Pep Guardiola memilih cara yang tak biasa untuk mengisi perhatian di tengah panasnya semifinal Liga Champions. Saat panggung Eropa sedang menyorot duel besar, manajer Manchester City itu justru terlihat berada di Stockport untuk menyaksikan laga Stockport County melawan Port Vale.
Pilihan tersebut langsung menarik perhatian karena pada saat yang sama ada pertandingan PSG melawan Bayern Munich. Guardiola ternyata sudah mengetahui jadwal laga itu, tetapi tetap memutuskan datang ke stadion karena ingin merasakan suasana sepak bola Inggris secara langsung.
Atmosfer stadion jadi alasan utama
Guardiola menyebut atmosfer stadion sebagai daya tarik yang membuatnya datang ke Stockport. Mantan pelatih Barcelona itu menilai pengalaman menonton langsung di stadion memberi sensasi yang berbeda dibanding melihat pertandingan dari rumah.
Baginya, suasana sepak bola Inggris punya nilai tersendiri. Keputusan itu memperlihatkan bahwa ia tidak hanya tertarik pada laga-laga besar, tetapi juga pada pengalaman menyaksikan pertandingan di level yang lebih rendah secara langsung.
Tetap memantau semifinal besar
Meski hadir di Stockport, Guardiola tidak lepas dari perhatian pada laga besar di Liga Champions. Ia menegaskan tetap mengikuti pertandingan PSG kontra Bayern Munich melalui cuplikan atau tayangan ulang, bahkan saat bersantai sambil minum anggur.
Dengan nada bercanda, Guardiola sempat menyinggung duel tersebut. Ia berkata, “Sehari sebelumnya, saya tahu ada PSG vs Bayern. Saya berpikir, wah betapa buruknya pertandingan itu. Pelatihnya tidak bagus, Enrique dan Kompany… Pemain-pemainnya juga payah,” sambil tersenyum seperti dikutip BBC.
Ucapan itu menunjukkan bahwa ia tetap memantau laga elite Eropa meski tidak menyaksikannya sejak awal dari tribun stadion. Sikap tersebut juga memperlihatkan cara Guardiola menikmati sepak bola tanpa harus terpaku pada satu pertandingan saja.
Daya tarik sepak bola ada di variasinya
Guardiola juga menilai setiap pertandingan bisa menghadirkan cerita yang berbeda. Sebagai mantan juara Liga Champions bersama Barcelona, ia melihat sepak bola sebagai olahraga yang sulit diprediksi dalam hasil maupun cara bermain.
Menurutnya, justru perbedaan itulah yang membuat sepak bola menarik. Ia mengatakan permainan ini tidak selalu sama dari satu laga ke laga lain, sehingga tiap pertandingan punya nilai hiburan sendiri.
Pandangan itu membuat kehadirannya di Stockport terasa masuk akal. Dalam satu hari yang sama, ia bisa menikmati laga League One di stadion kecil sambil tetap mengikuti cerita besar dari semifinal Liga Champions.
Sorotan juga tertuju ke semifinal lain
Guardiola turut menanggapi semifinal lain yang mempertemukan Arsenal dan Atletico Madrid. Ia menyebut laga itu bagus dan punya gaya yang sangat berbeda dibanding PSG melawan Bayern Munich.
Ia menilai intensitas serta produktivitas gol di berbagai semifinal menunjukkan bahwa semua pertandingan punya daya tarik masing-masing. Bagi Guardiola, sepak bola harus bisa menerima berbagai bentuk laga, baik yang menghasilkan banyak gol maupun yang berjalan lebih sederhana.
“Ya, itu pertandingan yang bagus tetapi keesokan harinya dengan gaya yang sangat berbeda, Arsenal dan Atletico juga pertandingan yang bagus,” ujarnya. Ia kemudian menambahkan, “Ketika Anda mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan, itu fantastis tetapi sepakbola harus menerima segalanya. Saya pikir kedua semifinal itu sangat bagus.”
Sementara itu, di lapangan Stockport County harus menerima kekalahan 1-2 dari Port Vale. Namun perhatian publik tetap banyak tertuju pada Guardiola yang duduk di tribun dan memilih menikmati atmosfer League One di tengah sorotan besar Liga Champions.





