Google Dorong Gemini 3.5 Flash Jadi Andalan Harian, Omni Buka Jalan Video dari Beragam Input

Google kembali mengarahkan pengembangan AI-nya ke dua jalur besar sekaligus: memperkuat model inti untuk kebutuhan harian, lalu membuka pintu lebih lebar ke pembuatan video generatif. Dua nama yang kini disorot adalah Gemini 3.5 Flash dan Gemini Omni, yang masing-masing membawa peran berbeda dalam ekosistem Google.

Bagi pengguna, perubahan ini terasa bukan hanya di layanan kreator, tetapi juga di pengalaman pencarian dan aplikasi Gemini. Google mulai membuka Gemini 3.5 Flash di aplikasi Gemini dan AI Mode di Google Search, sementara Gemini Omni Flash digulirkan untuk pelanggan paket berbayar Google AI serta sejumlah layanan kreator video Google.

Gemini 3.5 Flash jadi model utama baru

Gemini 3.5 Flash menjadi model pertama dari keluarga 3.5 yang dirilis Google ke publik. Perusahaan menempatkannya sebagai model default, sehingga model ini diposisikan sebagai fondasi utama pengalaman AI harian di layanan konsumennya.

Google menyebut Gemini 3.5 Flash punya tingkat kecerdasan yang mendekati model flagship besar di banyak aspek, tetapi tetap mempertahankan kecepatan khas seri Flash. Dalam klaim internal perusahaan, model ini juga disebut sebagai Gemini terkuat untuk tugas agentic dan coding.

Pernyataan itu didukung oleh klaim bahwa performanya melampaui Gemini 3.1 Pro pada benchmark yang menantang di bidang coding dan kemampuan agentic. Selain itu, Google menyebut model ini unggul dalam pemahaman multimodal, yaitu kemampuan mengolah teks, gambar, audio, dan format lain dalam satu alur kerja.

Masuknya Gemini 3.5 Flash ke aplikasi Gemini memperluas akses pengguna umum ke model terbaru Google. Integrasinya ke AI Mode di Google Search juga menandakan bahwa pembaruan ini ikut memengaruhi cara pencarian memberi bantuan berbasis AI.

Gemini Omni fokus pada video dari input yang lebih beragam

Di sisi lain, Gemini Omni hadir dengan arah yang berbeda karena dirancang untuk membuat video dari beragam jenis masukan. Model ini dapat menggabungkan gambar, audio, video, dan teks sebagai bahan awal untuk menghasilkan video berkualitas tinggi.

Google menyebut hasil video yang dibuat dengan model ini berpijak pada pengetahuan dunia nyata milik Gemini. Artinya, fokusnya bukan hanya menerima prompt teks, tetapi juga mengolah materi yang lebih kaya menjadi video yang lebih kompleks.

Setelah video terbentuk, pengguna bisa mengedit hasilnya lewat percakapan. Pendekatan ini membuat proses penyuntingan terasa lebih alami karena perubahan dapat dilakukan tanpa harus memulai ulang dari awal setiap kali ingin menyesuaikan hasil generasi.

Model pertama di keluarga ini adalah Gemini Omni Flash. Google mengatakan model ini memungkinkan pengguna mengubah elemen tertentu dari video, atau bahkan seluruh isi video, lalu menyempurnakannya dalam banyak putaran tanpa kehilangan konteks dari adegan asli.

Google juga menyoroti pemahaman yang ditingkatkan terhadap gaya, energi kinetik, dan dinamika fluida. Kemampuan itu diarahkan untuk membantu pembuatan adegan yang lebih realistis, terutama saat model harus menggambarkan gerakan fisik yang kompleks.

Akses meluas ke pelanggan dan kreator

Gemini Omni Flash mulai tersedia untuk semua pelanggan paket Google AI Plus, Pro, dan Ultra secara global. Aksesnya diberikan melalui aplikasi Gemini dan Google Flow, sehingga jalur pemakaiannya langsung terhubung ke layanan yang sudah dipakai konsumen dan kreator.

Google juga mulai menggulirkan Gemini Omni Flash secara gratis ke pengguna YouTube Shorts dan YouTube Create. Langkah ini memperlihatkan bahwa teknologi video baru tersebut disiapkan untuk menjangkau kreator konten yang lebih luas.

Selain itu, pengguna dapat memakai suara mereka sendiri dan Avatars, yaitu versi digital dari diri pengguna. Fitur ini membuka kemungkinan pembuatan konten yang lebih personal tanpa harus selalu merekam ulang secara manual.

Untuk identifikasi konten, seluruh video yang dibuat dengan Omni akan menyertakan watermark digital SynthID. Penandaan ini menjadi penting saat platform besar makin aktif mendorong pembuatan media sintetis berbasis AI.

Peluncuran Gemini 3.5 Flash dan Gemini Omni menunjukkan bagaimana Google membagi fokus pengembangannya secara paralel. Satu sisi memperkuat model inti untuk pencarian, coding, dan tugas agentic, sementara sisi lain mendorong AI generatif ke video yang lebih fleksibel, lebih mudah diedit, dan lebih dekat dengan kebutuhan kreator sehari-hari.

Source: www.gsmarena.com
Exit mobile version