Infinity Ward Mulai Ubah Rasa Modern Warfare 4, Senjata Lebih Menggoda Tanpa Map Parkour

Perubahan terbesar di Modern Warfare 4 bukan sekadar soal senjata yang terasa lebih menarik, tetapi juga soal cara Infinity Ward menjaga agar mode multipemain intinya tidak bergeser menjadi ajang lompat-lompatan bebas. Studio ini tampak ingin memberi ruang gerak yang lebih enak, namun tetap menahan permainan agar tidak kehilangan identitas taktis yang selama ini melekat pada Modern Warfare.

Pendekatan itu menunjukkan kompromi yang cukup tegas. Di satu sisi, mobilitas dan respons kontrol diperkuat, sementara di sisi lain peta inti tetap dipertahankan sebagai ruang baku tembak, bukan lintasan parkour.

Infinity Ward sendiri tampak mempelajari kembali reaksi pemain terhadap perubahan di seri sebelumnya. Modern Warfare 2 sempat membuat permainan terasa lebih taktis, tetapi juga menambah friksi dan mengurangi unsur menyenangkan bagi sebagian pemain.

Karena itu, Modern Warfare 4 dibangun dari awal dengan tujuan mengembalikan rasa fluid dan kontrol yang lebih enak. Jacky Reynolds, design lead multiplayer, menegaskan bahwa tim tidak sekadar mengutak-atik angka, melainkan memperbaiki bagian-bagian yang membuat permainan terasa lambat sambil tetap menjaga karakter Modern Warfare yang keras, membumi, dan taktis.

Salah satu fokus paling jelas ada pada sistem mantle yang ditulis ulang. Joe Cecot, multiplayer creative director Infinity Ward, menjelaskan bahwa sistem itu kini menjaga momentum pemain, memungkinkan strafing saat mantle, dan bahkan bisa langsung disambung ke slide.

Perubahan itu menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas pada aspek mobilitas. Infinity Ward mendapat waktu ekstra untuk proyek ini karena strategi perilisan beberapa seri Modern Warfare dan Black Ops secara berurutan, dan waktu tambahan itu dipakai untuk mengambil langkah yang lebih besar pada elemen yang dianggap penting.

Langkah yang dimaksud mencakup mobility, Kill Block, hip fire, serta sejumlah peningkatan fidelity. Bagi tim, seluruh pembaruan itu diposisikan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas tanpa memutus identitas utama seri.

Di sisi senjata, Infinity Ward juga menaruh perhatian besar pada apex attachments. Reynolds mengatakan fitur ini terinspirasi dari era Modern Warfare 2 dan Call of Duty lama, ketika pemain kerap melihat senjata di killcam lalu ingin memilikinya.

Apex attachments dirancang untuk memberi alasan baru agar pemain menyukai senjata yang sama lewat cara yang berbeda. Cecot menambahkan bahwa fitur ini juga dimaksudkan agar proses leveling senjata terasa layak dikejar, sekaligus menjadi bagian dari reward loop yang mendorong pemain memaksimalkan semua senjata untuk membuka seluruh apex attachments.

Meski mobilitas dibuat lebih hidup, peta inti multiplayer tetap dijaga agar fokus pada gunplay. Cecot menegaskan tidak ada peta yang dimainkan seperti mobility course, karena area seperti itu memang hanya dipakai untuk menguji sistem gerak.

Ia memang menyebut ada peta bernama Coal yang memiliki vertikalitas lebih tinggi. Namun, tim tetap tidak ingin core multiplayer berubah menjadi permainan parkour, karena fokus utamanya tetap tembak-menembak.

Bagi Infinity Ward, perbedaan pendekatan antarstudi juga memang dianggap penting. Cecot menyebut studio tidak berusaha menyaingi studio Call of Duty lain secara negatif, melainkan ingin terus mendorong kualitas setinggi mungkin dan mendefinisikan ulang Modern Warfare untuk era sekarang.

Jacky Reynolds bahkan menggambarkan perbedaan antarstudi seperti rasa es krim yang berlainan. Menurutnya, variasi semacam itu dibutuhkan agar franchise Call of Duty tidak terasa sama setiap tahun.

Di balik semuanya, budaya kerja internal juga ikut membentuk hasil akhir. Cecot menjelaskan bahwa setiap departemen ikut bertanggung jawab atas kualitas, termasuk gameplay programmer dan animator, sementara tim rutin memainkan game setiap Jumat untuk menilai apakah permainan itu masih menyenangkan.

Soal arah lain seperti matchmaking dan Warzone, Infinity Ward belum membuka detail spesifik. Cecot hanya mengatakan tim tertarik membahas matchmaking bersama Demonware yang sedang meninjau cara kerjanya di Black Ops 7, sementara pembicaraan lanjutan akan datang sebelum peluncuran.

Untuk Warzone, studio juga belum siap memberi rincian lebih jauh. Cecot menyebut Infinity Ward punya peran penting karena pernah bekerja pada Warzone original dan ikut mengarahkannya, tetapi pembahasan lebih dalam masih ditahan untuk saat ini.

Baca Juga

Back to top button