Honda CUV e: Stellar tampil bukan sebagai motor listrik yang mengejar label paling murah, melainkan sebagai skuter yang membawa rasa lebih premium sejak awal. Pendekatan ini membuat posisinya berbeda di tengah pasar motor listrik yang kerap dipenuhi perang harga.
Kesan itu langsung terlihat dari paket yang dibawa. Ada layar TFT 7 inci, sistem baterai tukar, hingga karakter berkendara yang diarahkan agar terasa lebih matang untuk pemakaian harian.
Desain dibuat lebih rapi dan proporsional
Secara tampilan, CUV e: Stellar mengusung bodi yang bersih dan proporsional. Dimensinya tercatat memiliki panjang 1.889 mm, lebar 664 mm, tinggi 1.096 mm, ground clearance 139 mm, serta wheelbase 1.310 mm.
Ukuran tersebut membuat motor ini terasa lebih besar dari banyak motor listrik kelas bawah. Honda juga menjaga eksteriornya tetap minimalis, dengan garis bodi yang mengalir dan tanpa ornamen berlebihan.
Bagian depan memakai lampu LED horizontal dengan tampilan tajam. Sisi samping menonjol lewat dek rata, lekukan yang sederhana, dan velg 12 inci dengan ban 100/90 di depan dan belakang.
Di bagian belakang, pendekatannya tetap sama. Lampu LED dibuat memanjang dan menyatu dengan bodi, sementara fender belakang dibuat ringkas agar tampilannya tetap bersih.
Kokpit digital jadi pembeda utama
Masuk ke area kokpit, Honda memasang layar TFT 7 inci. Panel ini berfungsi memantau kondisi motor secara aktual sekaligus memperkuat nuansa modern yang menjadi ciri utama model ini.
Kehadiran panel digital itu membuat CUV e: Stellar terasa lebih serius dibanding skuter listrik biasa. Informasi berkendara disajikan dengan ringkas, sehingga mendukung penggunaan harian tanpa kesan rumit.
Dibekali dua baterai dan sistem tukar daya
Pada bagian penggerak, motor ini memakai motor DC Brushless mid-drive. Sumber energinya berasal dari dua baterai Honda Mobile Power Pack:e berkapasitas 2,6 kW dengan skema swap dan charge.
Model pengelolaan daya seperti ini memberi dua jalur praktis bagi pengguna. Baterai bisa diisi daya di rumah, atau ditukar saat membutuhkan cara yang lebih cepat untuk tetap bergerak di perkotaan.
Untuk pengisian daya, Honda menyebut durasi 0 sampai 100 persen sekitar enam jam. Sementara pengisian dari 25 persen ke 75 persen membutuhkan sekitar 2,7 jam.
Tenaga diarahkan untuk kebutuhan kota
Dari sisi performa, CUV e: Stellar menghasilkan tenaga 8 HP atau 6 kW pada 3.500 rpm. Torsinya mencapai 22 Nm pada 2.300 rpm, dengan kecepatan puncak 83 km/jam.
Angka tersebut memperlihatkan orientasi yang jelas ke mobilitas urban. Motor ini tidak dibangun untuk mengejar top speed tinggi, melainkan untuk memberi respons yang terasa pas dalam rutinitas harian.
Honda juga menyiapkan tiga mode berkendara, yaitu Econ, Standar, dan Sport. Mode Econ cocok untuk penggunaan yang lebih efisien, sedangkan dua mode lainnya memberi pilihan karakter berkendara yang lebih umum atau lebih responsif.
Rasa berkendara yang dibuat lebih halus
Salah satu pembeda yang paling menonjol ada pada sistem Direct Drive. Teknologi ini diklaim membuat distribusi tenaga terasa lebih halus dan minim getaran.
Karakter tersebut penting bagi motor listrik yang dipakai setiap hari. Hasilnya, CUV e: Stellar menawarkan sensasi berkendara yang lebih tenang, nyaman, dan terasa lebih matang.
Dengan bodi yang lebih besar, layar TFT 7 inci, dua baterai Honda Mobile Power Pack:e, serta tiga mode berkendara, CUV e: Stellar jelas diarahkan untuk pengguna yang ingin naik kelas. Model ini menempatkan nilai premium di depan, bukan sekadar mengejar harga serendah mungkin.