Di tengah peringatan May Day, Polda Jawa Barat justru harus menangani aksi yang berujung pada perusakan fasilitas umum di simpang Jalan Cikapayang-Tamansari, Kota Bandung. Polisi menegaskan peristiwa itu bukan bentuk penyampaian pendapat, melainkan tindakan kriminal yang merusak ruang publik.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya kini fokus menelusuri motif kelompok yang muncul dalam insiden tersebut. Ia menilai aksi itu tidak mewakili masyarakat mana pun, termasuk buruh yang sedang merayakan May Day.
Kelompok tak dikenal dan pola gerak mencurigakan
Dari pantauan polisi, massa yang terlibat dalam kejadian itu berjumlah sekitar 150 orang. Kelompok tersebut disebut tidak dikenal dan mengenakan pakaian hitam sambil menutup wajah untuk menyamarkan identitas.
Rudi menyebut aparat juga mendalami tujuan mereka karena tidak terlihat adanya orasi maupun perjuangan dari kelompok tertentu. Karena itu, polisi menilai peristiwa tersebut perlu dilihat sebagai aksi perusakan, bukan aspirasi yang disampaikan secara terbuka.
Bahan yang dibawa diduga untuk serangan
Polisi menemukan sejumlah perlengkapan yang dibawa massa di lokasi. Di antaranya bahan bakar dan botol berisi minyak yang sudah diberi sumbu.
Peralatan itu diduga disiapkan untuk membuat bom molotov. Selain itu, kelompok tersebut juga membawa benda-benda keras lain yang kemudian digunakan dalam rangkaian aksi di lapangan.
Kerusakan terjadi pada titik ramai kota
Aksi itu berlangsung di simpang Jalan Cikapayang-Tamansari, salah satu titik ramai di Kota Bandung. Dalam insiden tersebut, massa melakukan penyiraman, sweeping, dan perusakan di sekitar lokasi.
Fasilitas yang rusak meliputi lampu lalu lintas, pos polisi, dan videotron. Kerusakan pada traffic light dan lampu lalu lintas ikut mengganggu fasilitas publik di kawasan itu.
Pengamanan sudah disiapkan lebih dulu
Rudi menegaskan aksi tersebut terjadi di tengah pengamanan yang sudah disiapkan jauh hari. Sebelumnya, koordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah telah dilakukan untuk menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk mahasiswa.
Polisi juga sudah mengamankan sejumlah massa yang terlibat dalam insiden tersebut. Polda Jabar kini terus menelusuri latar belakang, identitas, dan peran masing-masing orang yang muncul di lapangan.
Rudi menegaskan aparat akan mengusut kasus ini sampai terang siapa pelaku dan apa tujuan mereka. Polisi juga ingin memastikan tindakan perusakan itu dibedakan secara tegas dari penyampaian aspirasi yang sah.
Source: jabar.jpnn.com