Samsung dan Google tampaknya tidak ingin kacamata pintar Android XR mereka hanya unggul di sisi teknologi. Mereka juga ingin perangkat itu terasa pantas dipakai sebagai aksesori mode, dan di situlah Gentle Monster masuk sebagai mitra yang paling menonjol.
Pilihan itu memberi sinyal yang jelas bahwa desain akan memegang peran besar dalam proyek ini. Untuk perangkat yang berada di wajah, kesan visual tidak kalah penting dari kemampuan digital, dan Gentle Monster punya reputasi yang sudah lama dibangun di area tersebut.
Kacamata pintar ini disebut sebagai yang pertama di dunia yang menjalankan Android XR dan dibangun dengan Gemini. Samsung dan Google juga sudah memperlihatkan penampakan awal perangkatnya, sekaligus mengonfirmasi bahwa produk tersebut akan hadir bersama Gentle Monster dan Warby Parker.
Kehadiran dua mitra dengan karakter berbeda menunjukkan strategi yang lebih luas. Samsung dan Google tampaknya ingin menjangkau pengguna yang mencari fungsi teknologi, sekaligus mereka yang memandang kacamata sebagai bagian dari identitas gaya.
Gentle Monster sendiri tidak tumbuh sebagai merek eyewear biasa. Merek ini didirikan oleh Jay Oh dan Hankook Kim pada 2011, lalu berkembang dengan citra sebagai pembuat kacamata mewah yang berani, progresif, dan mudah dikenali.
Di industri kacamata mewah, Gentle Monster kerap dipandang lebih dekat ke kolektif seni ketimbang peritel tradisional. Citra itu diperkuat oleh instalasi seni imersif di toko flagship mereka di berbagai negara, yang justru menjadi bagian inti dari strategi merek.
Pendekatan tersebut membuat pengalaman berbelanja ikut menjadi bagian dari produk. Bahkan, lingkungan dan instalasi di tokonya dilaporkan berubah setiap 21 hari agar kesan segar dan eksperimental tetap terjaga.
Karakter seperti ini relevan untuk perangkat wearable. Kacamata pintar harus diterima sebagai benda yang wajar dipakai sehari-hari, bukan sekadar perangkat elektronik yang menempel di wajah.
Daya tarik Gentle Monster juga terlihat dari bahasa desainnya. Merek ini dikenal lewat frame tebal, siluet oversized, dan tampilan yang berani, sehingga produknya mudah dikenali di antara banyak merek lain.
Ciri tersebut ikut muncul pada kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Samsung. Perangkat itu disebut membawa styling khas Gentle Monster yang tegas dengan pendekatan desain oversized.
Selain itu, Gentle Monster juga dikenal memakai low-bridge nose designs. Ditambah ukuran frame yang cenderung lebih besar dari rata-rata, pendekatan itu memberi karakter visual yang kuat dan berbeda dari banyak kacamata fashion lain.
Perbedaan tersebut punya nilai tersendiri di pasar Asia Timur dan Asia Tenggara. Bentuk frame Gentle Monster dinilai lebih cocok dengan preferensi serta struktur wajah di kawasan tersebut, sementara efek wajah yang terlihat lebih kecil juga menjadi daya tarik tambahan.
Popularitas merek ini tidak berhenti di lingkup regional. Produk Gentle Monster pernah dikenakan oleh Beyoncé, Gigi Hadid, Rihanna, Jennie dari BLACKPINK, dan Felix dari Stray Kids.
Daftar itu menunjukkan bahwa Gentle Monster sudah berada di arus utama fashion global. Posisi tersebut membuatnya relevan untuk proyek Samsung dan Google, karena legitimasi gaya bisa sama pentingnya dengan kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak.
Melalui kemitraan ini, Samsung mendapat akses ke bahasa desain yang sudah punya pengikut kuat. Di sisi lain, Gentle Monster memperoleh panggung baru untuk membawa estetikanya ke produk berbasis Android XR dan Gemini.
Untuk saat ini, Samsung dan Google belum mengumumkan harga kacamata pintar tersebut. Informasi lebih lanjut, termasuk detail harga, disebut akan hadir dalam beberapa bulan ke depan menjelang peluncurannya pada Fall 2026.
Source: www.sammobile.com



