Forest Green Rovers datang ke Meadow Park dengan modal yang membuat laga perempat final play-off National League ini terasa terbuka. Tim tamu menutup musim reguler dengan kemenangan 5-0 atas Morecambe dan finis di posisi ketujuh dengan 81 poin, sementara Boreham Wood mengakhiri kompetisi di peringkat keempat dengan 90 poin.
Perbedaan angka itu memberi gambaran bahwa tuan rumah punya musim yang lebih stabil, tetapi Forest Green membawa momentum yang tidak bisa diabaikan. Karena tiket semifinal menjadi taruhannya, duel ini diproyeksikan berlangsung ketat sejak awal, terutama karena kedua tim sama-sama punya alasan kuat untuk percaya diri.
Boreham Wood mengandalkan stabilitas dan pengalaman laga besar
Luke Garrard menempatkan pencapaian Boreham Wood musim ini dalam konteks yang lebih luas. Ia melihat perjalanan klub dari degradasi hingga kembali bersaing di level play-off sebagai bukti kemajuan mental dan konsistensi skuad.
“Two years ago we were relegated – fast forward two years and we’ve had a promotion at the first time of asking, and we’re going into a play-off campaign full of excitement and pride,” kata Garrard. Baginya, 90 poin bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa timnya mampu menjaga standar permainan sepanjang musim.
Garrard juga menilai Boreham Wood cocok menghadapi pertandingan tunggal yang menentukan seperti ini. Ia merujuk pada keberhasilan timnya menaklukkan lawan dari kasta lebih tinggi di kompetisi piala domestik musim ini, termasuk Crawley dan Newport, sebagai tanda bahwa skuadnya bisa tetap efektif di bawah tekanan.
Harapan Garrard juga tertuju pada atmosfer Meadow Park. Dukungan penuh dari tribun dinilai bisa menjadi dorongan tambahan bagi Boreham Wood dalam laga yang menuntut ketenangan sekaligus ketajaman.
Forest Green membawa kepercayaan diri tinggi
Di sisi lain, Robbie Savage memimpin Forest Green Rovers ke babak play-off dengan rasa optimistis yang jelas. Kemenangan besar pada laga terakhir membuatnya yakin tim ini mampu bersaing melawan siapa pun ketika tampil sesuai rencana permainan.
“When we play like that, we are unstoppable. I don’t care who we play,” kata Savage. Ia juga tidak menjadikan absennya sejumlah pemain kunci sebagai alasan, karena menurutnya Forest Green masih punya kedalaman skuad yang memadai untuk tetap kompetitif.
Savage menyebut finis di posisi ketujuh dengan 81 poin sebagai pencapaian yang patut dihargai. Ia menggambarkan musim ini sebagai periode yang sangat positif bagi klub dan menegaskan rasa bangganya bisa memimpin tim tersebut.
“It’s been a brilliant season. What a club, great people and I’m proud to be the manager of this club,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa apa pun hasil yang nanti didapat di play-off, Forest Green sudah menunjukkan kualitas terbaik mereka sepanjang musim.
Rekor pertemuan dan ancaman di lini depan
Forest Green memang belum kalah dari Boreham Wood dalam dua pertemuan liga musim ini. Salah satu laga dimenangi Forest Green, sedangkan pertemuan lainnya berakhir imbang 1-1, termasuk duel pada 21 Februari 2026 yang juga tidak melahirkan pemenang.
Meski rekor itu tampak menguntungkan tim tamu, Savage tetap menilai laga ini akan sangat sulit. Ia menyebut Boreham Wood sebagai lawan yang kuat dan menegaskan timnya harus berani mengambil inisiatif bila ingin terus melangkah.
“We know it’s going to be a real tough game against a very good Boreham Wood side,” kata Savage. Ia juga menekankan bahwa Forest Green akan tetap bermain menyerang, kreatif, dan siap mengambil risiko demi menjaga peluang menuju Wembley.
Dari sisi pemain, Forest Green diperkirakan akan bertumpu pada Jili Buyabu dan Kyle McAllister untuk menekan pertahanan tuan rumah. Boreham Wood sendiri punya Matt Rush, penyerang yang sudah mencetak 26 gol musim ini dan menjadi ancaman paling menonjol dalam momen-momen penting.
Dengan rekor kandang Boreham Wood, pertahanan yang solid, serta dukungan publik Meadow Park, tuan rumah punya fondasi kuat untuk bertahan di bawah tekanan. Namun Forest Green datang dengan dorongan moral dari kemenangan meyakinkan dan keyakinan bahwa mereka masih bisa mencuri hasil di laga tandang.