Di tengah tren kendaraan listrik yang makin serius melirik dunia off-road, GMC memilih cara yang cukup berani untuk memperlihatkan arah desain barunya. Merek di bawah General Motors itu membuka studio desain canggih di Pasadena, California, sambil menampilkan dua konsep Hummer X yang justru ditegaskan tidak akan masuk jalur produksi.
Langkah itu menarik karena kedua kendaraan ini bukan sekadar pajangan. GMC membingkai Hummer X sebagai ajang eksplorasi bagi tim desain, manufaktur, dan riset untuk mencari wilayah baru dalam teknologi dan teknik kendaraan, meski sejak awal disebut sebagai konsep murni tanpa niat diproduksi.
Lebih kompak, tapi tetap agresif
Daya tarik utama Hummer X ada pada proporsinya. GMC merancangnya lebih kecil dari Hummer EV, baik dalam bentuk pickup maupun SUV, sehingga tampil lebih rapat dan modern untuk karakter off-road.
Hummer X truck memiliki panjang 207,3 inci, atau 9,5 inci lebih pendek dari Hummer EV pickup. Sementara Hummer X SUV memiliki panjang 188,3 inci, 8,5 inci lebih pendek dari Hummer EV SUV.
Perbedaannya tidak berhenti di panjang. Lebarnya 80 inci, hampir 7 inci lebih sempit, dan tingginya sekitar 7 inci lebih rendah untuk kedua model. GMC juga membuka data sudut approach, departure, dan breakover, menegaskan bahwa konsep ini tetap dipikirkan serius untuk medan berat.
Siap untuk medan berat dan bisa diubah-ubah
GMC menyebut Hummer X bisa mendefinisikan ulang kemampuan EV kelas menengah di medan berat. Untuk mendukung klaim itu, dua konsep ini dibekali ban 35 hingga 37 inci, beadlock wheels, shock Multimatic, serta perlindungan bawah bodi yang serius.
Selain itu, Hummer X dibuat sangat fleksibel dari sisi bentuk dan fungsi. GMC menyiapkan fender flare yang dapat dilepas, tampilan interior bertingkat, dan teknik produksi baru yang mendukung konfigurasi kendaraan yang lebih beragam.
Pendekatan ini membuat Hummer X terasa seperti kendaraan konsep yang tidak hanya memancing perhatian, tetapi juga menguji kemungkinan nyata dalam desain dan manufaktur. Walaupun begitu, GMC tetap menutup pintu produksi dengan tegas.
Flex Fab jadi penentu bentuk
Salah satu elemen paling penting di balik desain Hummer X adalah proses cetak logam 3D bernama Flex Fab. Teknologi ini memungkinkan GMC membentuk siluet datar dengan atap rata, tepi membulat, sambungan las laser, dan baut presisi yang terlihat.
Hasil akhirnya memberi karakter yang fungsional sekaligus mudah dikenali. Dari kejauhan, desain Hummer X bahkan masih terasa dekat dengan Hummer EV produksi, meski GMC menegaskan keduanya hanya konsep.
Empat pilar pengembangan
GMC menjelaskan Hummer X di atas empat pilar, yakni reconfigurability, capability, community, dan sustainability. Reconfigurability terlihat dari metode produksi baru dan komponen interior modular, sedangkan capability diwujudkan lewat kemampuan off-road yang nyata.
Pilar community diarahkan pada sosok “builder maker”, yaitu pengguna yang membangun, memodifikasi, lalu berbagi kendaraan dengan komunitas yang memahami dunia itu. GMC juga menambahkan Hummer Hub, rangkaian aplikasi terkoneksi yang bisa mengikat drone agar terbang di depan mobil dan mengirim data medan secara real time ke kendaraan.
Di sisi sustainability, GMC memakai material daur ulang dalam produksi serta komponen modular yang bisa dipertukarkan, dibagikan, dan diedarkan ulang oleh pengguna. Merek tersebut menyebut pendekatan itu sebagai bagian dari ekonomi sirkular di sekitar kendaraan dan ekosistem penggunanya.
Meski detail yang dibuka terasa sangat matang, status Hummer X tidak berubah. GMC tetap menyebut Hummer X truck dan SUV sebagai konsep murni tanpa rencana produksi, sehingga dua kendaraan ini lebih berfungsi sebagai sinyal arah desain ketimbang calon model baru di pasar.





