Pasar ponsel Android sedang bergerak ke arah yang menarik: satu merek memangkas harga flagship, sementara merek lain justru menonjol lewat baterai besar dan efisiensi daya. Di saat yang sama, Samsung mulai mengubah arah desain kamera untuk generasi berikutnya, termasuk langkah yang bisa menghapus salah satu komponen ikonik di lini Ultra.
Yang paling terasa bagi pembeli saat ini datang dari Google. Melalui Google Store, seluruh keluarga Pixel 10 mendapat potongan harga yang membuat posisinya jauh lebih agresif di kelas flagship.
Pixel 10 kini dibanderol $599, atau $200 lebih murah dari harga sebelumnya. Pixel 10 Pro dan Pixel 10 Pro XL juga turun $250, sedangkan Pixel 10 Pro Fold dipangkas $300 menjadi $1,499.
Pola seperti ini bukan hal asing bagi Google. Diskon serupa sudah beberapa kali muncul sejak lini Pixel 10 diluncurkan, sehingga seri ini tetap terlihat menarik meski pasar flagship lain cenderung mempertahankan atau bahkan menaikkan harga.
Langkah itu juga memperjelas strategi Google untuk menarik lebih banyak pengguna ke ekosistemnya. Google AI yang dibundel pada model Pro tetap menjadi bagian penting dari daya tarik tersebut, meski strategi harga seperti ini berarti margin perangkat ikut tertekan.
Di kelas harga yang sama, OnePlus 15T hadir sebagai penantang yang sangat serius. Marcus Herbrich dari NotebookCheck menilai perangkat ini mampu menyaingi bahkan model OnePlus yang lebih besar dan lebih bertenaga.
Sorotan utamanya ada pada baterai silicon-carbon berkapasitas 7.500 mAh. Baterai itu mendukung pengisian kabel 100 W dan pengisian nirkabel 50 W, dua kombinasi yang membuatnya menonjol di antara perangkat sekelasnya.
Dalam pengujian baterai praktis dengan kecerahan layar diatur ke 150 cd/m², OnePlus 15T mampu bertahan hampir 1,5 hari. Saat ini perangkat tersebut masih baru tersedia di varian China, tetapi peluncuran global diperkirakan segera menyusul.
Sementara Google dan OnePlus bersaing lewat harga dan daya tahan, Samsung justru sedang bersiap dengan perubahan besar di sisi kamera. Fokus awal tertuju pada Galaxy S27 Ultra, yang masih berada di tahap awal pengerjaan dan diperkirakan baru hadir pada awal Q1 2027.
Bocoran dari IceUniverse menyebut kamera telefoto 3x pada Galaxy S27 Ultra akan dihapus. Lensa yang selama ini kerap dikritik karena kecil dan kurang meyakinkan itu tidak hanya diganti spesifikasinya, tetapi benar-benar dihilangkan dari susunan kamera.
Belum ada detail lanjutan soal pengganti langsung untuk konfigurasi tersebut. Namun, sinyal ini menunjukkan Samsung tengah menata ulang pendekatan kameranya untuk flagship berikutnya, bukan sekadar menyegarkan spesifikasi lama.
Di luar persaingan tiga nama besar itu, teknologi baterai silicon-carbon juga mulai menyebar ke pasar yang lebih luas. Motorola bersiap membawa pendekatan ini ke Amerika Serikat lewat Razr Ultra 2026 dan Razr Fold.
Keduanya akan menjadi model pertama yang membawa kepadatan energi dan daya tahan lebih tinggi itu ke pasar AS. Brady Snyder mencatat bahwa Razr Fold akan hadir di T-Mobile, Xfinity Mobile, dan Verizon dalam beberapa bulan ke depan, sementara keduanya juga akan tersedia lebih luas lewat kanal ritel.
Ketersediaan melalui operator dinilai penting karena sebagian besar pembeli ponsel di AS masih mengandalkan penawaran carrier. Karena itu, kehadiran silicon-carbon di perangkat yang dijual massal menjadi semakin relevan bagi pasar tersebut.
Samsung juga menunjukkan ambisi besar di ranah Android XR. Kacamata pintarnya disebut akan menjalankan Android XR, membawa kamera, speaker, dan integrasi Google Gemini sebagai bagian dari antarmuka.
Perangkat itu tampak memakai desain tanpa layar dengan speaker tersembunyi, mirip pendekatan Ray-Ban Meta dan lini Oakley Meta. Samsung juga disebut akan bekerja sama dengan Warby Parker dan Gentle Monster untuk frame-nya, sementara Galaxy Glasses direncanakan menjadi produk Android XR kedua Samsung yang diumumkan pada akhir tahun ini.
Dari sisi perangkat lunak, Google juga memperluas fitur picture-in-picture ke lebih banyak pengguna YouTube dalam beberapa bulan ke depan. Fitur itu sudah ada untuk pelanggan premium, tetapi kini cakupannya akan dibuka lebih luas.
Untuk penonton non-premium di luar AS, picture-in-picture akan tersedia untuk konten panjang non-musik di Android dan iOS. Premium Lite tetap mendapat akses picture-in-picture untuk konten panjang non-musik, sedangkan pelanggan Premium mempertahankan akses penuh, termasuk untuk konten musik.




