Imunisasi Dan Kebiasaan Sehat Lebih Penting, IDAI Ingatkan Suplemen Tak Jadi Pelindung Utama Saat El Nino

Saat cuaca ekstrem datang, orang tua kerap mencari cara cepat untuk menjaga anak tetap sehat. IDAI menegaskan bahwa perlindungan seperti itu tidak cukup bertumpu pada suplemen, meski zinc, vitamin C, dan vitamin D kerap dianggap membantu.

Organisasi ini menilai daya tahan tubuh anak jauh lebih aman bila ditopang oleh imunisasi lengkap, kebiasaan hidup sehat, kebersihan lingkungan, dan asupan cairan yang cukup. Suplemen tetap punya peran, tetapi hanya sebagai pendukung kerja tubuh, bukan perisai utama dari infeksi.

Suplemen hanya membantu, bukan menggantikan perlindungan utama

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto, menegaskan bahwa vitamin dan mineral bekerja seperti perlengkapan bagi “tentara” tubuh. Artinya, zat tambahan itu membantu sistem imun bekerja lebih optimal saat menghadapi kuman.

Namun, perlindungan dasar tetap berbeda. Menurut dr. Darmawan, imunisasi berfungsi sebagai latihan khusus bagi tentara tubuh agar lebih cepat mengenali kuman tertentu yang berbahaya.

Karena itu, anak tidak seharusnya bergantung pada suplemen saja. Pendekatan yang lebih menyeluruh dinilai jauh lebih penting untuk menekan risiko sakit ketika kondisi lingkungan memburuk.

El Nino ikut mendorong risiko sakit pada anak

IDAI juga menyoroti dampak El Nino yang tidak berhenti pada panas berkepanjangan. Cuaca ekstrem ini dapat memengaruhi kualitas udara dan kondisi lingkungan secara lebih luas.

Dalam situasi seperti itu, risiko infeksi saluran pernapasan pada anak bisa meningkat, terutama bila kabut asap muncul akibat kebakaran hutan. Panas yang terlalu tinggi juga dapat membuat anak lebih mudah dehidrasi.

Jika cairan tubuh tidak tercukupi, daya tahan tubuh ikut menurun. Pada akhirnya, anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit di tengah lingkungan yang tidak stabil.

Lingkungan bersih ikut menentukan besar kecilnya risiko

Dampak perubahan iklim tidak berdiri sendiri. IDAI menyebut kondisi udara, sanitasi, dan lingkungan sekitar saling berkaitan dalam menentukan tingkat ancaman penyakit pada anak.

Selain gangguan pernapasan dan dehidrasi, cuaca panas berkepanjangan juga dapat memicu peningkatan penyakit yang menular melalui nyamuk, termasuk demam berdarah. Saat masyarakat menampung air di ember atau bak, tempat itu bisa menjadi lokasi berkembang biak nyamuk bila tidak ditutup rapat.

Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan anak. Menutup tempat penampungan air dan menjaga area sekitar tetap bersih dapat membantu menekan risiko penularan penyakit.

Langkah yang perlu dijaga orang tua

IDAI meminta orang tua kembali ke kebiasaan dasar yang sering justru paling berpengaruh. Imunisasi lengkap, pola hidup sehat di rumah, kecukupan cairan, dan lingkungan yang bersih perlu dijaga bersama.

Suplemen tetap dapat dipakai sebagai pendukung, tetapi tidak bisa menggantikan perlindungan yang lebih utuh. Dengan kombinasi langkah dasar tersebut, daya tahan tubuh anak diharapkan lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

Orang tua juga diminta peka terhadap tanda bahaya pada anak. Demam tinggi, sesak napas, lemas, atau tanda dehidrasi perlu segera mendapat penanganan medis agar kondisi tidak berkembang lebih berat.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version