iCAR Masuk Indonesia Dengan Ekosistem Kustom, SUV Listriknya Dibuat Jadi Ekspresi Diri

Kustomisasi menjadi kartu utama iCAR saat masuk ke pasar Indonesia. Bagi brand ini, mobil listrik tidak berhenti sebagai alat transportasi, melainkan juga ruang untuk menampilkan selera dan karakter pemiliknya.

Pendekatan tersebut terlihat kuat pada V23 dan jajaran model lain yang dibawa iCAR. Sasarannya jelas, yaitu konsumen yang suka petualangan, hidup dinamis, dan terbuka pada hal-hal baru.

Di Wuhu, Chery Group memperlihatkan arah itu lewat iCAR Co-Creation Ecosystem Center. Area ini dirancang agar pengguna ikut terlibat dalam proses personalisasi, sehingga mobil diperlakukan sebagai produk gaya hidup yang bisa dibentuk sesuai kebutuhan.

Mobil listrik dengan identitas gaya hidup

Cara iCAR membangun citra berbeda dari banyak merek lain di bawah naungan Wuhu. Chery Group bahkan memproyeksikan iCAR untuk bersaing dengan Jeep dan mobil sejenis, sehingga karakter mereknya diarahkan agar lebih tegas.

Di situ, kustomisasi bukan sekadar pelengkap. iCAR menjadikannya inti daya tarik agar mobil terasa lebih dekat dengan ekspresi diri pemilik, bukan hanya sebagai kendaraan harian.

V23 jadi contoh paling jelas

V23 tampil sebagai model yang paling mudah menunjukkan arah tersebut. SUV listrik ini membawa desain retro klasik yang memang disiapkan untuk menerima banyak ubahan di berbagai bagian.

Hasilnya, satu unit bisa tampil berbeda dari unit lain. Pembeli dapat memberi sentuhan yang mencerminkan kepribadian masing-masing, sehingga pengalaman personalisasi terasa lebih menonjol.

Pendekatan ini juga mendekatkan rasa personalisasi ke pengalaman mobil premium bermesin bensin. Bedanya, iCAR membawanya ke mobil listrik yang diposisikan lebih terjangkau dan dikemas sebagai produk gaya hidup baru.

Co-Creation Ecosystem Center dan part original

Dalam kunjungan OTO Group ke kantor pusat Chery Group di Wuhu, iCAR menampilkan tiga mobil yang sudah dikustom di booth mereka. Area itu disebut Co-Creation Ecosystem Center, sebuah model bisnis yang berorientasi penuh pada pengguna.

Konsep seperti ini memang bukan hal yang benar-benar baru di dunia otomotif. Namun iCAR mengemasnya menjadi ekosistem yang jelas, dengan keterlibatan pabrikan yang kuat serta pilihan part original yang beragam untuk konsumen.

V27 hadir dengan dua karakter berbeda

Selain V23, dua SUV REEV V27 juga memperlihatkan cara iCAR membaca selera pasar. Satu unit mengusung tema adventure dengan warna hijau pekat, sementara unit lainnya membawa nuansa safari berkelir beige yang mengingatkan pada gurun pasir.

Di sisi lain, V23 yang dipajang hadir dengan sentuhan lifestyle yang memadukan warna krom dan hijau. Perbedaan itu menunjukkan bahwa satu model bisa dibentuk menjadi kendaraan dengan karakter petualang, kasual, atau eksploratif sesuai arah kustomisasi.

Tema klasik yang dipertahankan

iCAR juga ingin menunjukkan bahwa produk klasik tetap punya daya tarik di era energi baru. Brand ini berupaya menghadirkan produk klasik yang khas, dengan identitas budaya yang menonjol dan terasa berbeda dari arus utama.

Pesan itu tidak hanya hadir pada mobil yang dipamerkan. Seluruh area booth dibuat bernuansa gaya hidup lewat benda-benda yang lekat dengan hobi dan memori lama, seperti lagu, tema fotografi, piringan hitam, diecast mobil klasik, dan kamera jadul.

Dengan kombinasi desain retro, kustomisasi yang luas, dan ekosistem co-creation yang melibatkan pengguna, iCAR membangun posisi yang tidak hanya berbicara soal mobil listrik. V23 dan model lain diarahkan menjadi bagian dari ekspresi diri, bukan sekadar kendaraan yang dipakai dari hari ke hari.

Source: carvaganza.com

Baca Juga

Back to top button