Bukan sekadar soal layar cepat atau kamera besar, Galaxy S26 Series justru diarahkan Samsung untuk bekerja seperti asisten yang benar-benar paham kebutuhan penggunanya. Dengan Galaxy AI dan One UI 8.5, satu perintah singkat bisa terasa cukup untuk menyelesaikan banyak hal yang biasanya memerlukan beberapa langkah.
Perubahan ini membuat ponsel flagship tersebut tidak hanya menunggu instruksi, tetapi juga membantu menyiapkan tindakan yang relevan. Samsung menempatkan Galaxy S26 sebagai perangkat yang lebih aktif dalam rutinitas harian, baik saat mengatur agenda maupun saat mengolah konten.
AI yang lebih proaktif di perangkat
Salah satu sorotan utama ada pada smart reminder. Galaxy AI di Galaxy S26 mampu membaca konteks dari percakapan teks, email, atau kebiasaan harian secara lokal dan aman, lalu memanfaatkannya untuk membantu pengguna bergerak lebih cepat.
Contohnya, ketika ada pesan tentang janji temu minggu depan, sistem dapat menyusun jadwal, memeriksa waktu yang tersedia, lalu mengonfirmasikannya kembali tanpa pengguna harus membuka kalender secara manual. Alur seperti ini membuat ponsel terasa lebih responsif terhadap situasi, bukan sekadar mengikuti perintah setelah semuanya diatur sendiri.
Pendekatan tersebut memberi kesan bahwa Galaxy S26 memahami konteks lebih dulu sebelum pengguna menyelesaikan semua langkah. Di titik ini, fungsi ponsel bergeser dari alat pasif menjadi asisten yang ikut bekerja di belakang layar.
Pengeditan foto juga dibuat lebih sederhana
Kemampuan serupa hadir di sisi kreativitas lewat ProVisual Engine. Pengguna bisa memberi perintah suara atau teks pendek untuk menjalankan pengeditan foto yang sebelumnya perlu dilakukan bertahap.
Perintah seperti menghapus objek di latar belakang, mengubah nuansa langit menjadi senja, atau menajamkan objek utama dapat dikerjakan dalam hitungan detik. Seluruh proses itu ditangani oleh NPU super cepat yang tertanam di dalam perangkat.
Hasilnya, proses editing terasa lebih ringkas dan langsung. Samsung tampaknya ingin menjadikan Galaxy S26 sebagai perangkat yang tidak hanya kuat untuk memotret, tetapi juga cepat saat hasil foto perlu disesuaikan.
Tetap membawa spesifikasi flagship
Di balik fokus besar pada kecerdasan buatan, Samsung tetap mempertahankan ciri khas seri flagship. Galaxy S26 reguler hadir dengan layar 6,3 inci Dynamic AMOLED 2X berkecepatan 120Hz untuk tampilan yang mulus dan nyaman di mata.
Di sektor performa, Samsung memakai Exynos 2600 atau Snapdragon 8 Elite Gen 5, tergantung wilayah pemasaran. Seluruh varian reguler dan kelas atas juga dibekali RAM 12 GB sebagai standar minimum.
Untuk kamera, Galaxy S26 dan S26+ membawa kamera utama 50 MP. Sementara itu, Galaxy S26 Ultra menjadi model tertinggi dengan sensor 200 MP dan bukaan lensa f/1.4 yang diklaim mampu menangkap cahaya 47% lebih banyak untuk hasil foto malam hari yang lebih spektakuler.
Harga resmi di Indonesia
Samsung Indonesia merilis Galaxy S26 Series dalam beberapa pilihan penyimpanan. Galaxy S26 reguler RAM 12 GB dijual Rp16.499.000 untuk varian 256 GB dan Rp19.499.000 untuk varian 512 GB.
Galaxy S26+ RAM 12 GB dibanderol Rp19.499.000 untuk varian 256 GB dan Rp22.499.000 untuk varian 512 GB. Untuk kelas tertinggi, Galaxy S26 Ultra tersedia dalam tiga opsi, yaitu 12GB/256 GB seharga Rp24.499.000, 12GB/512 GB seharga Rp27.499.000, dan 16GB/1 TB seharga Rp31.999.000.
Samsung juga menambahkan perlindungan kaca Armor generasi terbaru serta ketahanan air IP68 pada seluruh lini yang disebutkan. Dengan kombinasi harga flagship, layar premium, kamera besar, dan Galaxy AI yang makin adaptif, Galaxy S26 Series diposisikan sebagai ponsel yang mengandalkan satu perintah untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.