Harga $99 dan Daya Tahan 35 Jam, Steam Controller Siap Meluas ke Hampir Semua Perangkat Valve

Valve akhirnya memberi kepastian yang paling dicari soal Steam Controller. Perangkat input ini akan mulai dijual melalui Steam Store pada 4 Mei dengan harga $99 / €99, sekaligus mengakhiri masa tunggu yang sempat dipenuhi banyak pertanyaan.

Kepastian itu membuat posisi Steam Controller kini jauh lebih jelas dibanding saat pertama kali diperkenalkan. Valve tidak hanya menyiapkan tanggal rilis dan banderol resmi, tetapi juga menempatkan kontroler ini sebagai aksesori yang ditujukan untuk membuka akses ke seluruh pustaka gim di Steam.

Didesain untuk cakupan permainan yang lebih luas

Valve menggambarkan Steam Controller sebagai perangkat yang bisa dipakai untuk memainkan beragam genre gim, bukan hanya judul tertentu. Pendekatan ini terlihat dari penyematan magnetic thumbsticks dan satu set input lengkap yang disiapkan untuk memberi kontrol lebih fleksibel.

Di sisi pengalaman bermain, Valve juga membekali kontroler ini dengan empat motor haptic. Fitur itu menghadirkan “high definition rumble” yang dirancang untuk memberi umpan balik lebih detail saat bermain, sehingga sensasi penggunaan tidak berhenti pada fungsi dasar saja.

Daya tahan baterai jadi salah satu sorotan

Steam Controller memakai baterai 8.39Wh, dan Valve mengklaim daya tahannya dapat melampaui 35 jam dalam sekali pengisian. Klaim ini menempatkan perangkat tersebut sebagai kontroler nirkabel yang menekankan durasi pakai panjang.

Bagi pengguna yang terbiasa bermain dalam sesi lama, daya tahan seperti ini menjadi nilai tambah yang penting. Valve tampaknya ingin memastikan kenyamanan pemakaian tetap menjadi fokus tanpa terlalu sering bergantung pada pengisian ulang.

Puck ikut disertakan dalam paket penjualan

Valve turut memasukkan Steam Controller Puck ke dalam kotak penjualan. Aksesori ini berfungsi untuk menghadirkan koneksi nirkabel low-latency yang plug-and-play sekaligus mendukung pengisian daya magnetik yang lebih praktis.

Kehadiran Puck juga membuat pengalaman awal penggunaan terasa lebih sederhana. Pengguna bisa langsung memakai kontroler secara nirkabel tanpa proses pengaturan yang rumit, walau Valve tetap menyediakan pilihan sambungan lain yang lebih umum.

Selain melalui Puck, Steam Controller dapat terhubung lewat Bluetooth dan USB. Opsi ini memberi keleluasaan bagi pengguna untuk memilih metode sambungan yang paling sesuai dengan perangkat maupun kebiasaan bermain masing-masing.

Kompatibilitas meluas ke banyak perangkat

Valve merancang Steam Controller agar cocok digunakan pada Steam Machine, komputer Windows, Mac, dan Linux. Dukungan lintas sistem ini menunjukkan bahwa perangkat tersebut tidak dibatasi pada satu ekosistem tertentu.

Valve juga menyebut Steam Controller dapat dipakai bersama tablet dan smartphone yang menjalankan Steam atau aplikasi Steam Link. Steam Deck pun masuk daftar kompatibilitas, baik saat digunakan dengan dock maupun tanpa dock, sehingga pilihan pemakaian menjadi lebih fleksibel.

Di sisi pengalaman yang lebih luas lagi, kontroler ini juga bisa dilacak oleh kamera Steam Frame. Fungsi tersebut memungkinkan Steam Controller dipakai untuk memainkan gim non-VR di layar virtual, sebuah detail yang memperlihatkan arah penggunaan yang lebih beragam.

Dengan kombinasi harga $99 / €99, dukungan koneksi lewat Puck, Bluetooth, dan USB, serta kompatibilitas yang mencakup Steam Machine, Windows, Mac, Linux, tablet, smartphone, dan Steam Deck, Steam Controller kini hadir dengan posisi yang jauh lebih tegas sebagai perangkat yang diarahkan ke pengalaman bermain lintas perangkat di ekosistem Valve.

Source: www.gsmarena.com

Baca Juga

Back to top button