Hampir 4.000 Pekerja Dikerahkan, Waskita Kejar Penyelesaian Sekolah Rakyat Jawa Timur Sebelum Juli 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur kini bergerak dengan ritme yang lebih padat. Waskita Karya menempatkan proyek di lima titik sebagai pekerjaan prioritas karena berkaitan langsung dengan akses pendidikan yang lebih layak bagi masyarakat.

Percepatan itu diarahkan agar seluruh gedung sudah bisa dipakai pada Juli mendatang. Saat ini, progres fisik gabungan proyek telah mencapai 45,5 persen sehingga pekerjaan masih harus dikejar agar tidak meleset dari jadwal yang diminta pemerintah.

Pengawasan langsung di lima lokasi

Untuk memastikan pekerjaan tetap sejalan dengan target, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho dan Direktur Operasi II Paulus Budi Kartiko turun langsung ke lapangan. Kunjungan dilakukan ke Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, dan Surabaya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga percepatan di tengah tuntutan penyelesaian pertengahan 2026. Manajemen menegaskan bahwa jadwal itu disesuaikan dengan instruksi Kementerian Pekerjaan Umum agar sekolah sudah dapat digunakan pada Juli mendatang.

Dorongan percepatan dari pemerintah

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meminta seluruh kontraktor BUMN Karya mempercepat pengerjaan proyek. Ia menekankan agar hambatan di lapangan segera dimitigasi, mulai dari akses konstruksi, ketersediaan material, hingga mobilisasi tenaga kerja.

Dody juga menyoroti mutu bangunan yang dikerjakan. Menurut dia, struktur dan material harus kuat karena gedung sekolah diharapkan bisa dimanfaatkan setidaknya selama 20 tahun.

Dalam kunjungan sebelumnya ke proyek di Surabaya, Dody sempat memberi apresiasi atas performa kontraktor pelaksana di lapangan. Ia juga berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target yang sudah ditetapkan.

Hampir 4.000 pekerja turun ke proyek

Di sisi pelaksanaan, Waskita Karya mengerahkan hampir 4.000 pekerja untuk mengejar penyelesaian. Sebagian besar tenaga kerja tersebut direkrut dari masyarakat lokal di sekitar area proyek konstruksi.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan keterlibatan warga sekitar ditujukan agar dampak ekonomi bisa langsung dirasakan daerah. Para pekerja juga dibagi dalam sif siang dan malam secara bergantian agar ritme pembangunan tetap terjaga.

Ermy menilai dedikasi para pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek prioritas pemerintah ini. Perusahaan juga menyatakan akan terus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek berikutnya.

Pembangunan sebagai bagian dari pemerataan pendidikan

Muhammad Hanugroho menyebut Sekolah Rakyat sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam pemerataan akses pendidikan. Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya pekerjaan konstruksi, melainkan investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia.

Menurut Hanugroho, fasilitas pendidikan yang layak akan mendukung proses belajar mengajar dan ikut menentukan masa depan bangsa. Karena itu, proyek ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Waskita Karya juga menegaskan komitmen menjaga standar keamanan dan kualitas struktur bangunan dalam proyek tersebut. Dengan pengalaman sejak 1961, perusahaan menyebut pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya menghadirkan lingkungan belajar modern yang optimal bagi siswa.

Di saat percepatan terus dikejar, perusahaan tetap menempatkan keamanan dan kualitas sebagai prioritas utama. Penyerapan tenaga kerja lokal juga diharapkan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di Jawa Timur.

Baca Juga

Back to top button