Bagi pemilik Samsung yang mendapati munculnya green line di layar, persoalan utama biasanya langsung mengarah ke biaya perbaikan. Angkanya tidak seragam, karena ongkos service sangat bergantung pada seri HP, jenis panel, tingkat kerusakan, hingga tempat perbaikan yang dipilih.
Di antara banyak model Samsung, ada seri yang biayanya masih berada di kisaran Rp300 ribu, tetapi ada juga yang bisa menembus Rp5 jutaan. Karena selisihnya cukup jauh, memahami rentang harga sejak awal menjadi penting sebelum perangkat dibawa ke tempat service.
Seri paling rendah ada di Galaxy A
Dari berbagai lini Samsung, Galaxy A series muncul sebagai yang paling terjangkau untuk penanganan green line. Kisaran biayanya berada di Rp300 ribu–Rp1,4 jutaan, sehingga inilah seri yang paling dekat dengan angka terendah dalam daftar.
Meski begitu, harga akhirnya tetap tidak bisa dipukul rata. Tingkat kerusakan dan komponen yang terdampak tetap menentukan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan.
Beda seri, beda kisaran biaya
Samsung menggunakan panel layar yang berbeda pada tiap model, mulai dari Super AMOLED, Super AMOLED Plus, sampai Dynamic AMOLED 2X. Perbedaan panel ini ikut membuat biaya penanganan green line tidak sama antarmodel.
Galaxy Note 10 series dan Galaxy Note 20 series sama-sama berada di kisaran Rp2 juta–Rp3 jutaan. Galaxy S20 series tercatat di rentang Rp1,1 juta–Rp3 jutaan, sementara Galaxy S21 series berada di Rp1,8 juta–Rp3,2 jutaan.
Untuk lini yang lebih baru, Galaxy S22 series ada di kisaran Rp800 ribu–Rp3 jutaan. Galaxy S23 series disebut berada pada rentang Rp1,8 juta–Rp3 jutaan, sedangkan Galaxy S24 series berada di Rp2,3 juta–Rp4 jutaan.
Model lipat cenderung lebih mahal
Pada seri lipat, biaya service green line terlihat jauh lebih tinggi. Galaxy Z Flip series tercatat berada di kisaran Rp1 juta–Rp5 jutaan, sedangkan Galaxy Z Fold series ada di sekitar Rp2,5 juta–Rp4,9 jutaan.
Kisaran ini menunjukkan bahwa penanganan green line pada perangkat lipat bisa menjadi salah satu yang paling mahal. Karena itu, pemilik seri lipat perlu lebih cermat saat menyiapkan biaya perbaikan.
Kenapa biayanya bisa berubah-ubah
Green line umumnya ditangani dengan mengganti layar. Namun, jika kerusakan lebih parah, panel dan konektor juga bisa ikut diperbaiki atau diganti, sehingga biaya membengkak.
Lokasi service juga ikut memengaruhi total pengeluaran. Perbaikan di service center resmi Samsung akan berbeda dengan konter atau pihak ketiga, sehingga selisih harga bisa terasa cukup besar.
Jenis panel pengganti pun punya peran penting. Panel orisinal biasanya lebih mahal, sedangkan panel after market atau KW cenderung jauh lebih murah.
Garansi masih bisa jadi penolong
Pemilik HP Samsung masih dapat memanfaatkan garansi untuk menekan biaya service. Masa garansi disebut berlaku 12 bulan atau 1 tahun, dan klaim bisa diajukan bila green line muncul dalam periode tersebut.
Namun, garansi hanya berlaku jika kerusakan muncul karena cacat produk atau gangguan internal. Jika layar retak, HP jatuh, terkena air, mengalami modifikasi, atau rusak karena kesalahan pengguna, garansi tidak berlaku lagi.
Saat klaim diajukan, petugas service center akan memeriksa perangkat terlebih dahulu. Setelah itu, pemilik akan mendapat penjelasan mengenai kerusakan, kemungkinan biaya tambahan, dan proses perbaikan yang perlu dijalani.
Risiko tidak hanya di seri flagship
Masalah green line bisa muncul pada semua HP Samsung yang memakai layar AMOLED dan turunannya. Artinya, risiko ini tidak terbatas pada Galaxy S atau Galaxy Note, tetapi juga mencakup Galaxy A dan Galaxy Z.
Pemicunya juga beragam, mulai dari panas berlebih, tekanan pada layar, kerusakan internal, hingga masuknya air ke mesin. Karena itu, penggunaan perangkat yang wajar tetap penting agar biaya perbaikan tidak membesar.
Kebiasaan sederhana seperti menghindari paparan sinar matahari langsung, memakai charger dan kabel berkualitas, melakukan update software secara berkala, serta mengurangi tekanan berlebih pada perangkat dapat membantu menjaga layar tetap aman.
Source: www.idntimes.com




