Samsung dan Apple tampaknya sedang memilih jalur yang makin berseberangan untuk flagship mereka berikutnya. Di satu sisi, Samsung disebut menata ulang tampilan Galaxy S27 Ultra agar terlihat lebih bersih, sementara Apple menyiapkan iPhone 20 dengan pendekatan layar yang jauh lebih ekstrem.
Perubahan itu tidak hanya soal spesifikasi kelas atas. Arah pengembangannya justru menunjukkan bahwa dua merek besar ini ingin membangun identitas visual yang berbeda kuat untuk pasar ponsel premium.
Samsung ubah bahasa desain Galaxy S27 Ultra
Galaxy S27 Ultra disebut akan hadir pada awal 2027 dengan pembaruan yang paling mudah terlihat di bagian belakang. Susunan kamera vertikal yang selama ini identik dengan lini Ultra kabarnya akan diganti menjadi modul kamera horizontal.
Langkah ini membuat bodi ponsel terlihat lebih rapi dan memiliki ciri yang lebih ikonik. Pola tersebut juga mengingatkan pada seri Galaxy S10, meski pendekatan yang dipakai kini disebut lebih modern.
Di sektor kamera, Samsung juga dikabarkan menyiapkan sensor utama ISOCELL HP6 200 MP. Sensor ini akan dipadukan dengan teknologi LOFIC untuk membantu memperluas rentang dinamis dan meningkatkan hasil foto saat cahaya rendah.
Pembaruan lain disebut hadir lewat lensa ultrawide yang ikut diperbarui. Sementara itu, lensa telephoto tetap dipertahankan agar kemampuan zoom tetap fleksibel untuk berbagai kebutuhan pemotretan.
Layar besar dan fitur privasi tetap jadi andalan
Pada bagian depan, Galaxy S27 Ultra diprediksi membawa panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci. Layar ini akan memakai refresh rate adaptif LTPO 1-120Hz agar tampilan tetap halus sekaligus efisien.
Samsung juga disebut masih menyematkan fitur Privacy Display. Fungsi ini ditujukan untuk membantu menjaga isi layar agar tidak mudah terlihat orang lain di tempat umum.
Dari sisi dapur pacu, perangkat ini diperkirakan memakai chipset Snapdragon generasi terbaru dari Qualcomm. Dukungan RAM LPDDR6 dan baterai yang lebih besar juga disebut masuk dalam daftar peningkatan yang disiapkan.
Apple dorong iPhone 20 ke arah layar cair
Berbeda dari Samsung yang menata ulang modul kamera, Apple justru menempatkan perubahan terbesar pada sisi layar. iPhone 20 diproyeksikan hadir pada September dan disiapkan untuk menandai 20 tahun perjalanan iPhone.
Fokus utamanya ada pada teknologi layar bernama Liquid Glass Display. Layar ini diklaim mampu menghadirkan efek visual seperti cairan dengan tepian yang sangat halus, sehingga bezel hitam di pinggir layar terlihat seolah menghilang.
Konsep tersebut tidak sama dengan layar lengkung biasa. Apple disebut mengandalkan struktur pemandu cahaya dan rekayasa visual yang kompleks untuk menghasilkan pengalaman pandang yang lebih dalam tanpa mengorbankan kenyamanan genggam.
Dalam pengembangannya, panel itu kabarnya melibatkan Samsung Display. Panel OLED yang digunakan disebut memakai metode micro-curve untuk mendukung efek visual tersebut.
Menuju iPhone tanpa tombol fisik
Apple juga dirumorkan menguji sistem solid-state haptic sebagai pengganti tombol fisik. Jika rencana ini berjalan sesuai arah pengembangan, pengalaman memakai iPhone akan berubah cukup jauh dari desain yang dikenal selama ini.
Selain itu, Apple sedang menguji teknologi di bawah layar untuk Face ID dan kamera depan. Bila semua itu terwujud, iPhone 20 akan menjadi iPhone pertama dengan desain layar penuh tanpa notch maupun Dynamic Island.
Dengan arah pengembangan yang sama-sama agresif, Samsung dan Apple tidak hanya berlomba di performa. Keduanya juga sedang membentuk ulang wajah flagship agar punya identitas yang kuat saat pasar ponsel premium memasuki fase baru setelah 2027.