Pasar perangkat elektronik global tengah mencermati satu sumber risiko yang datang dari sisi produksi chip Samsung Electronics. Gangguan pasokan dari Korea Selatan berpotensi menekan komponen penting untuk server, pusat data, smartphone, hingga laptop, dan pada akhirnya ikut mendorong harga jual perangkat di pasar.
Dampaknya diperkirakan tidak muncul serentak, tetapi tekanan bisa terasa lebih kuat bila gangguan produksi berlangsung lama. Situasi ini menjadi penting karena industri gadget dunia masih sangat bergantung pada chip memori dan chip untuk kecerdasan buatan dari Samsung.
Server dan pusat data paling dulu merasakan tekanan
Analis Pasar Smartphone Indonesia Aryo Meidianto Aji menilai efek awal mogok pekerja Samsung tidak akan langsung terlihat. Namun, ia menyebut risiko akan membesar jika penghentian kerja berlangsung panjang dan menghambat produksi chip utama perusahaan.
Menurut Aryo, jika mogok benar-benar berlangsung 18 hari, pasokan chip memori kelas server dan HBM atau High Bandwidth Memory untuk AI akan menjadi yang pertama terganggu. Karena kebutuhan HBM sangat besar di sektor pusat data dan server AI, segmen ini dinilai paling rentan saat pasokan mulai seret.
Untuk smartphone dan laptop, dampaknya belum diperkirakan muncul dalam satu sampai dua bulan pertama. Produsen perangkat masih memiliki stok pengaman komponen sehingga tekanan awal masih bisa tertahan sementara.
Pasokan DRAM dan NAND mulai rawan mengetat
Masalah akan menjadi lebih serius bila gangguan tidak cepat selesai. Dalam skenario itu, pasokan DRAM dan NAND global bisa mengetat dan memicu kenaikan harga komponen, lalu menghambat produksi perangkat elektronik premium.
Aryo menyebut proyeksi industri memperkirakan gangguan produksi Samsung dapat memangkas sekitar 3%–4% pasokan DRAM global dan 2%–3% pasokan NAND dunia. Ia menilai angka itu terlihat kecil, tetapi sangat besar jika dihitung dalam skala industri semikonduktor global.
“Dalam skala volume global, persentase tersebut bernilai miliaran dolar dan setara dengan jutaan unit perangkat,” ujarnya. Kondisi itu juga tidak mudah ditutup oleh pemasok lain seperti SK Hynix maupun Micron Technology karena industri memori membutuhkan kapasitas produksi dan investasi besar.
Harga perangkat elektronik ikut berisiko naik
Tekanan pada harga dinilai makin mungkin terjadi di tengah tingginya permintaan chip untuk kecerdasan buatan. Jika pasokan inti terhambat sementara permintaan tetap kuat, biaya produksi perangkat elektronik ikut terdorong naik.
Kenaikan biaya tersebut berpotensi diteruskan ke harga jual ritel, termasuk di Indonesia. Aryo menilai efeknya belum terlalu signifikan dalam satu sampai tiga bulan ke depan, tetapi risiko kenaikan tetap ada bila kondisi pasokan tidak membaik.
Perangkat yang paling rentan terdampak adalah server AI, pusat data, smartphone flagship, dan laptop spesifikasi tinggi. Produk-produk ini sangat bergantung pada memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi.
Ketergantungan pada Korea Selatan jadi sorotan
Kondisi ini kembali memperlihatkan besarnya ketergantungan industri gadget global pada Korea Selatan. Saat ini, Samsung dan SK Hynix menguasai lebih dari 60% pasar DRAM global, sedangkan hampir 90% pasokan HBM untuk AI berasal dari negara tersebut.
“Ini menunjukkan industri global masih over-dependence terhadap Korea Selatan,” kata Aryo. Ia menilai situasi ini perlu menjadi pengingat bagi industri teknologi untuk memperluas diversifikasi rantai pasok ke negara lain.
Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, dan China disebut sebagai alternatif yang perlu diperhitungkan agar ketergantungan tidak terlalu besar pada satu wilayah. Bagi distributor dan ritel elektronik di Indonesia, antisipasi sejak awal dinilai penting dilakukan tanpa memicu kepanikan pasar.
Aryo menyarankan proyeksi pemesanan diperpanjang dan inventaris diamankan sebelum efek kelangkaan global benar-benar terasa. Di sisi lain, gangguan pasokan juga dapat membuka peluang bagi merek lain karena konsumen cenderung mencari alternatif yang lebih stabil saat ketersediaan produk pesaing terganggu.
Source: teknologi.bisnis.com




