Harga Vario Street 125 Di Vietnam Lebih Tinggi, Versi Lokal Ternyata Lebih Rasional

Bagi calon pembeli, perbedaan paling terasa dari Honda Vario Street 125 justru tidak ada pada mesin atau fiturnya, melainkan pada cara motor itu sampai ke tangan konsumen. Di Indonesia, model ini hadir sebagai produk resmi PT Astra Honda Motor, sedangkan di Vietnam unit yang beredar masuk sebagai Completely Built Up dari Indonesia lewat importir umum.

Perbedaan jalur penjualan itu membuat nilai kepemilikan terasa tidak sama. Versi lokal mendapat dukungan jaringan diler resmi dan kepastian layanan purnajual yang lebih jelas, sementara unit CBU di Vietnam lebih mengandalkan status distribusi swasta.

Isi teknisnya sama persis

Kalau berbicara soal paket produk, Vario Street 125 di dua pasar ini nyaris tidak memberi celah pembeda. Desainnya sama-sama memakai setang terbuka tanpa pelindung, panel instrumen digital terpisah, dan bodi bergaris tajam yang memberi kesan sporty.

Mesinnya pun identik, yaitu 124,8 cc SOHC 4-tak dengan teknologi enhanced Smart Power atau eSP dan pendinginan cair. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis V-Matic, dengan torsi maksimum 10,8 Nm.

Honda juga mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai 51,7 kilometer per liter. Untuk kebutuhan harian, motor ini punya bagasi bawah jok 18 liter dan kompartemen depan dengan power outlet USB Type-C berdaya maksimal 5V 3A.

Fitur keselamatan dan kenyamanan tetap serupa

Perlengkapan lampu pada kedua motor dibuat sama, mulai dari lampu depan, sein, hingga lampu belakang yang sudah Full LED. Di sisi keamanan, keduanya menggunakan Smart Key System atau keyless.

Sistem itu dipadukan dengan Alarm Anti Maling dan Answer Back System. Untuk pengereman, Honda memasang Combi Brake System atau CBS serta cakram bergelombang atau wavy disc.

Harga justru membuat versi lokal lebih masuk akal

Di Indonesia, All New Honda Vario 125 varian Street dibanderol sekitar Rp26,5 juta OTR Jakarta. Sementara di Vietnam, harganya berada di kisaran 46 juta VND atau sekitar Rp28,5 juta.

Selisihnya lebih dari Rp2 juta, padahal isi produknya tidak menunjukkan tambahan yang berarti. Harga yang lebih tinggi di Vietnam berkaitan dengan pajak impor dan margin distributor swasta, bukan karena mesin atau fitur yang lebih unggul.

Rangka, kaki-kaki, dan warna juga tidak berubah

Motor ini memakai rangka pipa underbone dengan bobot kosong 112 kilogram. Suspensi depan menggunakan teleskopik, sedangkan bagian belakang mengandalkan suspensi tunggal pada lengan ayun.

Ukuran ban depan adalah 90/80 dengan pelek 14 inci, sedangkan ban belakang memakai ukuran 100/80 dengan diameter pelek yang sama. Pilihan warna pabrikan juga tidak disebut berbeda antara pasar Indonesia dan Vietnam.

Dengan komposisi seperti itu, pembeli praktis hanya dihadapkan pada pilihan antara status CBU di Vietnam atau versi lokal di Indonesia. Dari sisi harga, akses pembelian, dan layanan purnajual, versi Indonesia terlihat lebih rasional untuk konsumen yang mencari kepastian setelah motor dibeli.

Baca Juga

Back to top button