Sony memilih jalur yang tidak biasa untuk INZONE H6 Air. Alih-alih mengejar desain tertutup seperti headset gaming pada umumnya, perangkat ini hadir dengan format open-back yang langsung menonjol di lini INZONE.
Langkah itu membuat H6 Air terasa penting bukan hanya karena bentuknya, tetapi juga karena posisinya sebagai headset open-back pertama di keluarga INZONE. Di pasar aksesori gaming India yang semakin ramai, Sony tampak ingin menawarkan opsi yang menempatkan kenyamanan dan karakter audio di atas pendekatan yang serba konvensional.
Dirancang untuk dipakai lama
Salah satu daya tarik paling kuat dari INZONE H6 Air ada pada bobotnya yang sangat ringan. Sony menyebut model ini sebagai headset INZONE paling ringan sejauh ini, dengan berat hanya 199 gram.
Bobot itu dipadukan dengan desain akustik open-back untuk membantu menghadirkan soundstage yang lebih luas. Hasilnya, suara arah dapat terdengar lebih jelas, baik saat bermain gim kompetitif maupun saat menikmati gim berbasis cerita.
Sony juga memakai housing aluminium dengan perforasi yang mereka sebut “Graduated Hole Design”. Rancangan ini ditujukan untuk memperlancar aliran udara ketika headset digunakan dalam durasi panjang.
Di bagian atas, Sony menambahkan suspender-style headband seperti yang ada pada INZONE H9 II. Desain ini membantu membagi tekanan secara lebih merata di kepala pengguna.
Fokus audio yang lebih terarah
Untuk urusan suara, INZONE H6 Air membawa driver dinamis 40 mm. Sony menyebut konfigurasi ini terinspirasi dari headphone monitor studio profesional MDR-MV1 miliknya.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memberi pemisahan audio yang lebih baik. Bass dijaga tetap terkontrol, sementara frekuensi menengah dan tinggi dibuat terdengar lebih jelas.
Headset ini juga mendukung 360 Spatial Sound for Gaming. Selain itu, Sony menambahkan profil equalizer RPG dan Adventure yang dikembangkan bersama PlayStation Studios.
Bagi pemain yang mengandalkan posisi suara, kombinasi itu memberi nilai tambah yang jelas. Pengguna juga mendapat pilihan karakter suara yang lebih sesuai dengan genre permainan tertentu.
Mikrofon dan koneksi yang fleksibel
Di sisi komunikasi, Sony menyematkan mikrofon boom cardioid yang bisa dilepas. Mikrofon ini dibuat untuk membantu mereduksi suara sekitar dan menjaga kejernihan suara saat berbicara.
Untuk konektivitas, INZONE H6 Air mendukung sambungan kabel 3,5 mm. Sony juga menyertakan USB Type-C audio box untuk pemrosesan audio tambahan dan penyesuaian lewat aplikasi INZONE Hub.
Kompatibilitasnya tergolong luas untuk kelas headset gaming premium. Perangkat ini bisa digunakan dengan PC, PlayStation 5, Xbox, smartphone, dan Nintendo Switch.
Masuk ke kelas premium
Sony memasarkan INZONE H6 Air di India dengan harga 17,990 rupee. Posisi harga itu menempatkannya di segmen premium, sejajar dengan nama seperti Razer BlackShark V2 Pro dan SteelSeries Arctis Nova 7.
Dengan banderol tersebut, targetnya tampak jelas bukan pengguna entry-level. Sony lebih mengarah ke gamer yang mencari kombinasi kenyamanan, audio imersif, dan dukungan lintas perangkat dalam satu paket.
Kehadiran desain open-back di lini INZONE memberi warna baru bagi strategi Sony di ranah audio gaming. Di India, H6 Air hadir sebagai alternatif bagi pengguna yang lebih memprioritaskan bobot ringan dan panggung suara terbuka daripada headset tertutup yang lebih umum.
Source: tech.sportskeeda.com