India Makin Menarik Bagi Eve Energy, Kontrak 8 GWh Ini Bisa Berlanjut Ke 60 GWh

Permintaan penyimpanan energi berkapasitas besar di India kembali menarik perhatian pemain baterai dari China, dan Eve Energy ikut masuk lebih dalam ke pasar itu lewat pesanan 8 GWh dari Godawari New Energy Private Limited (GNEPL). Langkah ini memberi perusahaan tersebut pijakan baru di Asia Selatan, sekaligus menegaskan bahwa India kini menjadi arena penting bagi proyek penyimpanan energi skala besar.

Kebutuhan itu muncul seiring naiknya porsi energi terbarukan di India. Ketika bauran energi berubah, stabilitas jaringan listrik menjadi semakin penting, termasuk untuk pengaturan frekuensi dan pengaturan beban puncak.

Dalam situasi tersebut, proyek penyimpanan energi memiliki ruang tumbuh yang besar. Eve Energy menilai pasar India bergerak cepat dan membutuhkan solusi yang efisien serta berkelanjutan, sehingga kerja sama dengan GNEPL dianggap selaras dengan arah perkembangan pasar setempat.

Pesanan awal yang sudah dikantongi bernilai 8 GWh. Namun, kerja sama kedua perusahaan tidak berhenti di situ karena dalam rencana jangka panjang, skala potensial kemitraan penyimpanan energi ini dapat mencapai 60 GWh dalam lima tahun ke depan.

Untuk proyek ini, Eve Energy akan memasok baterai berkapasitas 628 Ah. Perusahaan menyebut produk tersebut memiliki tingkat keamanan tinggi dan integrasi minimalis, dua karakter yang dinilai cocok untuk kebutuhan penyimpanan energi di India.

Eve Energy juga menilai spesifikasi 628 Ah itu dapat menekan biaya siklus hidup proyek secara signifikan. Di saat yang sama, pendekatan tersebut diharapkan membantu meningkatkan efisiensi operasional pembangkit listrik dan mendukung transisi rendah karbon pada struktur energi setempat.

Kemitraan dengan GNEPL juga menjadi sarana untuk mempercepat implementasi proyek penyimpanan energi di India. Kedua pihak disebut akan menggabungkan sumber daya dan keunggulan industri masing-masing agar pengembangan di lapangan berjalan lebih cepat.

Di sisi lain, langkah ini memperkuat posisi Eve Energy sebagai salah satu produsen baterai besar di China. Pada April, volume baterai terpasang perusahaan itu di China mencapai 3,11 GWh menurut data China Automotive Battery Innovation Alliance atau CABIA.

Data CABIA juga menempatkan Eve Energy dengan pangsa pasar 4,98 persen di China. Capaian itu membuat perusahaan berada di posisi kelima dalam pasar baterai domestik secara keseluruhan.

Dengan basis produksi yang besar di dalam negeri dan kontrak baru di India, Eve Energy kini memperoleh landasan yang lebih kuat di Asia Selatan. Pesanan dari GNEPL menunjukkan bahwa pasar penyimpanan energi India mulai menjadi titik masuk penting bagi pemain baterai besar dari China.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version