Batas harga motor listrik kini bergerak lebih rendah setelah subsidi Rp 5 juta per unit mulai berlaku pada awal Juni 2026. Dampaknya langsung terasa di beberapa model yang sebelumnya masih berada di kisaran belasan juta rupiah, lalu turun mendekati harga motor bensin entry-level.
Bagi pembeli yang sedang membandingkan opsi, perubahan ini membuat pasar jauh lebih menarik. Dengan kuota awal 100.000 unit dan potongan harga yang diberikan langsung di dealer, konsumen bisa langsung melihat selisih harga saat transaksi tanpa menunggu proses pengembalian dana.
Aturan pembelian dibuat sederhana
Program ini hanya berlaku untuk WNI berusia minimal 17 tahun yang memiliki KTP aktif. Setiap 1 NIK juga hanya bisa dipakai untuk 1 unit motor, sehingga pembeli perlu memastikan data yang dipakai sesuai.
Verifikasi dilakukan lewat dealer resmi yang sudah terdaftar melalui aplikasi Sisapira, atau Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua. Selain itu, subsidi hanya diberikan untuk motor listrik dengan TKDN minimal 40 persen, jadi status kelayakan model tetap perlu dicek sebelum memilih unit.
Model termurah setelah potongan Rp 5 juta
Di kelompok paling rendah, Yadea T9 jadi salah satu nama yang paling menonjol. Harga normalnya Rp 14,5 juta dan bisa turun menjadi sekitar Rp 9,5 juta setelah subsidi, dengan motor 2.000 W, top speed 80 km/jam, jarak tempuh 80 km, dan baterai lithium graphene.
Polytron Fox 350 juga masuk daftar yang cukup terjangkau, terutama untuk pembeli yang melihat skema sewa baterai. Harganya Rp 15,5 juta dan berpotensi menjadi sekitar Rp 10,5 juta setelah subsidi, dengan daya motor 3.000 W, peak 6.409 W, top speed 90 km/jam, jarak tempuh 130 km, baterai lithium 3,75 kWh, serta waktu isi 4–5 jam.
Indomobil eMotor QT Pro menyasar calon pembeli yang mengejar harga serendah mungkin. Model ini dibanderol Rp 18,8 juta dan turun ke kisaran Rp 13,8 juta setelah subsidi, dengan motor 2.000 W, top speed sekitar 60 km/jam, jarak tempuh 130 km, dan baterai LFP.
Kelas menengah yang terasa seimbang
Di tengah pasar, Alva N3 Next Gen menawarkan paket yang relatif seimbang antara harga dan fitur. Dengan skema sewa baterai Rp 20,5 juta atau sekitar Rp 15,5 juta setelah subsidi, motor ini membawa top speed sekitar 85 km/jam, jarak tempuh sekitar 130 km dengan dua baterai, layar TFT, smart key, dan konektivitas aplikasi Alva.
VinFast Evo juga menarik karena memakai pendekatan tukar baterai fisik. Harga promo early bird hingga 20 Juni 2026 dipatok Rp 17,38 juta, dengan motor BLDC in-wheel 2.450 W, top speed 80 km/jam, jarak tempuh 150 km dengan dua baterai LFP 1,5 kWh, dan proses swap kurang dari 3 menit.
Untuk VinFast, satu hal penting tetap perlu diperhatikan. Status TKDN yang masih CBU disebut masih dalam proses, sehingga konfirmasi langsung ke dealer menjadi langkah penting sebelum transaksi dilakukan.
Pilihan di rentang Rp 18 juta sampai Rp 20 jutaan
VinFast Feliz II hadir dengan paket fitur yang lebih kaya di kelas menengah. Harga promo early bird-nya Rp 18,5 juta dalam skema sewa baterai, lalu membawa motor BLDC 3.000 W dengan peak 5.200 W, top speed 90 km/jam, jarak tempuh 145 km dengan dua baterai, layar TFT, smart key, konektivitas aplikasi, dan swap baterai kurang dari 3 menit.
Gesits Raya E tetap punya tempat tersendiri bagi pembeli yang memprioritaskan jaringan servis. Motor nasional ini dijual Rp 24,99 juta atau sekitar Rp 19,99 juta setelah subsidi, dengan motor 3.000 W, top speed 70 km/jam, jarak tempuh 60 km per baterai, baterai lithium-ion NCM 72V 20Ah, dan waktu isi 3 jam.
Segmen yang lebih tinggi masih ikut terdorong
Di kelas yang lebih mahal, Alva Cervo juga ikut turun mengikuti skema subsidi. Harganya Rp 42,75 juta atau sekitar Rp 37,75 juta setelah subsidi, dengan peak power 9.800 W, top speed 103 km/jam, jarak tempuh 125 km dengan dua baterai, serta layar TFT dan smart key.
Jika dilihat dari harga setelah subsidi, Yadea T9 dan Polytron Fox 350 berada di posisi paling murah. Indomobil eMotor QT Pro cocok untuk kebutuhan harian yang ekonomis, sementara Alva N3 Next Gen dan VinFast Evo menawarkan kombinasi spesifikasi dan fitur yang lebih seimbang.
Di sisi lain, Gesits Raya E dan VinFast Feliz II memberi dua arah pilihan yang berbeda di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 20 jutaan. Gesits mengandalkan reputasi layanan, sedangkan Feliz II menonjol lewat fitur yang lebih premium untuk pengguna yang ingin teknologi lebih lengkap.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa bila kuota awal habis, pemerintah akan membuka tambahan kuota berikutnya. Namun, harga promo early bird dari merek tertentu belum tentu masih berlaku saat kuota lanjutan dibuka, sehingga pembeli perlu memastikan status promo dan kelayakan model langsung di dealer resmi.