Gregoria Pilih Mundur Dari Pelatnas, Vertigo Masih Menahan Langkah Sang Tunggal Putri Andalan

Langkah Gregoria Mariska Tunjung meninggalkan pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau pelatnas PBSI memperlihatkan bahwa pemulihan kesehatan kini menjadi prioritas utamanya. Keputusan itu diambil setelah kondisi tubuhnya belum benar-benar pulih dari vertigo, sehingga ia belum merasa cukup percaya diri untuk kembali ke lapangan.

PBSI sudah menerima keputusan tersebut dan memilih menghormatinya. Pengunduran diri Gregoria juga telah disampaikan secara resmi kepada kepala pelatih tunggal putri utama pelatnas PBSI, Imam Tohari, sehingga prosesnya berjalan terbuka.

Pemulihan jadi alasan utama

Gregoria menyampaikan pengunduran dirinya lewat surat resmi kepada PBSI. Dalam surat itu, ia menegaskan terima kasih kepada jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, dan kepercayaan yang ia terima selama 12 tahun menjadi bagian dari pelatnas.

Fokus Gregoria saat ini tertuju pada pemulihan dari vertigo yang belum tuntas. Hingga sekarang, ia mengaku belum sepenuhnya pulih dan belum memiliki keyakinan penuh untuk kembali bertanding di level tertinggi.

Vertigo yang mengganggu persiapan

Kondisi vertigo yang dialami Gregoria disebut cukup berat sejak Maret 2025. Situasi itu membuatnya kerap absen dari sejumlah turnamen penting karena kebugarannya belum berada dalam kondisi ideal.

Ketidakstabilan kondisi fisik tersebut ikut memengaruhi kesiapan Gregoria untuk bersaing. Dalam situasi seperti itu, mundur dari pelatnas menjadi langkah yang dinilai paling tepat agar ia bisa memberi ruang lebih besar bagi pemulihan.

Apresiasi dari PBSI

Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menilai Gregoria sebagai atlet yang telah memberi banyak kontribusi untuk Indonesia. Ia menegaskan bahwa PBSI menghormati keputusan tersebut dan mendoakan yang terbaik bagi kesehatan serta masa depan sang tunggal putri andalan.

Eng Hian juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Gregoria selama ini. PBSI berharap Gregoria segera pulih dan dapat kembali meraih kesuksesan pada kesempatan berikutnya.

Jejak panjang bersama pelatnas

Selama 12 tahun berada di pelatnas PBSI, Gregoria menjadi salah satu tunggal putri yang memberi kontribusi besar bagi Indonesia. Kiprahnya dipandang telah membawa kebanggaan di berbagai ajang internasional.

Meski kini tidak lagi menjadi bagian dari pelatnas, penghormatan atas perjuangan Gregoria tetap diberikan. PBSI juga terus mendukung proses pemulihannya agar ia dapat kembali dalam kondisi terbaik saat siap melanjutkan kariernya.

Keputusan ini menandai fase baru dalam perjalanan Gregoria sebagai atlet elite. Di tengah proses pemulihan yang masih berjalan, perhatian publik kini tertuju pada langkah berikutnya setelah ia resmi meninggalkan pelatnas PBSI.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button