Minat institusi terhadap aset digital kini tidak lagi bergerak di level wacana. Di Paris Blockchain Week 2026, perhatian justru mengarah ke satu syarat utama: pasar kripto harus punya kepastian hukum dan infrastruktur yang cukup rapi untuk menampung modal besar.
Perubahan itu terlihat dari cara pelaku industri membahas adopsi. Fokusnya bergeser ke transparansi, tata kelola, eksekusi, dan kemampuan sistem untuk memenuhi standar akuntabilitas yang biasa diminta investor institusional.
Kepastian hukum jadi pintu masuk
Arthur Firstov, Chief Business Officer di Mercuryo, menilai MiCA memberi dasar hukum yang jauh lebih jelas bagi institusi. Menurut dia, aturan itu menghapus banyak ambiguitas yang sebelumnya menahan adopsi layanan token digital.
Firstov juga melihat MiCA membuka jalan bagi layanan token digital untuk masuk ke sistem pembayaran keuangan tradisional. Namun, ia menilai hambatan terbesar belum selesai di sana, melainkan pada konektivitas yang patuh regulasi antara sistem lama dan ekosistem terdesentralisasi.
Institusi tidak lagi mencari janji, tetapi struktur
Michael Ivanov, Chief Executive Director di Arcanum Foundation, mengatakan salah satu perubahan paling jelas di PBW adalah memudarnya dikotomi “kami versus mereka” antara keuangan tradisional dan firma kripto-native. Ia menilai perubahan itu bersifat struktural, bukan sekadar pergeseran sentimen pasar.
Menurut Ivanov, minat institusional kini jauh lebih spesifik. Investor besar memperhatikan privasi, composability on-chain, dan kemampuan pasar untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas yang melekat pada institusi Eropa.
Transparansi dan audit menjadi syarat dasar
Arcanum menilai akar ritel dari Arcanum Pulse tetap relevan bagi institusi. Ivanov menyebut disiplin verifikasi publik secara real-time sebagai fondasi penting, karena setiap transaksi tercatat dan tidak ada “black box” dalam prosesnya.
Ia juga menegaskan bahwa tim compliance institusional mencari jejak kinerja yang bisa diaudit dan struktur operasional yang jelas. Dalam kerangka itu, catatan perdagangan saja tidak cukup karena entitas yang menjalankan sistem juga harus lolos verifikasi.
Arcanum menyebut proses KYB penuh saat menjadi Official Broker di Bybit sebagai bagian dari pembuktian tersebut. Ivanov mengatakan validasi itu memperkuat kepercayaan karena yang diuji bukan hanya statistik trading, tetapi juga pihak di balik sistem.
Volatilitas justru dibaca sebagai peluang
Di tengah likuidasi pasar pada Oktober, Arcanum menyebut tidak ada klien yang kehilangan deposit. Ivanov mengatakan strategi mereka tidak memakai stop-loss, melainkan membaca volatilitas sebagai sinyal masuk dan melakukan pembelian terdiversifikasi saat harga turun.
Pendekatan itu menghasilkan pemulihan yang menguntungkan ketika pasar berbalik arah pada malam yang sama. Ivanov menyebut bulan tersebut ditutup dengan lebih dari 6% average return, dan hasil itu datang justru karena peristiwa likuidasi.
Ia menekankan bahwa manajemen risiko mereka ditanamkan pada logika masuk dan ukuran posisi, bukan mekanisme keluar. Bagi Arcanum, sistem yang keluar saat tekanan meningkat justru mengunci kerugian.
Infrastruktur masih mengejar kematangan pasar
Ivanov juga menilai algorithmic trading mulai menjadi standar di kripto. Meski begitu, kondisi yang membuatnya stabil masih dalam tahap pematangan karena kedalaman likuiditas di pasangan utama belum otomatis menyelesaikan persoalan lain.
Masalah yang masih menonjol mencakup pengaturan kustodian, transparansi pihak lawan, dan kepatuhan yang berbeda-beda di tiap yurisdiksi. Ia membandingkan kondisi itu dengan pasar tradisional yang sudah memiliki rel infrastruktur selama puluhan tahun.
Bottleneck bergeser ke konektivitas
Bagi Mercuryo, masa depan adopsi tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kualitas infrastruktur yang menghubungkan ekosistem. Firstov menilai layanan konektivitas yang sepenuhnya patuh tetap krusial, karena tanpa itu institusi sulit bergerak lebih jauh.
Pandangan itu sejalan dengan kebutuhan pasar yang makin menuntut alur masuk dan keluar dana yang aman, ringkas, dan mudah diaudit. Dalam konteks ini, Mercuryo menempatkan dirinya di titik penghubung yang membantu memperkecil jarak antara sistem keuangan lama dan layanan aset digital.
Fragmentasi regulasi ikut membentuk desain produk
Bagi Arcanum, fragmentasi regulasi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia bukan hanya soal kepatuhan. Ivanov menyebutnya sebagai masalah desain produk, karena struktur layanan harus dibangun agar sesuai dengan batas hukum yang berbeda-beda.
Karena itu, keputusan untuk beroperasi lewat Bybit dan membatasi akses pengguna di Amerika Serikat serta Uni Eropa disebut sebagai pilihan sadar. Ivanov menambahkan bahwa di Asia, khususnya Hong Kong, lingkungan regulasi justru sedang disusun untuk menarik modal institusional.
Retail dan dana kecil bertemu di titik yang sama
Firstov menjelaskan bahwa infrastruktur untuk retail dan small fund punya banyak titik temu. Keduanya sama-sama membutuhkan jalur on-ramp dan off-ramp yang andal, kustodian yang aman, pembayaran yang patuh regulasi, pelaporan yang jelas, dan pengalaman pengguna yang minim friksi.
Perbedaan muncul ketika kompleksitas naik. Retail cenderung membutuhkan kesederhanaan dan kecepatan, sedangkan small fund memerlukan persetujuan berlapis, auditabilitas, rekonsiliasi, dan pelaporan yang lebih rinci.
Pada akhirnya, pasar yang dibidik bukan lagi sekadar pasar yang aktif bergerak. Yang dicari kini adalah infrastruktur yang mampu menjembatani trading, distribusi, dan aliran modal on-chain dalam skala yang bisa dipakai berbagai jenis peserta pasar.





