Google Maps tidak hanya berguna untuk menunjukkan arah tercepat ke tujuan. Di balik tampilan peta yang sederhana, ada sejumlah pengaturan yang bisa membantu perjalanan terasa lebih efisien, lebih hemat kuota, dan lebih nyaman dipakai saat kondisi jalan tidak ideal.
Banyak pengguna melewatkan menu-menu ini karena fokus hanya pada navigasi dasar. Padahal, beberapa pengaturan dapat menjaga koneksi tetap ringan, membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, serta membuat lokasi dan instruksi arah lebih akurat saat dibutuhkan.
Mengurangi ketergantungan pada internet lewat peta offline
Salah satu fitur yang paling berguna adalah peta offline. Opsi ini memungkinkan area peta diunduh lebih dulu sehingga navigasi tetap bisa dipakai meski sinyal lemah atau koneksi tidak tersedia.
Pengguna dapat membukanya dari Google Maps, mengetuk foto profil, lalu masuk ke menu Offline maps dan memilih Download new map. Proses unduhan sebaiknya dilakukan melalui Wi-Fi agar kuota tidak terkuras saat menyimpan peta.
Rute yang lebih hemat bahan bakar tetap tersedia
Google Maps juga menyediakan pengaturan jalur hemat BBM untuk pengguna yang sering menempuh perjalanan jauh. Fitur ini dapat membantu memilih rute yang lebih efisien tanpa harus selalu mengejar jalur paling pendek.
Menu tersebut bisa ditemukan di Settings, lalu Navigation, kemudian aktifkan Prefer fuel-efficient routes. Jalur yang dipilih memang tidak selalu paling singkat, tetapi bisa membantu perjalanan tetap efisien dan tidak membuat waktu tempuh naik terlalu jauh.
Lokasi yang lebih presisi saat navigasi berjalan
Arah yang meleset sering muncul ketika posisi tidak terbaca dengan baik. Untuk mengatasinya, Google Maps mendukung pengaturan High-Accuracy Location yang membaca posisi dengan gabungan GPS, Wi-Fi, dan data seluler.
Langkahnya ada di Settings, lalu Location, kemudian aktifkan High Accuracy. Selain itu, kompas juga bisa dikalibrasi dengan gerakan angka delapan agar pembacaan arah lebih akurat, terutama saat berada di area ramai atau lokasi dengan sinyal GPS yang kurang stabil.
Privasi tetap bisa dijaga tanpa memutus fungsi utama
Sebagian pengguna tidak ingin riwayat perjalanan terus tersimpan di Timeline. Dalam kondisi seperti itu, Location History bisa dimatikan melalui menu Personal content di pengaturan.
Caranya dimulai dari Settings, lalu Personal content, kemudian nonaktifkan Location History. Dengan begitu, pengguna tetap bisa melihat perjalanan sebelumnya bila diperlukan, tanpa harus membiarkan perekaman lokasi berjalan terus-menerus.
Instruksi arah tanpa harus terus menatap layar
Saat berkendara, fokus ke jalan sering lebih penting daripada membuka peta secara penuh. Google Maps memiliki fitur Glanceable directions yang menampilkan belokan, estimasi waktu, dan rute langsung di layar selama navigasi berlangsung.
Menu ini dapat diaktifkan dari Settings, lalu Navigation settings, kemudian pilih Glanceable directions. Fitur ini terasa praktis untuk pengendara motor maupun pengguna yang ingin tetap memantau arah tanpa terlalu sering menyentuh layar.
Waktu berangkat bisa disesuaikan dengan jadwal
Google Maps juga bisa membantu menentukan kapan saat yang tepat untuk berangkat melalui Reminders to leave. Fitur ini bekerja bersama kalender dan mempertimbangkan lalu lintas secara real-time agar pengguna tidak terlambat sampai tujuan.
Pengguna perlu menghubungkan aplikasi ke kalender terlebih dahulu, lalu masuk ke pengaturan navigasi dan menyalakan Reminders to leave. Opsi ini cocok untuk pengguna dengan jadwal padat yang sering membutuhkan penyesuaian waktu perjalanan.
Musik dan navigasi tetap bisa berjalan bersamaan
Untuk perjalanan yang lebih nyaman, Google Maps dapat disambungkan dengan aplikasi musik favorit. Saat navigasi aktif, pengguna bisa swipe ke atas lalu menghubungkan aplikasi musik yang digunakan.
Volume musik akan menyesuaikan otomatis ketika ada instruksi arah, sehingga petunjuk navigasi tetap terdengar jelas. Cara ini membuat perjalanan panjang terasa lebih tertata tanpa harus keluar dari layar peta.
Source: www.idntimes.com