Huawei Kian Menguat Di China, Nvidia Mengaku Kehilangan Pasar Chip AI Penting

Tekanan di pasar chip AI China kini makin terasa bagi Nvidia. Jensen Huang secara terbuka mengakui perusahaan itu telah “kebobolan besar” dan ruang yang kosong segera diisi Huawei, yang kini tampil sebagai kekuatan utama di ekosistem chip AI lokal.

Pergeseran ini menjadi lebih tajam karena pembatasan ekspor chip AI canggih dari Amerika Serikat justru mendorong penguatan pemain domestik. Di saat Nvidia kehilangan pijakan, Huawei memanfaatkan celah itu untuk membangun kemampuan chip AI sendiri dan memperkuat posisinya di pasar China.

Huawei menguat saat Nvidia tersingkir

Huang menilai permintaan di China masih sangat besar, tetapi pasar tersebut sekarang bergerak dengan ekosistem lokal yang semakin solid. Ia menyebut Huawei “sangat, sangat kuat” dan bahkan mencetak rekor tahunan.

Menurut Huang, Nvidia pada praktiknya sudah terpinggirkan setelah meninggalkan pasar tersebut. Ia juga menegaskan bahwa ekosistem chip lokal China berjalan cukup baik karena celah yang ditinggalkan perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Pembatasan ekspor mengubah peta persaingan

Titik balik utama datang ketika pemerintahan Trump memberi tahu Nvidia pada April lalu bahwa perusahaan memerlukan lisensi untuk mengekspor chip ke China dan beberapa negara lain. Sejak saat itu, Nvidia efektif tersingkir dari salah satu pasar data center terpentingnya.

Sebelumnya, pasar China menyumbang setidaknya seperlima pendapatan data center Nvidia. Pembatasan ekspor yang ketat kemudian mengubah posisi itu secara drastis dan memberi ruang lebih besar bagi kompetitor lokal.

Nvidia masih kuat secara global

Meski terpukul di China, kinerja Nvidia di pasar global tetap sangat kuat. Perusahaan melaporkan pendapatan melonjak 85% menjadi US$81,62 miliar pada awal 2026 dibandingkan periode sebelumnya.

Nvidia juga mengumumkan rencana buyback senilai US$89 miliar dan menaikkan pembayaran dividen. Namun, Huang tetap menilai hilangnya pasar China sebagai kerugian besar bagi perusahaan.

Harapan pembukaan pasar masih tipis

Huang memberi nada sangat hati-hati soal peluang pembukaan kembali pasar China dalam waktu dekat. Ia mengatakan Nvidia sudah meminta investor untuk tidak mengharapkan apa pun terkait persetujuan penjualan chip canggih ke negara tersebut.

“Saya tidak memiliki ekspektasi apa pun,” kata Huang kepada CNBC International. Ia menambahkan bahwa perusahaan telah memberi tahu analis dan investor agar tidak berharap pada persetujuan baru.

Meski begitu, Nvidia belum menutup pintu sepenuhnya. Huang mengatakan perusahaan akan sangat senang melayani pasar China lagi jika kondisi memungkinkan, apalagi Nvidia sudah beroperasi di China selama 30 tahun dan masih memiliki banyak pelanggan serta mitra di sana.

Chip H200 belum punya kepastian

Huang baru saja ikut hadir dalam pertemuan puncak Trump dengan Xi Jinping di Beijing pada pekan lalu setelah diajak di menit-menit terakhir. Namun, kunjungan itu belum memberi kejelasan apakah chip H200 Nvidia akan diizinkan masuk ke China.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa beberapa perusahaan China telah menerima persetujuan dari Kementerian Perdagangan AS untuk membeli chip H200. Perusahaan yang disebut antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.

Namun, seorang perwakilan perdagangan AS mengatakan kontrol ekspor chip bukan bagian dari diskusi dalam pembicaraan dengan China pekan lalu. Artinya, pelonggaran besar atas pembatasan penjualan H200 masih jauh dari pasti.

Nvidia tetap memburu pertumbuhan di luar China

Di tengah tekanan geopolitik, Nvidia terus memperluas rantai pasokannya secara agresif. Huang menyebut langkah itu sebagai peluang pertumbuhan besar dalam ekonomi AI yang lebih luas.

Ia juga mengatakan gagasan perusahaan yang menjadi berkali-kali lebih besar bukanlah hal yang mustahil. Nvidia, menurut dia, berinvestasi di seluruh lapisan industri AI yang ia sebut sebagai “kue lima lapis”.

Lima lapisan itu mencakup energi, chip, infrastruktur, model, dan aplikasi. Huang mengatakan prioritas utama Nvidia saat kas perusahaan terus bertambah adalah mendukung pemasok agar rantai pasok bisa mengikuti lonjakan permintaan.

“Saat kami tumbuh ratusan miliar dolar sekaligus, kami harus mendukung rantai pasokan kami sehingga mereka dapat mendukung pertumbuhan kami,” kata Huang. Di saat Nvidia masih mengejar ekspansi besar secara global, pasar China justru menjadi medan paling sulit bagi perusahaan itu.

Source: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version