Ketahanan layanan digital kini tidak cukup hanya mengandalkan proteksi dasar. Saat serangan DDoS semakin sulit diprediksi dan bergerak dalam skala besar, IDCloudHost memilih memperkuat pertahanan lebih awal agar trafik berbahaya bisa dihentikan sebelum mencapai server pelanggan.
Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi dengan StormWall untuk memperbesar kapasitas mitigasi anti-DDoS regional hingga 1 Tbps. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan ingin memastikan bisnis pelanggan tetap berjalan stabil meski menghadapi gangguan trafik yang agresif.
Proteksi yang bergerak lebih dekat ke sumber serangan
IDCloudHost menyalurkan kapasitas proteksi regional lewat node scrubber di Singapura, Hong Kong, dan Jakarta. Skema ini membuat proses penyaringan trafik bisa berjalan lebih cepat dan stabil ketika serangan meningkat.
Model itu juga membantu sistem memilah trafik berbahaya sebelum masuk lebih jauh ke server tujuan. Bagi pelanggan, pendekatan ini penting karena layanan digital harus tetap responsif saat beban trafik melonjak akibat serangan.
Chief Technology Officer IDCloudHost, Faisal Reza, menilai pola serangan DDoS kini jauh lebih kompleks dan masif dibanding sebelumnya. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan proteksi berkapasitas besar dan respons cepat menjadi semakin mendesak.
Tiga lapisan perlindungan untuk kebutuhan berbeda
Layanan anti-DDoS IDCloudHost dibangun dalam tiga lapisan utama, yaitu website protection, server protection, dan network protection. Setiap lapisan disiapkan untuk menangani risiko pada level infrastruktur yang berbeda sesuai kebutuhan pelanggan.
Pada level website, sistem melakukan filtering trafik untuk menurunkan beban server agar akses tetap terjaga saat terjadi lonjakan permintaan akibat serangan. Pada level server, proteksi mencakup layanan TCP dan UDP tanpa pembatasan port maupun volume trafik serangan.
Filtering pada lapisan server ini berjalan di layer 3 hingga layer 5 model OSI. Skema tersebut dipakai untuk menghadapi beragam jenis serangan DDoS agar server tetap stabil di tengah tekanan trafik tinggi.
Analisis real-time dan perlindungan otomatis
Di level jaringan, sistem melakukan analisa trafik secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih cepat. IDCloudHost juga menyediakan proteksi DNS, notifikasi otomatis, dan dukungan API agar pelanggan dapat memantau kondisi jaringan dan merespons ancaman dengan sigap.
Perusahaan menyebut DDoS Protection Network diberikan secara inklusif kepada seluruh pelanggan tanpa pembatasan trafik maupun port. Sistem proteksi juga berjalan otomatis sejak layanan aktif, sehingga pengguna tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan.
IDCloudHost turut memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi anomali trafik, menganalisis pola serangan, dan memprediksi potensi ancaman sebelum serangan terjadi. Pendekatan ini digunakan untuk mempercepat identifikasi serangan yang bentuknya terus berubah.
Ditarik untuk sektor yang paling bergantung pada stabilitas
Kolaborasi IDCloudHost dan StormWall menyasar sektor dengan potensi trafik tinggi seperti perbankan, penyedia layanan internet atau ISP, pendidikan, dan pemerintahan. Kebutuhan perlindungan di sektor-sektor itu dinilai tinggi karena gangguan layanan dapat langsung berdampak pada aktivitas publik dan bisnis.
Selain perlindungan teknis, perusahaan juga menyiapkan technical support 24 jam dan layanan konsultasi. Dukungan ini diberikan agar pelanggan bisa menyesuaikan perlindungan dengan skala infrastruktur yang digunakan dan tetap mendapat respons saat muncul indikasi serangan.
Faisal mengatakan fokus perusahaan adalah menghadirkan solusi yang siap digunakan dan memberi dampak nyata bagi bisnis. Ia juga menyebut kapasitas hingga 1 Tbps di regional itu diperkuat dengan dukungan teknologi global hingga lebih dari 5 Tbps.
Source: teknologi.bisnis.com




