Pasar kamera gimbal mulai dilirik lebih serius oleh produsen smartphone, dan Oppo disebut ikut mengambil langkah ke arah itu lewat perangkat bernama kode Fuyao. Jika laporan yang beredar benar, perangkat ini berpeluang hadir bersamaan dengan seri flagship Find X10 pada kuartal keempat 2026.
Minat Oppo ke kategori ini tidak muncul tanpa alasan. Perusahaan selama ini memang sudah membangun reputasi kuat di sektor imaging lewat sensor kamera, pemrosesan gambar berbasis AI, dan kerja sama yang mendukung kualitas fotografi di ponsel.
Fuyao dan arah baru Oppo di luar smartphone
Kehadiran Fuyao akan menandai perluasan fokus Oppo dari perangkat ponsel ke alat penunjang pembuatan konten yang lebih spesifik. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Oppo tidak hanya ingin bertumpu pada kemampuan kamera bawaan smartphone.
Jika rencana itu terealisasi, Fuyao bisa menjadi penghubung antara smartphone, perangkat lunak, dan kebutuhan videografi yang lebih luas. Integrasi seperti ini berpotensi memudahkan pengguna saat merekam, menyimpan, hingga mengolah konten dalam satu ekosistem yang lebih terhubung.
Permintaan kamera gimbal masih terbuka
Ketertarikan Oppo pada segmen ini sejalan dengan pasar yang masih berkembang. Berdasarkan data IDC, pasar kamera pintar, termasuk kamera gimbal ringkas, mencatat penjualan sekitar 16,65 juta unit pada 2025.
Kamera gimbal portabel menjadi salah satu pendorong utama di kategori tersebut karena banyak digunakan kreator konten. Kebutuhan video stabil juga terus naik seiring makin populernya Instagram, TikTok, dan YouTube.
Fungsi gimbal membuat rekaman tetap halus meski pengguna bergerak. Karena itu, perangkat ini tidak hanya relevan untuk kreator profesional, tetapi juga bagi pengguna kasual yang ingin hasil video terlihat lebih rapi.
DJI masih sangat dominan
Meski peluang pasarnya ada, Oppo akan masuk ke arena yang sudah dihuni pemain kuat. IDC mencatat DJI memegang sekitar 62 persen pangsa pasar pada 2025, sedangkan Insta360 berada di posisi berikutnya dengan sekitar 12 persen.
Angka itu memperlihatkan bahwa Oppo membutuhkan pembeda yang jelas bila ingin bersaing. Nama besar saja tidak cukup, karena perangkat baru harus mampu menjawab kebutuhan pengguna konten yang semakin spesifik.
Di sisi lain, Oppo punya modal yang tidak dimiliki semua pemain di segmen ini. Sebagai produsen smartphone, Oppo menguasai hardware, software, algoritma AI, dan basis pengguna yang besar.
Peluang integrasi jadi nilai jual
Kombinasi kemampuan tersebut bisa memberi pengalaman yang lebih mulus antara ponsel dan kamera gimbal. Mulai dari proses pengambilan gambar sampai perpindahan file dan pengeditan konten, semuanya berpotensi dibuat lebih terhubung.
Karena itu, Fuyao bisa menjadi produk yang tidak hanya menambah portofolio Oppo, tetapi juga memperkuat ekosistem imaging yang sudah dibangun perusahaan selama ini. Posisi seperti ini bisa menjadi pembeda penting saat produk dipasangkan dengan Find X10 nanti.
Pemain smartphone lain juga bergerak
Oppo bukan satu-satunya merek ponsel yang dilaporkan tertarik pada segmen serupa. Vivo juga disebut mengembangkan kamera gimbal ringkas sejak tahun lalu, dan prototipe awalnya dikabarkan sudah masuk tahap pengujian lanjutan.
Honor juga disebut menyiapkan langkah yang sama, meski dengan pendekatan berbeda. Tren ini menunjukkan bahwa kamera gimbal mulai dipandang sebagai area baru yang menarik bagi perusahaan smartphone besar.
Jika persaingan ini terus berkembang, konsumen bisa mendapatkan lebih banyak pilihan produk dengan fitur yang lebih beragam. Dorongan dari para pemain besar juga berpotensi membuat inovasi berjalan lebih cepat di pasar ini.
Bagi Oppo, tantangan berikutnya ada pada posisi Fuyao di pasar dan target penggunanya. Perusahaan perlu menentukan apakah perangkat itu akan menyasar pengguna profesional, semi-profesional, atau segmen kasual yang aktif membuat konten.
Source: www.gadgetdiva.id