Indonesia U-19 Menang Meyakinkan Atas Myanmar, Dimas Wicaksono Cetak Dua Gol Penentu

Tiga gol tanpa balas menjadi tanda bahwa Indonesia U-19 tidak hanya menang, tetapi juga mampu mengubah laga yang sempat tersendat menjadi hasil yang meyakinkan. Di Stadion Utama Sumatera Selatan, Deli Serdang, Garuda Muda menutup partai pertama Grup A Piala AFF U-19 2026 dengan performa yang makin tajam saat pertandingan berjalan.

Kemenangan ini langsung mengantar Indonesia ke puncak klasemen Grup A bersama Vietnam. Keduanya sama-sama mengoleksi kemenangan 3-0 pada laga pembuka, sehingga persaingan awal grup langsung terasa ketat.

Tekanan awal belum langsung berbuah gol

Sejak menit awal, Indonesia tampil agresif dengan tekanan tinggi dan aliran serangan yang banyak diarahkan ke sisi sayap. Tim asuhan Nova juga mencoba memecah rapatnya pertahanan Myanmar lewat umpan jauh dan percobaan dari luar kotak penalti.

Peluang pertama Indonesia lahir dari lemparan jauh Fabio Azka yang memaksa Sai Khant Min Nyo bergerak cepat di bawah mistar. Setelah itu, Reno Salampessy sempat mengancam pada menit ke-14 lewat sepakan keras setelah menusuk ke area berbahaya, tetapi bola masih bisa diamankan.

Indonesia terus mencari jalan masuk melalui kombinasi cepat dan tembakan jarak jauh. Zinadein Ardyanyah ikut mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, namun sepakannya melambung di atas mistar.

Pergantian yang mengubah ritme serangan

Perubahan mulai terasa ketika Nova melakukan pergantian pada menit ke-32. Muhammad Isfandyar masuk menggantikan Zinadien dan memberi energi baru pada serangan Indonesia yang sebelumnya sempat tidak terlalu efektif.

Dua menit setelahnya, Indonesia memperoleh peluang terbaik pada babak pertama. Umpan Reno disambut sundulan Arkhan Kaka di depan gawang, tetapi bola hanya membentur tiang.

Arkhan kemudian menebus peluang itu dengan cara yang lebih klinis. Pada menit ke-37, umpan panjang dari lini belakang diterimanya dengan baik, lalu ia men-chip bola melewati Sai Khant Min Nyo untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Myanmar sempat menunggu celah, Indonesia tetap lebih dominan

Setelah unggul, Indonesia masih memegang kendali permainan dan terus menjaga tekanan. Theodore Evan sempat mencoba menambah keunggulan lewat tembakan dari luar kotak penalti, tetapi kiper Myanmar masih sigap menepis bola.

Memasuki babak kedua, alur permainan Indonesia tetap dominan. Isfandyar kembali menebar ancaman dari depan kotak penalti, walau tembakannya belum cukup kuat untuk benar-benar menguji gawang lawan.

Namun, tempo Indonesia sempat mengendur di pertengahan babak kedua. Myanmar memanfaatkan momen itu untuk keluar menyerang dan mulai memberi tekanan balasan ke area pertahanan Indonesia.

Peluang terbaik Myanmar hadir pada menit ke-66 melalui Sai Bo Bo Kyaw. Dafa Al Gasemi tampil sigap dan menggagalkan kesempatan itu dengan penyelamatan penting di depan gawang.

Dimas Wicaksono jadi pembeda di menit akhir

Ketika laga mulai masuk fase penentuan, Indonesia justru menemukan efektivitasnya. Gol kedua lahir pada menit ke-78 setelah sapuan Sai Khant Min Nyo mengenai Dimas Wicaksono, lalu bola liar langsung disambar menjadi gol.

Dimas menutup penampilannya dengan lebih meyakinkan lagi delapan menit kemudian. Dari sudut sempit, ia melepaskan tembakan ke tiang dekat yang kembali menggetarkan jala Myanmar dan mengubah skor menjadi 3-0.

Dua gol Dimas menjadi penegas bahwa Indonesia mampu memaksimalkan peluang saat ruang terbuka di fase akhir pertandingan. Myanmar yang sempat mencoba membalas kehilangan momentum setelah tertinggal dua gol lebih dulu.

Susunan pemain Indonesia U-19 menampilkan Dafa Al Gasemi di bawah mistar, dengan Fabio Azka Irawan, Al Gazani Dwi, I Putu Panji, Ibrah Ohorella, Eizar Jacob, Nazriel Alfaro, Zinadein Alfaro, Theodore Evan, Reno Salampessy, dan Arkhan Kaka. Myanmar U-19 menurunkan Sai Khant Min Nyo, Thet Paing Soe, Swan Zar Ni, Sai Khan Nyi, Sai Bo Bo Kyaw, Thaw Zin Ko, Kaung Khant Kyaw, Sai Zhom Shang, Myo Khant Kyaw, Kyaw Thiha, dan Thura Mint Thant.

Source: sport.detik.com
Exit mobile version