Harga Agresif Dan Jarak Tempuh Panjang Bikin Wuling Binguo Pro Diburu Sebelum Rilis Resmi

Di tengah pasar mobil listrik murah yang makin sesak, Wuling Binguo Pro justru langsung mencuri perhatian bahkan sebelum resmi dijual. Dalam waktu singkat sejak pre-order dibuka pada 14 April 2026, model ini sudah mengumpulkan lebih dari 30 ribu pesanan.

Daya tarik itu belum berhenti di angka pemesanan. Menurut CarNewsChina, lebih dari 10 ribu unit Binguo Pro juga disebut sudah mulai dikirim, padahal peluncuran resminya baru dijadwalkan pada 22 Mei 2026.

Persaingan EV murah membuat respons pasar terasa besar

Pencapaian awal Binguo Pro muncul saat Wuling berada dalam tekanan persaingan yang berat di pasar domestik China. Masuknya banyak merek baru dan perang harga kendaraan listrik membuat segmen ini bergerak sangat agresif.

Karena itu, sambutan terhadap Binguo Pro menjadi sinyal penting bagi Wuling. Model ini tidak hanya hadir sebagai varian tambahan, tetapi sebagai penyegaran besar dari Binguo reguler yang pertama kali meluncur pada 2023.

Desain lebih segar dan ukuran ikut membesar

Secara tampilan, Binguo Pro dibuat lebih modern dibanding pendahulunya. Lampu depan berbentuk bulat tetap memberi kesan retro, tetapi tetap sejalan dengan bahasa desain mobil listrik Wuling saat ini.

Dimensinya juga naik kelas dan membuat mobil ini terasa lebih mendekati hatchback kompak modern. Panjangnya mencapai 4.050 mm, lebar 1.758 mm, tinggi 1.580 mm, dengan wheelbase 2.560 mm.

Perubahan ukuran ini penting karena Binguo Pro tidak hanya mengandalkan gaya. Wuling tampak ingin memberi proporsi yang lebih relevan untuk kebutuhan harian, tanpa meninggalkan karakter desain yang mudah dikenali.

Harga pre-sale dijaga tetap agresif

Meski ukurannya lebih besar dan tampilannya lebih matang, harga pre-sale Binguo Pro tetap dipasang rendah. Di China, mobil ini dibuka pada rentang 58.800 yuan hingga 72.800 yuan.

Jika dilihat dari posisinya di pasar, harga itu setara sekitar Rp 133 juta sampai Rp 165 jutaan. Banderol tersebut ikut mendorong minat publik bergerak cepat sejak periode pemesanan dibuka.

Dua baterai, satu motor listrik

Seluruh varian Binguo Pro memakai motor listrik 65 kW atau setara 87 dk. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 130 km/jam.

Untuk baterai, Wuling memakai jenis LFP atau Lithium Ferro Phosphate dengan dua pilihan kapasitas. Varian bawah membawa baterai 31,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 330 km berdasarkan metode CLTC.

Varian atas memakai baterai 37,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 403 km CLTC. Selisih kapasitas ini memberi pilihan yang lebih luas bagi konsumen sesuai kebutuhan jarak tempuh harian.

Sistem pendingin ikut dibedakan

Pembedaan varian tidak hanya ada pada kapasitas baterai. Wuling juga membedakan sistem pendingin yang dipakai pada tiap tipe.

Varian bawah masih menggunakan pendingin udara atau air cooling. Sementara tipe atas sudah dibekali liquid cooling atau pendingin cair, yang berpengaruh pada kestabilan suhu baterai saat dipakai maupun saat pengisian cepat.

Wuling mengklaim varian liquid cooling bisa mengisi daya DC dari 30 persen ke 80 persen dalam 15 menit. Sebaliknya, versi air-cooled membutuhkan sekitar 35 menit untuk mengisi pada rentang yang sama.

Pada pengisian AC, perbedaannya juga dibuat jelas. Tipe atas mendukung daya 6,6 kW, sedangkan tipe bawah 3,3 kW.

Sorotan ke Asia Tenggara ikut menguat

Popularitas Binguo Pro di China juga memunculkan perhatian ke pasar lain, termasuk Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu pasar yang ikut disorot karena Wuling Motors Indonesia sudah punya basis produksi besar di dalam negeri.

Selain itu, Wuling juga sudah menjual BinguoEV di Indonesia. Model tersebut membuat nama Binguo cukup dikenal di segmen kendaraan listrik perkotaan.

Saat ini, BinguoEV di Indonesia dijual mulai Rp 301 jutaan. Jika Binguo Pro kelak masuk pasar domestik, model ini berpeluang mengisi ceruk city car listrik dengan desain retro-modern dan spesifikasi yang lebih lengkap.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version