Sony sedang menghadapi situasi yang tidak nyaman di lini konsol andalannya. Di satu sisi, PlayStation 5 masih terus terjual dalam jumlah besar secara kumulatif, tetapi di sisi lain laju penjualannya melemah ketika harga justru bergerak naik.
Tekanan itu terlihat jelas pada laporan terbaru perusahaan. Dalam satu kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2026, Sony hanya menjual 1,5 juta unit PS5, turun dari 2,8 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.
Harga yang makin jauh dari titik awal
Masalah utama datang dari harga jual yang kini tidak lagi berada di level peluncuran. Saat pertama hadir, PS5 dibanderol sekitar USD 399 untuk edisi digital dan USD 499 untuk edisi disk.
Sekarang, harga itu sudah naik menjadi sekitar USD 599 untuk edisi digital dan USD 649 untuk edisi disk. Lonjakan terakhir terjadi pada Maret 2026, ketika harga naik hampir USD 100 dari harga rilis.
Sony menyebut kenaikan biaya produksi sebagai penyebab utama. Salah satu komponen yang paling menekan biaya adalah chip memori, sehingga struktur biaya perusahaan ikut terdorong naik.
Penjualan ikut merosot dalam setahun fiskal
Dampak kenaikan harga tidak berhenti di satu kuartal saja. Sepanjang tahun fiskal 2025, total penjualan PS5 turun dari 18 juta unit menjadi 16,5 juta unit.
Secara total, PS5 memang sudah mencapai 93,7 juta unit terjual sepanjang masa. Namun jika dibandingkan dengan PS4 pada fase siklus hidup yang sama, laju PS5 dinilai belum sekuat pendahulunya.
Kondisi itu membuat momentum penjualan PS5 terlihat mulai kehilangan tenaga. Pasar juga memberi sinyal bahwa konsumen tidak lagi menerima kenaikan harga sefleksibel sebelumnya.
Efeknya meluas ke ekosistem PlayStation
Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, menjelaskan bahwa kenaikan biaya komponen tidak hanya memengaruhi konsol. Pendapatan dari perangkat lunak game, PlayStation Plus, dan aksesori juga ikut terdampak.
Menurut Totoki, konsumen semakin enggan membeli perangkat keras lama ketika harganya justru lebih tinggi. Situasi ini berlawanan dengan pola umum yang biasanya diharapkan terjadi pada sebuah konsol setelah beberapa tahun beredar di pasar.
Sony sendiri menyatakan tidak punya rencana menaikkan harga PS5 lagi dalam waktu dekat. Perusahaan ingin mempertahankan struktur harga yang ada setelah beberapa kali penyesuaian dalam setahun terakhir.
Harapan pada game besar dan PS6
Di tengah tekanan itu, Sony masih bertumpu pada Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan rilis pada November. Perusahaan melihat game besar tersebut sebagai katalis yang dapat mendorong minat membeli PS5.
Di saat yang sama, pengembangan PS6 juga terus berjalan. Namun, investasi besar untuk riset, chip, dan hardware generasi berikutnya diperkirakan tetap memberi tekanan pada laba perusahaan dalam waktu dekat.
Dengan kondisi seperti ini, Sony harus menjaga harga PS5 agar tidak semakin menjauh dari konsumen. Pada saat yang sama, perusahaan tetap perlu membiayai pengembangan generasi berikutnya di tengah pasar yang makin sensitif terhadap harga.
Source: telset.id