Situasi di FCSB kini tidak hanya dipengaruhi oleh tawaran Gaziantep FK kepada Mirel Radoi, tetapi juga oleh cara Gigi Becali menjaga kendali di dalam klub. Ketegangan itu membuat masa depan Radoi tidak lagi sekadar urusan kontrak, melainkan juga soal kenyamanan bekerja bersama pemilik klub yang tetap aktif berbicara soal tim.
Becali diketahui sudah menghubungi Radoi secara langsung untuk meminta sang pelatih tidak tergesa-gesa menerima tawaran dari klub Turki tersebut. Ia menilai Radoi perlu melihat gambaran yang lebih besar, bukan hanya nilai yang ditawarkan Gaziantep pada saat ini.
Gaziantep Muncul dengan Tawaran Serius
Minat Gaziantep FK terhadap Radoi disebut cukup kuat dan disertai paket finansial yang besar. Klub asal Turki itu sedang berada di posisi ke-11 di Super Liga Turki, tetapi kondisi tersebut tidak mengurangi daya tarik tawaran mereka bagi Radoi.
Di sisi lain, Radoi dikabarkan sudah memberi komitmen verbal kepada Gaziantep, meski belum menandatangani kontrak apa pun. Situasi ini membuat masa depannya terbuka lebar dan memicu dorongan Becali agar sang pelatih kembali mempertimbangkan opsi bertahan di FCSB.
Menurut Becali, peluang di FCSB masih bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang. Ia bahkan menyampaikan bahwa keberhasilan di play-off dapat memberi hasil finansial yang melampaui penawaran Gaziantep.
“Kalau kami lolos dan menang di play-off, kamu bisa dapat lebih banyak uang daripada di Gaziantep,” ujar Becali kepada Fanatik SuperLiga. Ia juga mengaitkan peluang itu dengan kesempatan meraih gelar juara dan tampil di Liga Champions.
Becali Menilai Radoi Perlu Memikirkan Jangka Panjang
Becali menyebut percakapannya dengan Radoi berlangsung terbuka, termasuk saat ia menjelaskan alasan mengapa bertahan di FCSB masih masuk akal. Saat perbandingan nilai antara dua opsi itu disampaikan, Radoi disebut sempat tertawa, namun pesan Becali tetap sama, yakni keputusan harus mempertimbangkan masa depan karier dan kehidupan sang pelatih.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Becali tidak hanya ingin menahan Radoi secara emosional, tetapi juga melalui hitungan yang menurutnya lebih menguntungkan. Bagi Becali, bertahan di FCSB memberi peluang yang tidak kalah besar dibanding pindah ke Turki.
Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan Radoi. Gaziantep sudah masuk sebagai opsi nyata, dan pembicaraan mereka disebut sudah berjalan cukup serius untuk membuat situasi ini menjadi bahan perhatian utama.
Hubungan Kerja Ikut Terganggu oleh Kasus Chiricheș
Di saat isu Gaziantep terus mengemuka, hubungan Becali dan Radoi juga ikut terguncang oleh komentar publik soal Vlad Chiricheș. Becali mengakui ada kesepakatan awal bahwa dirinya tidak akan terlalu sering membahas pemain secara terbuka, tetapi ia melanggar batas itu setelah FCSB menang 4-0 atas UTA.
Komentar tersebut disebut tidak disukai Radoi. Becali mengakui pelatih memiliki sifat yang sensitif terhadap intervensi dari luar, sehingga ucapan semacam itu mudah memicu ketegangan di dalam hubungan kerja mereka.
Becali menegaskan bahwa dirinya tidak ikut menentukan susunan tim. Namun, ia juga menyatakan tidak akan diam jika merasa ada hal yang perlu dibicarakan di depan umum.
FCSB Masih Menaruh Harapan
Di tengah situasi yang rumit itu, Becali tetap memberi penilaian positif terhadap Radoi. Ia menyebut Radoi sebagai sosok yang baik, hangat, dan menyenangkan untuk diajak bekerja sama.
Becali juga mengatakan telah menerima laporan dari Mihai Stoica mengenai cara kerja Radoi di latihan. Menurutnya, metode latihannya berbeda dan bahkan mampu membuat orang berpengalaman di klub ikut terkesan.
Meski begitu, kecocokan keduanya di FCSB tetap bergantung pada satu hal penting, yaitu apakah Radoi bisa menerima kebiasaan Becali yang tetap bicara ketika melihat persoalan di lapangan. Selama pembicaraan soal Gaziantep belum berakhir dan ketegangan internal belum sepenuhnya reda, masa depan Radoi masih berada di persimpangan yang sensitif.