Honda dan Acura mulai memperlihatkan jarak strategi yang makin jelas di pasar Amerika Utara. Satu merek bergerak lebih cepat ke hybrid premium, sementara yang lain tetap menjaga mobil bensin agar tidak menjauh dari pembeli yang sangat memperhatikan harga.
Perbedaan itu penting karena keduanya berada dalam kelompok yang sama, tetapi menyasar kebutuhan yang tidak identik. Acura diposisikan untuk membawa elektrifikasi ke arah performa dan citra mewah, sedangkan Honda masih memikirkan bagaimana mobil bermesin pembakaran tetap terjangkau untuk pasar massal.
Gary Robinson, chief planning American Honda, menegaskan bahwa Honda masih melihat masa depan untuk kendaraan pembakaran biasa. Sikap itu terutama berlaku di segmen yang sangat sensitif terhadap harga, tempat biaya bulanan masih jadi pertimbangan utama banyak pembeli.
Di sisi Acura, arah yang diambil justru lebih agresif meninggalkan mesin bensin murni. Robinson menyebut pembeli mobil mewah sudah menerima elektrifikasi dalam jumlah besar, dan porsi itu diperkirakan terus naik di segmen premium.
Karena itu, hybrid berikutnya dari Acura tidak hanya diarahkan untuk efisiensi. Fokusnya juga pada performa, sesuai karakter merek premium yang ingin tetap terasa lebih agresif di balik elektrifikasi.
Arah tersebut sudah mulai terlihat dari Acura Hybrid SUV Prototype yang baru dipratinjau Honda. Konsep itu hampir pasti memberi petunjuk ke arah RDX generasi berikutnya, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa hybrid akan menjadi jalur utama Acura ke depan.
Honda masih menjaga harga tetap masuk akal
Berbeda dengan Acura, Honda memilih langkah yang lebih hati-hati. Merek ini masih harus mempertahankan aksesibilitas, sehingga pembaruan untuk kendaraan bermesin pembakaran akan dilakukan secara selektif agar harga jual tetap kompetitif.
Strategi tersebut membuat model inti Honda tidak langsung berubah menjadi lini elektrifikasi yang lebih mahal. Dengan cara ini, Honda tetap bisa bertahan di segmen volume besar tanpa kehilangan daya tarik utamanya sebagai merek yang ramah kantong.
Pendekatan itu juga sejalan dengan kondisi industri yang belum bergerak mulus ke arah kendaraan listrik penuh. Setelah mengalami kerugian besar dan melihat permintaan EV melambat, Honda menilai hybrid sebagai jembatan yang paling aman menuju masa depan yang lebih listrik.
Satu basis, dua arah produk
Meski jalur strateginya berbeda, Honda dan Acura tetap akan berbagi teknologi hybrid yang sama dalam beberapa tahun ke depan. Namun, hasil akhirnya akan tetap disesuaikan dengan karakter masing-masing merek.
Dua konsep yang baru dipamerkan memberi gambaran yang cukup jelas. Satu adalah Acura Hybrid SUV Prototype, sedangkan satunya lagi sedan fastback Honda yang lebih licin dan memberi isyarat untuk arah masa depan Accord atau Civic.
Keduanya memakai basis hybrid baru yang dijadwalkan hadir pada 2027. Honda mengatakan platform itu akan memangkas biaya produksi secara substansial, sekaligus meningkatkan efisiensi dan memperbaiki dinamika berkendara.
Teknologi listrik untuk model yang lebih besar
Honda juga menyiapkan sistem electric all-wheel-drive baru untuk kendaraan yang lebih besar. Teknologi ini akan dipakai pada model seperti Pilot, Passport, Ridgeline, dan MDX.
Langkah itu membuat paket elektrifikasi Honda dan Acura makin saling terhubung, meski tujuan produknya tetap berbeda. Acura bergerak lebih cepat ke arah hybrid premium, sementara Honda masih memegang teguh mobil bensin murah sebagai pilihan utama bagi pembeli arus utama.
Perbedaan arah itu makin terasa setelah Honda menarik diri dari sejumlah proyek EV besar di Amerika Utara. Proyek yang dimaksud mencakup 0 Saloon, 0 SUV, dan Acura RSX EV, yang kini masuk dalam penyesuaian strategi yang lebih realistis.
Source: www.carscoops.com