Freelander 8 langsung menarik perhatian bukan hanya karena membawa nama yang sudah lama dikenal, tetapi karena posisinya kini berubah total. Dari identitas lama sebagai model SUV, Freelander kini dihidupkan lagi sebagai sub-brand baru yang dibangun bersama Chery dan Jaguar Land Rover.
Langkah itu membuat arah Freelander terasa lebih ambisius. Merek ini ingin berada di titik temu antara warisan desain premium khas Inggris milik JLR dan kemampuan teknologi serta manufaktur yang dibawa Chery.
Dibangun untuk pasar yang lebih luas
Kebangkitan nama Freelander juga terkait dengan strategi ekspansi yang sejak awal diarahkan ke pasar domestik Tiongkok dan Timur Tengah. Dalam skema yang disiapkan, merek ini tidak hanya diposisikan sebagai produk tunggal, melainkan sebagai lini baru dengan ruang tumbuh yang lebih besar.
Nama Freelander sendiri bukan barang baru di industri otomotif. Model aslinya pertama kali muncul pada 1997 dan sempat dikenal sebagai SUV terlaris di Eropa pada masanya.
Freelander 8 tampil besar dan tegas
Model perdana dari sub-brand ini adalah Freelander 8, sebuah SUV besar dengan panjang sekitar 5,1 meter. Desain dasarnya mengacu pada Concept 97, dengan bodi yang kokoh, tegap, dan mengotak.
Sentuhan Phil Simmons, desainer yang juga merancang Range Rover, memberi rasa familiar pada eksteriornya. Siluet mobil ini mengingatkan pada Defender, Freelander, dan Range Rover, sementara pilar diagonal di bagian belakang menjadi salah satu detail paling menonjol.
Identitas barunya juga dibuat sangat jelas lewat tulisan emboss Freelander berukuran besar di bagian depan dan belakang. Tidak ada logo pabrikan Inggris itu di bodinya, tetapi kesan modern tetap kuat berkat gagang pintu semi-tersembunyi, spion besar, roof rack, spoiler belakang terintegrasi, serta empat kamera di buritan untuk sensor dan bantuan berkendara.
Kabinnya praktis, tetapi tetap digital
Masuk ke interior, pendekatan yang dipakai menggabungkan fungsi dan tampilan digital. Dasbor memakai layar melayang berukuran besar, lalu ada monitor lain yang membentang di konsol tengah.
Tombol fisik tetap dipertahankan di bawah layar agar pengaturan cepat tetap mudah dilakukan. Setirnya berbentuk oval dengan palang empat dan balutan dua warna, sedangkan tuas transmisi ditempatkan di belakang kemudi.
Di bagian konsol tengah bawah, tersedia dua selektor putar untuk mode berkendara dan dua slot pengisian daya ponsel nirkabel. Penumpang belakang juga mendapat kursi baris kedua bergaya zero-gravity untuk mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh.
Teknologi menjadi kartu utama
Bagian yang paling agresif dari Freelander 8 ada pada paket bantuan mengemudinya. SUV ini memakai sistem keselamatan aktif pintar Huawei ADS 5.0, dengan ADS 4.1 disebut tersedia di beberapa wilayah pasar, serta sensor LiDAR 896-line di atap.
Pengolahan komputasinya ditangani cip generasi terbaru Qualcomm Snapdragon 8397 yang mengelola kontrol terpusat kendaraan secara instan. Kombinasi itu menempatkan Freelander 8 sebagai salah satu SUV offroader yang diposisikan sangat serius dalam hal sistem bantuan cerdas.
Untuk kemampuan melintasi medan berat, mobil ini memakai Intelligent All-Terrain System atau i-ATS yang disebut pertama di dunia. Sistem tersebut memanfaatkan data dari LiDAR dan kamera binokular di depan untuk memindai permukaan jalan secara real-time dan menyesuaikan strategi berkendara dalam hitungan milidetik.
Kemampuan off-road itu diperkuat differential lock mekanis di depan, e-LSD elektronik di belakang, virtual central lock, serta suspensi udara dual-chamber yang adaptif. Paket ini menegaskan bahwa Freelander 8 tidak hanya mengedepankan kemewahan, tetapi juga kemampuan jelajah yang serius.
Siap untuk beberapa opsi penggerak
Spesifikasi teknis lengkapnya belum dibuka, tetapi struktur dasarnya sudah dijelaskan. Freelander 8 dibangun di atas platform khusus yang fleksibel dan memakai sistem AWD untuk varian BEV, PHEV, serta Extended-Range atau EREV bertegangan tinggi 800V.
Baterainya dikembangkan bersama CATL dan mendukung pengisian daya super cepat hingga 6C. Daya input puncaknya disebut mencapai 350 kW, yang menunjukkan ambisi elektrifikasi besar dari merek baru ini.
Peran penting dalam rencana CJLR
Freelander 8 juga memegang posisi strategis bagi Chery Jaguar Land Rover atau CJLR. Di tengah tekanan pasar di Tiongkok, pabrik perakitan canggih di Changshu yang berkapasitas 200.000 unit per tahun direncanakan menghentikan produksi model lama seperti Evoque, Discovery Sport, dan beberapa lini Jaguar pada akhir tahun 2026.
Langkah itu dilakukan agar seluruh sumber daya bisa difokuskan ke pengembangan brand Freelander. Dalam rencana jangka menengah, CJLR menargetkan satu model baru setiap enam bulan dengan total enam model dalam lima tahun ke depan.
Pasar Timur Tengah menjadi sasaran awal sebelum ekspansi ke 90 negara, termasuk Asia Tenggara. Dengan arah tersebut, peluang masuk Indonesia juga terbuka, meski keputusan akhirnya tetap bergantung pada strategi ekspansi merek baru ini.
Source: www.oto.com