Bagi banyak pembeli, pilihan antara Galaxy A57 dan Galaxy S25 FE tidak lagi sekadar soal kelas perangkat. Selisih harga yang disebut sekitar $180/€150/INR 9,000 membuat keduanya sama-sama terlihat menarik, tetapi karakter yang ditawarkan justru membagi kebutuhan pengguna dengan cukup tegas.
Di satu sisi, Galaxy A57 sudah menawarkan pengalaman yang sangat dekat untuk pemakaian harian. Di sisi lain, Galaxy S25 FE membawa paket fitur yang lebih lengkap dan performa yang jauh lebih tinggi, sehingga keputusan akhirnya bergantung pada prioritas masing-masing.
Bentuk fisik yang tidak jauh berbeda
Secara ukuran, keduanya memang berdiri di wilayah yang sangat berdekatan. Galaxy A57 hadir dengan dimensi 161,5 x 76,8 x 6,9 mm dan bobot 179 gram, sedangkan Galaxy S25 FE sedikit lebih pendek dan lebih lebar di 161,3 x 76,6 x 7,4 mm dengan bobot 190 gram.
Perbedaan rasa di tangan tetap ada karena A57 lebih tipis dan lebih ringan. Namun keduanya sama-sama memakai Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang, rangka aluminium, serta sertifikasi IP68, sehingga kesan premiumnya tetap sejalan.
Layar sama kuat, pengalaman visual nyaris setara
Bagian layar juga tidak memberi alasan besar untuk naik kelas. Samsung membekali keduanya dengan panel OLED 6,7 inci, refresh rate 120Hz, resolusi 1080 x 2340 piksel, dan kerapatan 385 ppi.
Tingkat kecerahan puncaknya pun sangat dekat, yakni 1259 nits pada Galaxy A57 dan 1247 nits pada Galaxy S25 FE. Artinya, ukuran, resolusi, refresh rate, dan tingkat terang sama-sama tidak menjadi pembeda yang kuat di penggunaan sehari-hari.
Baterai A57 lebih tahan, pengisian tetap seimbang
Keunggulan yang lebih terasa justru datang dari sisi daya tahan. Galaxy A57 unggul pada pengujian browsing web dan streaming video, lalu meraih Active Use Score yang lebih tinggi dibanding Galaxy S25 FE.
Galaxy S25 FE memang lebih baik untuk panggilan 4G, tetapi secara umum A57 masih terlihat lebih meyakinkan untuk pemakaian campuran. Kapasitas baterainya juga sedikit lebih besar, yakni 5000 mAh pada A57 dan 4900 mAh pada S25 FE.
Soal isi ulang, keduanya sama-sama mendukung fast charging 45W lewat Power Delivery. Hasil pengujiannya hampir identik: 36 persen dalam 15 menit, 64 persen versus 63 persen dalam 30 menit, lalu penuh dalam 69 menit untuk A57 dan 70 menit untuk S25 FE.
Ada satu pembeda praktis yang menguntungkan S25 FE, yaitu dukungan wireless charging dan reverse wireless charging. Fitur itu tidak tersedia di Galaxy A57.
Performa menjadi jarak paling jelas
Jika ada satu area yang benar-benar memisahkan keduanya, itu adalah performa. Galaxy A57 memakai Exynos 1680 4 nm, sementara Galaxy S25 FE menggunakan Exynos 2400 4 nm yang masuk kategori flagship-grade.
Keduanya sama-sama tersedia dengan 8GB RAM dan 128GB penyimpanan pada varian dasar. Bedanya, S25 FE memakai storage UFS 4.0 yang lebih cepat, sedangkan A57 masih memakai UFS 3.1.
Hasil benchmark menunjukkan selisih yang sangat lebar. Galaxy A57 mencatat AnTuTu 10 sebesar 1.001.995, Geekbench 6 sebesar 4.411, dan 3D Mark Wild Life 1.742, sedangkan Galaxy S25 FE mencatat AnTuTu 10 sebesar 1.748.449, Geekbench 6 sebesar 6.948, dan 3D Mark Wild Life 4.226.
Exynos 2400 disebut sekitar 58 persen lebih cepat pada CPU dan hampir 2,5 kali lebih kuat pada GPU. Skor AnTuTu-nya juga unggul 74 persen, sehingga S25 FE jauh lebih cocok untuk pengguna yang ingin tenaga ekstra.
Galaxy A57 memang punya varian tertinggi 512GB dengan 12GB RAM. Namun S25 FE tetap berhenti di 8GB/512GB, meski keduanya diperkirakan menerima enam upgrade Android besar dari titik waktu penulisan.
Kamera utama mirip, fleksibilitas S25 FE lebih jauh
Di sektor kamera, keduanya sama-sama mengandalkan kamera utama 50MP berbasis sensor 1/1.56 inci. Kamera ultrawide-nya juga serupa, sama-sama 12MP 1/3 inci tanpa autofocus, dan kamera depan keduanya punya karakter yang sangat berdekatan.
Perbedaan paling penting ada di kamera ketiga. Galaxy S25 FE membawa telefoto 8MP dengan zoom optik 3x, sedangkan Galaxy A57 hanya mengandalkan kamera makro 5MP.
Dalam foto siang hari, kamera utama keduanya mirip, tetapi S25 FE dinilai lebih matang dalam pengolahan detail. Pada zoom 2x, hasil S25 FE masih terlihat lebih natural, sementara A57 cenderung menajamkan gambar secara agresif namun justru lebih lembut.
Saat masuk ke zoom 3x, S25 FE unggul jauh karena punya kamera telefoto khusus. Meski hanya 8MP, kamera itu menghasilkan foto 12MP di 3x yang tetap detail, sedangkan A57 sudah mulai kesulitan sejak 2x.
Untuk ultrawide di siang hari, keduanya berada di level yang hampir sama. Pada malam hari, kamera utama A57 kadang tampak sedikit lebih bersih dalam mode auto, tetapi Night mode S25 FE memberi peningkatan yang lebih efektif.
Video, suara, dan fitur tambahan ikut memihak S25 FE
Untuk perekaman video, Galaxy S25 FE menawarkan pilihan yang lebih luas dengan 8K30 dan 4K120. Galaxy A57 hanya mentok di 4K30, jadi pengguna yang mengejar format video lebih tinggi jelas lebih diuntungkan oleh S25 FE.
Jika sama-sama direkam di 4K30, kualitas keduanya cukup dekat. A57 cenderung lebih agresif dalam sharpening, sedangkan S25 FE lebih santai dalam pengolahan detail, termasuk saat merekam di malam hari.
Di sektor audio, selisih volume tidak terlalu terasa dalam pemakaian nyata. Meski begitu, tuning suara S25 FE dinilai lebih enak karena vokalnya lebih dalam dan bersih, nada tinggi lebih renyah, serta karakter suaranya lebih hangat.
S25 FE juga mendukung Samsung DeX dalam mode kabel maupun nirkabel. Kombinasi ini membuatnya terasa lebih menarik bagi pengguna yang ingin ponsel sekaligus perangkat produktivitas, sementara A57 tetap kuat sebagai pilihan yang lebih hemat dengan pengalaman inti yang sangat dekat.
Source: www.gsmarena.com