Banyak orang ingin tubuh lebih bugar, tetapi tidak semua memilih jalur latihan yang sama. Di titik inilah perbedaan antara gym dan fitness menjadi penting, karena keduanya punya fokus yang tidak persis sama.
Kesalahpahaman sering muncul karena istilah gym lebih akrab digunakan dalam percakapan sehari-hari. Padahal, gym dan fitness tidak bisa disamakan begitu saja, terutama jika tujuan latihan sudah diarahkan ke hasil tertentu.
Gym berasal dari kata gymnasium dan merujuk pada tempat khusus untuk berolahraga. Di dalamnya biasanya tersedia treadmill, dumbbell, barbel, sepeda statis, bench press, cable machine, dan alat beban lain yang mendukung latihan fisik lebih terstruktur.
Karena fasilitasnya lengkap, gym sering dipilih oleh orang yang ingin latihan dengan target yang jelas. Aktivitas di tempat ini juga lekat dengan angkat beban dan latihan untuk menaikkan massa otot.
Latihan di gym umumnya menekankan penggunaan alat untuk melatih bagian tubuh tertentu. Otot dada, lengan, dan kaki menjadi sasaran umum dalam program yang berfokus pada kekuatan atau pembentukan tubuh.
Menurut pegiat kebugaran Melia di Yogyakarta, gym juga sering diminati karena program latihannya lebih terarah. Kehadiran personal trainer membantu pengguna menyesuaikan latihan dengan kebutuhan dan target masing-masing.
Di banyak tempat, gym modern tidak lagi sekadar ruang angkat beban. Fasilitas tambahan seperti ruang kelas, area kardio, kamar mandi, sauna, hingga akses 24 jam juga kerap tersedia, terutama di pusat kota, apartemen, atau pusat perbelanjaan.
Berbeda dari gym, fitness bukan nama tempat. Fitness adalah aktivitas untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Cakupan fitness jauh lebih luas karena tidak hanya menyoroti penampilan fisik. Fokusnya juga mencakup tubuh yang tetap aktif, sehat, dan bugar dalam jangka panjang.
Melia menyebut fitness lebih dekat dengan latihan kardio dan aktivitas yang menjaga stamina. Hairox, muaythai, zumba, dan aerobik termasuk contoh yang sering dilakukan bersama banyak orang.
Selain itu, fitness juga bisa berupa jogging, yoga, bersepeda, berenang, atau senam ringan. Ragam aktivitas ini menunjukkan bahwa fitness memang tidak dibatasi oleh satu jenis latihan tertentu.
Dari sisi tujuan, fitness menyentuh banyak aspek kebugaran tubuh. Kesehatan jantung, daya tahan tubuh, fleksibilitas, stamina, dan keseimbangan mental masuk dalam cakupannya.
Tempat melakukan fitness pun lebih fleksibel. Aktivitas ini bisa dijalankan di rumah, taman, lapangan, jalur jogging, atau ruang terbuka lain tanpa harus memiliki membership gym.
Pilihan antara gym dan fitness pada akhirnya kembali ke kebutuhan pribadi. Jika target utama adalah menaikkan massa otot atau membentuk tubuh tertentu, gym cenderung lebih sesuai karena alatnya lengkap dan latihan kekuatan bisa dilakukan lebih terukur.
Sebaliknya, jika yang dicari adalah kesehatan tubuh secara umum, aktivitas fitness sederhana tetap memberi manfaat besar. Yang terpenting adalah konsistensi bergerak dan menjaga tubuh tetap aktif.
Perbedaan lain terlihat dari peralatan yang digunakan. Gym biasanya membutuhkan alat khusus dan teknik yang tepat agar latihan aman, sedangkan fitness bisa dilakukan dengan alat sederhana seperti skipping rope atau bahkan tanpa alat sama sekali.
Melia juga mengingatkan bahwa latihan kebugaran perlu diimbangi pola makan yang teratur. Tanpa pengaturan makan, latihan sering tidak berjalan searah dengan target yang ingin dicapai dan justru memicu stres.
Ia menilai target kebugaran juga sebaiknya dibuat realistis. Perubahan berat badan sekitar 1 kilogram dalam sebulan, baik turun maupun naik, dianggap lebih masuk akal dibanding memasang angka yang terlalu tinggi.
Kebiasaan membandingkan progres tubuh dengan influencer lain juga dinilai bisa menjadi beban. Pendekatan yang lebih sehat adalah menetapkan tujuan pribadi secara bertahap sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Bagi Melia sendiri, kebugaran bukan hanya soal bentuk tubuh. Di tengah kesibukannya sebagai karyawan swasta di salah satu tempat wisata di Kota Yogyakarta, ia tetap datang ke pusat kebugaran enam kali dalam seminggu untuk membentuk massa otot, menjaga kebugaran, mengejar bentuk tubuh tertentu, dan memperluas relasi.