Harga yang beredar untuk BYD M6 versi plug-in hybrid langsung membuat pasar MPV keluarga menoleh. Di kisaran Rp 320 jutaan, model ini terdengar seperti tawaran yang bisa mengubah peta persaingan, terutama karena membawa teknologi PHEV ke segmen yang sangat dekat dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Bocoran yang beredar menyebut model tersebut akan hadir sebagai BYD M6 DM-i. Jika informasi ini tepat, BYD tidak hanya menambah pilihan baru, tetapi juga membawa nama M6 ke arah teknologi yang sebelumnya lebih identik dengan mobil berorientasi efisiensi dan fleksibilitas penggunaan.
Isu ini makin kuat karena unit yang diduga sebagai M6 PHEV sudah beberapa kali terlihat diuji jalan di Indonesia dengan kamuflase. Tampilan mobil itu disebut sangat mirip dengan BYD M6 listrik yang sudah lebih dulu dijual di Tanah Air, sehingga spekulasi mengenai versi DM-i terus menguat.
Salah satu petunjuk paling jelas ada pada bagian depan. Area grille atau kisi-kisi terlihat berbeda dari M6 EV, dan ciri seperti itu umum muncul pada kendaraan bermesin bensin atau hybrid. Dari situ, dugaan bahwa BYD sedang menyiapkan versi plug-in hybrid terasa semakin masuk akal.
Jadwal peluncuran yang mulai dibicarakan
Informasi yang beredar menyebut peluncuran dilakukan pada pertengahan Mei 2026. Bahkan, salah satu tenaga penjual BYD disebut menyampaikan tanggal 18 Mei 2026 sebagai momen peluncuran, lengkap dengan opsi pre-booking Rp 5 juta.
Meski begitu, semua detail itu masih berada pada level bocoran jaringan penjualan. BYD sendiri belum memaparkan secara resmi varian, fitur, maupun harga final model tersebut.
Rentang harga yang ikut tersebar juga ikut menarik perhatian, yakni sekitar Rp 320 juta sampai Rp 380 juta. Untuk pasar Indonesia, angka itu membuat teknologi PHEV terasa lebih dekat ke konsumen yang selama ini mungkin menganggapnya berada di kelas harga lebih tinggi.
Mengapa M6 DM-i menjadi sorotan
Nama M6 sendiri sudah lebih dulu dikenal lewat versi listriknya di Indonesia. Karena itu, kemunculan versi DM-i berpotensi memberi BYD jalan untuk memperluas lini model yang sudah punya basis pengenalan di pasar lokal.
Di segmen MPV, kehadiran PHEV bisa menjadi opsi baru bagi keluarga yang menginginkan efisiensi lebih baik tanpa sepenuhnya bergantung pada mobil listrik murni. Format MPV juga tetap menjadi salah satu yang paling penting di Indonesia karena cocok untuk kebutuhan mobil keluarga dan mobilitas harian.
Teknologi DM-i yang sedang disiapkan
BYD secara global memang memiliki teknologi DM-i atau Dual Mode Intelligent. Sistem ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu kendaraan, sehingga mobil dapat bergerak dengan tenaga listrik dan tetap didukung mesin bensin sebagai sumber tenaga tambahan.
Dalam skema itu, mesin bensin juga membantu pengisian daya baterai. Posisi PHEV seperti ini membuatnya berada di tengah antara mobil bensin konvensional dan mobil listrik murni.
BYD menyebut teknologi plug-in hybrid tersebut menawarkan efisiensi yang lebih baik dibanding mobil bensin biasa. Di saat yang sama, pengguna tetap mendapat fleksibilitas lebih tinggi karena tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal seperti pada EV murni.
Sinyal dari BYD Indonesia
Kehadiran teknologi DM-i di Indonesia sebenarnya sudah lama menjadi pembicaraan. BYD Indonesia sempat memberi sinyal lewat unggahan di akun Instagram resminya yang menjelaskan cara kerja teknologi BYD Dual Mode.
Langkah itu dipandang sebagai pengenalan awal untuk pasar lokal sebelum teknologi baru tersebut benar-benar meluncur. Di sisi lain, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, juga mengonfirmasi bahwa perusahaan akan segera meluncurkan teknologi baru di Indonesia.
Luther menyebut teknologi itu punya efisiensi jauh di atas mobil bensin konvensional. Ia juga mengatakan performanya setara EV, tetapi dengan fleksibilitas yang lebih tinggi, serta cocok dengan kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini.
Menurut Luther, solusi tersebut juga menjawab ketidakpastian harga BBM. Selain itu, teknologi ini sejalan dengan program transisi energi pemerintah, sehingga posisinya dinilai cukup relevan untuk pasar yang sedang berubah.
Source: otomotif.kompas.com




