Impian Bertemu Idola K-Pop Menguji Persahabatan Shenina Cinnamon dan Jenar di Minimarket

Di balik cerita ringan tentang penggemar K-Pop, Night Shift for Cuties membawa konflik yang terasa dekat dengan kehidupan anak muda. Serial original Netflix ini menempatkan Shenina Cinnamon sebagai Muti, sosok pekerja keras yang harus memikul tanggung jawab keluarga sambil tetap mengejar ruang untuk dirinya sendiri.

Karakter Muti digambarkan seperti banyak anak muda usia 20-an yang hidup di bawah tekanan pekerjaan dan urusan rumah. Dalam konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Shenina menyebut Muti sebagai figur yang terus berjuang di tengah beban hidup yang tidak ringan.

Di tengah situasi itu, Muti mencari pelarian lewat musik dan idol K-Pop yang ia kagumi. Dukungan emosional dari hal yang ia sukai menjadi semacam tenaga tambahan ketika kehidupan sehari-hari justru terasa melelahkan.

Cerita kemudian bergerak ke hubungan Muti dengan Jenar, sahabat sekaligus rekan kerja di minimarket. Keduanya sama-sama mengidolakan grup K-Pop fiktif Purple Tea dan sama-sama punya impian untuk bisa pergi ke Korea Selatan serta bertemu langsung dengan para idola mereka.

Dari titik yang tampak sederhana itu, konflik mulai tumbuh pelan. Keinginan yang sama tidak hanya mempertemukan mereka dalam satu tujuan, tetapi juga membuka ruang persaingan yang perlahan menguji kedekatan persahabatan mereka.

Night Shift for Cuties memanfaatkan latar yang akrab dan dekat dengan keseharian, tetapi konflik di dalamnya tidak berhenti pada soal fandom. Serial ini juga menyinggung kerja keras, tekanan ekonomi keluarga, dan standar kecantikan yang masih membayangi anak muda.

Peran Jenar dimainkan oleh pendatang baru Nadya Syarifa, yang dikenal sebagai penyanyi dan podcaster. Ia direkrut langsung oleh sutradara Monica Vanesa Tedja setelah ditemukan lewat Instagram.

Nadya mengaku tertarik saat menerima referensi karakter dari tim kreatif. Nama XG dan NewJeans yang disebutkan sebagai acuan membuatnya semakin yakin dengan proyek tersebut.

Sementara itu, Purple Tea dirancang sebagai grup fiktif yang mengambil inspirasi dari sejumlah grup K-Pop populer. Monica Vanesa Tedja menyebut XG menjadi rujukan untuk sisi kepribadian, sedangkan NewJeans memberi pengaruh pada arah musiknya.

Kehadiran Purple Tea juga memberi ruang representasi yang lebih luas lewat karakter Boki, anggota grup yang bertubuh plus-size. Penulis Aline Djayasukmana ingin menantang batas lama soal siapa yang dianggap pantas menjadi bintang pop.

Pendekatan itu membuat serial ini tidak hanya bicara tentang fanatisme terhadap idola, tetapi juga tentang cara industri membentuk dan menilai tubuh perempuan. Di saat yang sama, kisahnya tetap dijaga ringan lewat energi persahabatan dan ambisi dua tokoh utamanya.

Night Shift for Cuties hadir sebagai serial original Netflix dengan delapan episode. Setiap episode berdurasi di bawah 30 menit, sehingga formatnya terasa ringkas untuk penonton yang menyukai tontonan cepat.

Serial ini mulai tayang pada 4 Juni 2026. Selain Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa, serial ini juga dibintangi Emir Mahira dan membawa warna coming-of-age yang segar.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button