Gol Telat Brighton Menahan Tottenham 2-2, De Zerbi Soroti Mental Timnya yang Rapuh

Tottenham kembali merasakan frustrasi setelah keunggulan yang sudah sempat dibangun hilang di menit-menit akhir saat menghadapi Brighton & Hove Albion. Hasil imbang 2-2 di Stadion Tottenham Hotspur membuat Spurs kembali gagal meraih poin penuh di kandang sendiri dan memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka di liga sepanjang tahun 2026.

Hasil ini juga belum cukup membantu Tottenham keluar dari zona degradasi klasemen sementara. Situasi tersebut menjaga tekanan tetap tinggi, terlebih karena tim asuhan Roberto De Zerbi itu kembali membuang peluang untuk mengamankan kemenangan yang sudah tampak di depan mata.

Pertandingan berjalan ketat sampai akhir

Tottenham sempat membuka harapan lewat gol Pedro Porro pada menit ke-39. Keunggulan itu memberi sinyal bahwa tuan rumah punya modal untuk mengendalikan laga, apalagi mereka tampil di hadapan pendukung sendiri.

Namun Brighton membalas sebelum jeda dan menyamakan kedudukan pada menit ke-45+3. Gol penyeimbang itu membuat momentum pertandingan kembali terbuka, sementara Tottenham harus memulai babak kedua dengan situasi yang jauh dari nyaman.

Spurs kemudian sempat kembali berada di jalur kemenangan setelah Xavi Simons mencetak gol yang mengubah skor menjadi unggul lagi. Pada fase itu, Tottenham terlihat punya kesempatan besar untuk menutup laga dengan tiga poin, terutama karena mereka sudah unggul dua kali.

Masalahnya, Brighton tidak kehilangan arah. Tim tamu terus menekan hingga masa akhir pertandingan dan upaya itu akhirnya berbuah gol Rutter pada menit ke-90+5, yang memastikan skor berakhir 2-2.

Kekecewaan De Zerbi soal sikap tim

Roberto De Zerbi tidak menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil tersebut. Mengutip laporan ESPN, pelatih asal Italia itu meminta para pemain segera menata ulang suasana hati dan menjaga fokus jelang laga berikutnya.

De Zerbi menekankan bahwa tim tidak boleh terjebak dalam kekecewaan setelah kehilangan kemenangan di fase akhir pertandingan. Ia menilai pemain harus tetap kuat dan datang ke sesi latihan dengan sikap yang positif.

“Mereka harus mendengarkan saya. Saya bangga dengan penampilan mereka. Mereka harus lebih kuat, fokus hanya pada pertandingan melawan Wolverhampton dan datang ke tempat latihan pada Senin sore dengan senyum karena jika tidak, mereka akan langsung pulang,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa sorotan De Zerbi tidak berhenti pada skor akhir. Ia juga menilai mentalitas pemain harus tetap stabil, terutama ketika hasil yang sudah di depan mata berubah dalam beberapa menit terakhir.

Fokus segera diarahkan ke Wolverhampton

De Zerbi ingin pembicaraan mengenai hasil imbang melawan Brighton segera ditutup agar tim bisa bergerak ke laga berikutnya. Wolverhampton Wanderers menjadi tujuan perhatian selanjutnya, dan sang pelatih menilai Tottenham masih punya kualitas untuk meraih kemenangan.

Menurut De Zerbi, kemampuan teknis skuad sudah cukup untuk bersaing dan menang. Tetapi ia menegaskan bahwa kualitas saja tidak akan berarti tanpa sikap yang positif, baik saat latihan maupun ketika bertanding.

“Kami memiliki kualitas yang tepat untuk memenangkan pertandingan [melawan Wolves] jadi kami harus bersikap positif. Saya tidak suka orang yang menangis, yang berpikir negatif,” kata De Zerbi.

Hasil kontra Brighton kembali memperlihatkan masalah yang belum terselesaikan di tubuh Tottenham, mulai dari kegagalan menjaga keunggulan sampai kebutuhan memperkuat ketahanan mental. Dengan tekanan klasemen yang masih berat, Spurs dituntut segera merespons agar tren tanpa kemenangan tidak terus berlanjut.

Baca Juga

Back to top button