Hasil awal Razer Blade 16 generasi baru memberi sinyal bahwa perpindahan dari AMD ke Intel tidak selalu berarti kompromi. Dalam sejumlah pengujian, model berbasis Intel justru tampil lebih unggul dibandingkan varian AMD yang memakai GPU sama.
Menariknya, performa itu muncul di kelas laptop gaming premium yang memang menuntut keseimbangan antara prosesor dan kartu grafis. Razer Blade 16 2026 yang diuji membawa Intel Core Ultra 9 386H dan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop, sementara Blade 16 2025 mengandalkan AMD Ryzen AI 9 HX 370 dengan GPU yang sama.
Selisih yang terasa di beberapa gim
Pada salah satu benchmark, versi Intel mencatat 139.5 fps. Angka minimumnya berada di 100.7 fps dan P1 di 89.2 fps, sedangkan model AMD hanya mencapai 105.3 fps.
Pola serupa terlihat pada pengujian lain. Laptop Intel meraih 116.6 fps dengan minimum 94.5 fps dan P1 85.9 fps, sementara varian AMD berada di 105.8 fps pada tes yang sama.
Di pengujian berikutnya, model Intel kembali unggul dengan 105.8 fps. Pada sesi ini, minimum berada di 84.1 fps dan P1 di 74.9 fps, sedangkan versi AMD berhenti di 98.6 fps.
Ada pula hasil yang memperlihatkan keunggulan Intel lebih tipis. Model Intel mencatat 50.9 fps dengan minimum 42.2 fps dan P1 39.9 fps, sementara model AMD berada sangat dekat di 50.7 fps.
Tidak semua benchmark berpihak ke Intel
Meski demikian, hasil pengujian tidak selalu menunjukkan jarak yang sama besar. Dalam salah satu tes, Razer Blade 16 dengan Core Ultra 9 386H berada di 72.5 fps, sementara versi AMD justru mencatat 83.7 fps.
Pada benchmark berbeda, model Intel berada di 89.9, sedangkan model AMD mencatat 83.7. Ada juga pengujian lain yang menempatkan varian Intel di 49.1, sementara model AMD ada di 46.2.
Beberapa tes lain juga memperlihatkan angka yang berdekatan. Model Intel tercatat di 28 fps dan 13.3 fps pada dua pengujian berbeda, sedangkan varian AMD berada di 26.1 dan tidak jauh dari angka itu pada tes yang sama.
Perpindahan platform yang tetap kompetitif
Rangkaian angka tersebut menunjukkan bahwa perpindahan ke Intel tidak mengubah posisi Blade 16 sebagai laptop gaming kelas atas. Saat dipasangkan dengan RTX 5090 Laptop, Core Ultra 9 386H tetap mampu bersaing ketat, bahkan unggul dalam beberapa skenario.
Bagi laptop gaming tipis dan premium, kombinasi prosesor dan GPU memang sangat menentukan hasil akhir. Dari data awal ini, platform Intel tampak memberi keuntungan di sejumlah gim dan benchmark tanpa membuat Blade 16 kehilangan karakter performa tingginya.
Razer Blade 16 generasi 2026 masih jelas diarahkan ke segmen yang mengejar performa maksimal. Dari pengujian yang muncul sejauh ini, perubahan dari AMD ke Intel terlihat aman, dan pada kondisi tertentu justru memberi hasil yang lebih kuat.
Source: www.notebookcheck.net