Hak Siar Piala Dunia 2026 Masih Buntu di India dan China, Jutaan Penonton Menunggu Kejelasan

Bursa hak siar Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya beres menjelang turnamen dimulai, dan India serta China menjadi dua pasar besar yang masih menggantung. FIFA memang sudah mengunci hak siar di sedikitnya 175 wilayah, tetapi pembicaraan untuk dua negara itu belum menghasilkan kepastian.

Di India, jarak antara nilai yang ditawarkan dan angka yang diminta FIFA masih terlihat lebar. Usaha patungan Reliance-Disney disebut mengajukan penawaran US$20 juta untuk hak siar Piala Dunia 2026, sementara FIFA sebelumnya mematok US$100 juta untuk paket hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030 di India.

Situasi itu membuat negosiasi berlangsung lebih sulit dibandingkan edisi sebelumnya. Pada Piala Dunia di Qatar, hak siar di India berada di tangan Reliance dengan nilai sekitar US$60 juta, dan kesepakatan itu juga diumumkan jauh lebih awal, sekitar 14 bulan sebelum turnamen dimulai.

Kali ini, pasar India dinilai tidak semenarik sebelumnya. Reliance-Disney disebut menilai turnamen akan menarik penonton lebih rendah di India karena sebagian besar pertandingan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Waktu tayang juga menjadi kendala. Banyak laga akan berlangsung setelah tengah malam waktu setempat di India, sehingga peluang penonton besar dinilai tidak sekuat turnamen sebelumnya.

Seorang sumber anonim kepada South China Morning Post mengatakan, “Sepak bola adalah segmen berisiko di India.” Sumber yang sama juga menyebut Sony sempat berdiskusi, tetapi memilih tidak mengajukan tawaran karena dinilai tidak masuk akal secara ekonomi.

China juga belum memberi kepastian

Di China, belum ada pengumuman resmi soal pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Kondisi ini mencolok karena FIFA mencatat China menyumbang 49,8% dari seluruh jam tayang di platform digital dan sosial secara global selama Piala Dunia 2022.

Pada dua edisi sebelumnya, termasuk 2018 dan 2022, penyiar negara CCTV sudah mengamankan hak siar sejak jauh hari. CCTV juga biasanya mulai menayangkan konten promosi dan iklan sponsor beberapa pekan sebelum turnamen dimulai.

Hingga kini, CCTV belum memberi komentar atas situasi tersebut. Ketidakpastian ini menjadi sorotan karena China memiliki basis penonton sepak bola yang sangat besar dan jangkauan media yang luas.

Jumlah penonton besar belum tentu membuat kesepakatan mudah

Data dari turnamen 2022 menunjukkan China menyumbang 17,7% dari jangkauan televisi linear global, sementara India menyumbang 2,9%. Kedua negara itu juga secara bersama-sama berkontribusi 22,6% dari total jangkauan streaming digital global.

China disebut memiliki sekitar 200 juta penggemar sepak bola, jumlah yang lebih besar dibandingkan negara mana pun. Namun, besarnya basis penggemar tidak otomatis membuat harga hak siar mudah disepakati.

Di India, sepak bola juga kalah kuat secara komersial dibandingkan kriket yang menjadi olahraga paling populer. Perlambatan iklan yang dikaitkan dengan perang Iran disebut ikut menekan ekspektasi pendapatan dari penayangan turnamen ini.

FIFA menegaskan pembicaraan masih berlangsung dan harus tetap rahasia pada tahap sekarang. Selama belum ada kesepakatan final, jutaan penggemar di India dan China masih belum tahu bagaimana mereka akan menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button