Friendster kembali hadir dengan pendekatan yang justru berlawanan dengan kebiasaan media sosial modern. Alih-alih mengejar ramai konten dan dorongan algoritma, aplikasi ini mengandalkan lingkar pertemanan yang benar-benar dibangun secara langsung.
Versi barunya kini tersedia untuk iPhone melalui App Store dan dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. Ukurannya juga ringan, sekitar 5,9 MB, sehingga tidak terlalu membebani penyimpanan perangkat.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya nama lama yang dibangkitkan lagi, melainkan cara pakainya yang sengaja dibuat sederhana. Friendster tidak menampilkan iklan, tidak menjual data pengguna, dan tidak memakai algoritma untuk menyusun feed.
Dengan sistem seperti itu, timeline terasa lebih tenang karena isi yang muncul hanya berasal dari jaringan pertemanan pengguna. Pengguna tidak disambut rekomendasi konten acak seperti di banyak platform lain.
Untuk mulai memakai aplikasi ini, pengguna iPhone cukup mencarinya di App Store lalu memilih Friendster dari Friendster Labs Inc. Setelah itu, pengguna bisa menekan tombol Get atau Unduh dan menunggu proses instalasi selesai.
Aplikasi ini juga memiliki batas usia minimum 13 tahun sesuai rating di App Store. Saat ini, Friendster masih terbatas untuk iOS dan belum tersedia secara publik di Android, meski pengembang menyebut pengembangannya sedang berlangsung.
Setelah terpasang, proses masuk ke akun dibuat singkat. Pengguna dapat login menggunakan Apple ID, lalu menyetujui syarat penggunaan sebelum mulai membuat profil.
Profil yang tersedia pun dibuat ringkas. Pengguna cukup mengisi username dan bio singkat, lalu langsung masuk ke tampilan utama yang minimalis.
Di bagian atas aplikasi, ada tombol untuk membuat postingan baru. Timeline kemudian menampilkan unggahan dari teman secara langsung, sehingga pengalaman terasa lebih personal dan tidak dipenuhi konten yang tidak berkaitan.
Perbedaan paling unik ada pada cara menambah teman. Pengguna tidak bisa mencari teman lewat username atau nomor kontak, karena prosesnya harus dilakukan dengan mendekatkan atau menempelkan dua ponsel.
Cara itu memanfaatkan teknologi seperti NFC atau koneksi serupa. Akibatnya, jaringan sosial Friendster dibangun dari orang-orang yang memang benar-benar ditemui secara langsung.
Friendster juga tidak memakai konsep follower dan tidak memberi rekomendasi akun asing. Dalam praktiknya, platform ini mendorong pertemanan yang lebih selektif dan terasa lebih nyata.
Meski tampil sederhana, fitur dasarnya tetap tersedia. Pengguna bisa mengunggah teks atau teks disertai foto, lalu memberi like dan beberapa emoji sebagai reaksi.
Aplikasi ini belum mendukung video, tetapi tetap menyediakan menu home, friends, notifikasi, chat atau pesan, dan profil. Friendster juga memiliki fitur grup untuk komunikasi antarpengguna.
Bagi pengguna lama, kehadiran Friendster di iPhone membawa nuansa nostalgia yang kuat. Namun, versi baru ini tidak sekadar mengulang masa lalu, karena akun lama dari Friendster klasik tidak bisa langsung dipakai kembali di platform baru.
Source: www.beritasatu.com