Jonatan Christie menatap Indonesia Open dengan beban evaluasi yang cukup jelas setelah hasil kurang ideal di Singapore Open. Kekalahan di babak pertama memang memutus langkahnya lebih cepat, tetapi fokusnya kini sudah bergeser ke turnamen berikutnya.
Di Singapore Indoor Stadium, Singapura, tunggal putra Indonesia itu harus mengakui keunggulan Prannoy H S dari India lewat pertandingan tiga gim yang naik turun. Jonatan sempat tampil sangat meyakinkan di awal, namun ritme permainan berubah ketika lawannya mulai mengambil kendali.
Awal kuat, lalu permainan bergeser
Jonatan membuka laga dengan tempo agresif dan berhasil menekan sejak poin-poin awal. Dominasi itu membuatnya menutup gim pertama dengan skor telak 21-10.
Situasi berubah pada gim kedua saat Prannoy tampil lebih berani dalam menyerang. Jonatan kesulitan menjaga pola permainan dan akhirnya kalah 12-21, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat gim ketiga.
Gim penentuan berjalan ketat
Gim ketiga menjadi fase paling sengit dalam duel ini. Jonatan sempat tertinggal 10-11 saat interval, lalu berusaha mengejar di bagian akhir pertandingan.
Namun, Prannoy tampil lebih stabil ketika poin-poin krusial datang. Wakil India itu menutup pertandingan dengan kemenangan 21-18 dan memastikan Jonatan tersingkir lebih awal.
Evaluasi cepat setelah laga
Sesudah pertandingan, Jonatan menyoroti kondisi arah angin yang menurutnya ikut memengaruhi jalannya laga. Ia menyebut salah satu sisi lapangan terasa lebih sulit dimainkan karena faktor tersebut.
“Ketika tertinggal 10-11 di interval, saya tahu itu pasti akan kerjanya lebih double lagi, karena kondisi yang menang angin itu pasti akan lebih sulit,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI.
Meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan, Jonatan menilai pola permainan yang ia terapkan sebenarnya sudah tepat. Menurutnya, masalah utama justru ada pada ketenangan saat memasuki poin-poin penting.
“Dari cara bermain tadi sudah benar pola mainnya, sempat unggul juga tetapi sedikit kurang tenang,” katanya.
Fokus beralih ke Indonesia Open
Hasil di Singapura langsung menjadi bahan evaluasi menuju Indonesia Open pekan depan. Jonatan ingin segera mengembalikan fokus, suasana hati, dan semangat bertanding agar bisa tampil lebih baik di turnamen tersebut.
Bagi Jonatan, laga di Singapura bukan akhir dari rangkaian penting, melainkan pengingat bahwa detail kecil di lapangan masih perlu dibenahi. Target berikutnya kini jelas: datang ke Indonesia Open dengan kondisi mental yang lebih segar dan kesiapan yang lebih matang.
Source: www.beritasatu.com




