat transaksi melambat, pelayanan tersendat, atau komunikasi dengan pelanggan terganggu. Oxygen.id menangkap kondisi itu sebagai persoalan bisnis yang tidak bisa lagi dianggap sepele, terutama karena banyak UMKM belum memiliki tim IT internal yang memadai untuk mengelola jaringan sendiri.
Perusahaan lalu mendorong pendekatan managed service agar kebutuhan internet tidak berhenti di sisi akses saja. Dengan model ini, pelaku usaha dapat menyerahkan pengelolaan jaringan kepada tenaga profesional dan tetap fokus pada pengembangan bisnis inti.
Pendekatan tersebut diperkenalkan Oxygen.id melalui program edukasi Talkxygen di Buntu Coffee, Jakarta, pada 13 Mei 2026. Kegiatan bertajuk Internet & Digital Ecosystem Solution for Business itu dirancang untuk memperluas pemahaman pelaku usaha dari berbagai sektor tentang pentingnya infrastruktur digital yang stabil.
Sales Leader Jakarta Selatan Oxygen.id, Sujatmiko, menilai koneksi internet kini sudah masuk ke wilayah yang menentukan keberlangsungan operasional. Ia menekankan bahwa gangguan kecil pada jaringan dapat berdampak besar pada arus transaksi harian dan tingkat kepercayaan pelanggan.
Menurut Sujatmiko, masih banyak pelaku usaha yang belum benar-benar memahami seberapa besar pengaruh koneksi tidak stabil terhadap bisnis mereka. Padahal, komunikasi online sudah menjadi salah satu urat nadi yang menjaga layanan dan transaksi tetap berjalan.
Managed service untuk kebutuhan yang lebih praktis
Lewat managed service, Oxygen.id menawarkan pengelolaan yang lebih terarah bagi perusahaan yang belum memiliki dukungan IT internal. Skema ini membuat pemilik usaha tidak harus menanggung seluruh beban teknis sendiri saat mengelola konektivitas.
Oxygen.id menyebut layanan ini hadir untuk mengisi celah di kalangan usaha yang belum punya IT support internal. Fokusnya bukan hanya menyediakan internet, tetapi juga membantu menjaga infrastruktur digital agar tetap aman dan terkelola secara profesional.
Sujatmiko menggambarkan konektivitas sebagai “jantung” operasional yang harus dijaga dengan baik. Pesan itu menegaskan bahwa internet kini bukan lagi layanan tambahan, melainkan fondasi kerja bisnis yang harus stabil.
Optimasi jaringan di area operasional
Selain menawarkan pengelolaan layanan, Oxygen.id juga melakukan optimasi sinyal Wi-Fi di area operasional pelanggan. Untuk mendukung itu, perusahaan mengintegrasikan perangkat Access Point dari merek seperti Asus dan Aruba agar jaringan lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Kebutuhan koneksi di lapangan memang tidak selalu sama di setiap usaha. Karena itu, penyesuaian perangkat dan jaringan menjadi penting agar ritme kerja, pelayanan pelanggan, dan respons operasional tidak mudah terganggu.
Menyasar sektor yang sama-sama bergantung pada internet
Talkxygen tidak diarahkan ke satu jenis usaha saja. Program ini menyasar pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk retail, logistik, dan pendidikan, yang sama-sama membutuhkan internet stabil untuk menjaga produktivitas harian.
Pemilihan sektor-sektor itu menunjukkan bahwa masalah konektivitas sudah menjadi kebutuhan umum di banyak lini bisnis. Dalam praktiknya, kelancaran jaringan ikut memengaruhi proses kerja, pelayanan, dan kecepatan pengambilan keputusan.
Ada simulasi dan konsultasi langsung
Rangkaian Talkxygen juga menghadirkan Business Survival Challenge sebagai simulasi strategi bertahan menghadapi perubahan teknologi yang dinamis. Sesi ini memberi peserta ruang untuk melihat tantangan bisnis dari sudut pandang yang lebih praktis.
Selain itu, penyelenggara menyediakan konsultasi bisnis privat bagi para pelaku usaha. Melalui sesi tersebut, peserta dapat membahas langsung kendala operasional terkait konektivitas yang mereka hadapi dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan pendekatan itu, Oxygen.id tidak hanya menawarkan akses internet kepada UMKM Jakarta. Perusahaan mencoba masuk lebih jauh ke kebutuhan pengelolaan jaringan yang kini ikut menentukan apakah bisnis bisa berjalan stabil atau justru tersendat.





