Pasar SUV premium kembali mendapat penantang baru lewat Zeekr 8X, model yang langsung menarik perhatian karena menawarkan tenaga sangat besar dalam paket plug-in hybrid. Di tengah persaingan yang makin padat, harga pembuka 298.800 yuan atau sekitar Rp777 jutaan membuat mobil ini terasa menonjol sejak awal.
Yang membuat Zeekr 8X semakin sulit diabaikan bukan hanya angka tenaganya, tetapi juga kombinasi teknologi elektrifikasi 900V, kabin mewah, dan pilihan varian yang cukup beragam. Dengan karakter seperti itu, Zeekr menempatkan 8X sebagai SUV premium yang tidak sekadar mengejar kemewahan, tetapi juga performa dan efisiensi dalam satu produk.
Empat varian, satu arah yang sama
Zeekr 8X dipasarkan dalam empat trim, yakni Max, Ultra, Ultra+, dan Yao Ying sebagai varian tertinggi. Susunan ini memberi ruang bagi konsumen untuk memilih sesuai kebutuhan fitur, kenyamanan, dan performa tanpa keluar dari kelas yang sama.
Harga awalnya ditetapkan 298.800 yuan atau sekitar Rp777 jutaan. Angka tersebut juga lebih rendah dibanding harga pre-order yang sempat dibuka di 376.800 yuan, sehingga peluncurannya terasa membawa strategi harga yang lebih kompetitif.
Bodi besar, ruang kabin lebih leluasa
Secara dimensi, Zeekr 8X tergolong SUV besar dengan panjang sekitar 5,1 meter dan wheelbase lebih dari 3 meter. Ukuran ini berpengaruh langsung pada ruang kabin, terutama untuk penumpang baris kedua yang memang menjadi salah satu fokus utama mobil ini.
Pada varian tertinggi, Zeekr menonjolkan kenyamanan penumpang belakang lewat kursi model aviation yang bisa direbahkan. Fitur itu dipasangkan dengan layar hiburan berukuran besar untuk mendukung perjalanan jauh, sementara bagasi dibuat fleksibel untuk kebutuhan harian maupun trip panjang.
Saat kursi dilipat, kapasitas ruang kargo diklaim bisa mencapai sekitar 2.200 liter. Angka tersebut menunjukkan bahwa Zeekr 8X tidak hanya mengandalkan jati diri sebagai SUV mewah, tetapi juga tetap memperhitungkan fungsi praktis.
Performa ekstrem di balik sistem plug-in hybrid
Zeekr 8X memakai sistem plug-in hybrid dengan mesin 2.0L turbo dan motor listrik. Kombinasi ini dirancang untuk memberi efisiensi sekaligus performa tinggi, sesuatu yang makin sering dicari pada SUV premium modern.
Varian tertinggi mengusung konfigurasi tri-motor dengan output 1.030 kW atau sekitar 1.380 hp. Dengan tenaga sebesar itu, akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya 2,96 detik.
Selain itu, ada juga varian dual-motor yang tetap menawarkan tenaga besar dengan output 660 kW. Zeekr menyebut waktu akselerasinya 3,7 detik, sebuah capaian yang jauh berada di atas banyak SUV konvensional di kelas harga serupa.
Baterai besar dan jarak tempuh panjang
Untuk mendukung karakter elektrifikasinya, Zeekr 8X dibekali baterai 70 kWh. Kapasitas ini tergolong besar untuk sebuah hybrid dan menjadi salah satu fondasi utama dari klaim efisiensi serta jarak tempuhnya.
Sistem pengisian cepat 6C memungkinkan baterai terisi dari 20 persen ke 80 persen hanya dalam sekitar 9 menit. Dalam mode listrik murni, mobil ini diklaim mampu menempuh 410 km.
Jika mesin bensin ikut bekerja, total jarak tempuhnya disebut bisa mencapai 1.400 km berdasarkan klaim CLTC. Kombinasi ini membuat 8X relevan bagi konsumen yang membutuhkan SUV premium untuk perjalanan jarak dekat maupun penggunaan yang lebih panjang.
Zeekr menjadwalkan 8X mulai dipasarkan secara global pada kuartal III 2026. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, disebut memiliki peluang menjadi salah satu pasar yang dibidik, meski pada segmen SUV mewah penentu akhirnya tetap tidak berhenti pada angka tenaga dan jarak tempuh.
Kepercayaan konsumen premium juga akan bergantung pada daya tahan produk, nilai jual kembali, dan kesiapan jaringan purna jual. Karena itu, Zeekr 8X datang bukan hanya sebagai SUV hybrid bertenaga besar, tetapi juga sebagai ujian bagi Zeekr untuk membuktikan keseriusannya di pasar elektrifikasi performa tinggi.





