Peluang Indonesia di Grup C Piala Uber kembali mendapat ujian setelah Taiwan berbalik unggul 2-1. Situasi itu terjadi usai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi gagal membawa angka pada partai ketiga, sehingga tekanan langsung berpindah ke laga-laga berikutnya.
Pertandingan melawan Taiwan berlangsung di Lapangan 1 Forum Horsens, Denmark, Selasa 28 April. Dalam duel yang berjalan 1 jam 6 menit itu, Dhinda harus mengakui keunggulan Lin Hsiang Ti setelah pertarungan ketat yang berakhir 10-21, 29-30.
Awal yang sempat menjanjikan
Indonesia sebenarnya memulai pertandingan dengan modal positif. Putri Kusuma Wardani lebih dulu memberi poin pembuka setelah mengalahkan Chiu Pin-Chian, sehingga tim Merah Putih sempat berada di posisi yang menguntungkan.
Keadaan lalu berubah pada partai sebelumnya ketika Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal menambah angka. Hasil itu membuat Taiwan mendapatkan momentum untuk menekan dan membalikkan keadaan sebelum laga ketiga dimulai.
Dhinda kesulitan mengendalikan irama permainan
Dalam partai ketiga, Dhinda mengaku tidak mudah membaca pola permainan Lin sejak awal. Ia menilai lawan bermain dengan cara yang memancing dirinya agar lebih cepat menyerang, sehingga ritme pertandingan sulit dikuasai pada gim pertama.
Memasuki gim kedua, Dhinda mencoba menyesuaikan diri dengan arahan pelatih untuk bermain lebih lambat. Upaya itu sempat membuat jalannya laga lebih seimbang, tetapi Lin tetap menunjukkan ketahanan tinggi dalam reli panjang yang membuat duel terus berlangsung rapat.
Deuce panjang yang berujung pahit
Gim kedua menjadi bagian paling menegangkan dalam partai itu karena pertandingan sempat masuk ke setting panjang. Dhinda bahkan sempat berada dalam posisi unggul, namun keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir.
Saat momen-momen krusial muncul, Dhinda mengakui dirinya belum cukup kuat untuk menuntaskannya. Kondisi itu membuat Indonesia kehilangan kesempatan untuk segera memperbaiki posisi setelah sebelumnya sempat unggul lebih dulu di pertandingan pembuka.
Tekanan berlanjut ke laga sisa
Kekalahan Dhinda membuat Indonesia kini berada dalam situasi yang makin berat di Grup C. Meski demikian, peluang ke perempat final masih tetap terbuka selama tim bisa menyelesaikan pertandingan berikutnya dengan hasil positif.
Perhatian pun mengarah ke pasangan ganda putri Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum yang dijadwalkan tampil pada partai keempat. Mereka wajib mengalahkan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun agar peluang Indonesia merebut posisi juara grup tetap terjaga.
Dengan kondisi skor sementara 1-2, hasil partai berikutnya akan sangat menentukan arah langkah Indonesia di Piala Uber. Pertarungan melawan Taiwan belum selesai, dan setiap poin kini menjadi penentu apakah asa ke babak delapan besar masih bisa dipertahankan.
Source: www.medcom.id




